Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Bonchap 3


__ADS_3

Setelah Baby Meisie tertidur, Naura pun segera menjauh dari sang Baby. Di sisi lain, rupanya Sam sudah menanti kedatangan sang istri sembari merentangkan kedua tangannya agar sang istri segera masuk ke dalam pelukannya.


Naura tersenyum, dan ia pun menghampiri sang suami yang rupanya sudah tidak sabar lagi ingin melepaskan rindu. Sam yang saat itu sedang duduk di atas ranjang empuk itu, tentu saja ia harus berhati-hati untuk bergerak, karena sang putri sedang tertidur pulas di atas ranjang yang sama.


Kini Naura berada di hadapan suaminya dengan penampilan yang sangat menggoda, ia sengaja membuka piyama tidur yang dikenakannya sehingga terlihat bodi sintalnya yang seksi.


Tentu saja Sam tidak menunggu lama-lama lagi untuk segera melepaskan rindu setelah hampir dua bulan dirinya tidak bisa bermesraan dengan sang istri.


Pria itu begitu pintar membawa Naura dalam sebuah kehangatan, kemesraan itu kembali membara, api asmara yang sempat mendingin, kini mulai kembali hangat saat Naura kembali merasakan kecupan mesra sang suami pada seluruh tubuhnya.


"Sam ...!!"


Naura menyebut nama sang suami tatkala pria itu berhasil menemukan sesuatu yang sangat berharga dan sangat ia rindukan, Ia pun menyeringai saat melihat ekspresi wajah sang istri yang terlihat memejamkan matanya menikmati apapun yang sudah ia lakukan.


"Hmmm ... sudah sangat lama aku tidak menyentuhnya. Naura Sayang! Aku datang padamu," ucap Sam yang bersiap untuk menjelajahi tempat yang indah itu, yang ditumbuhi dengan sedikit rerumputan, hingga terkesan sangat cantik dan begitu mulus.


'Sleeppp'


Kini, akhirnya Sam bisa menuntaskan segala hasrat yang terpendam selama hampir dua bulan, tentu saja Naura juga merindukan suaminya, sama-sama saling merindukan, hingga tanpa sadar goyangan ranjang mereka membuat Baby Meisie terjaga karena terganggu dengan goncangan yang cukup dahsyat bak gempa tektonik.

__ADS_1


Baby Meisie menangis seketika dan kedua pasangan yang masih berselancar di dunia percintaan itu tiba-tiba menoleh ke arah Baby mereka yang sedang menangis.


"Sam, Baby kita!" ucap Naura.


Sam melihat sang anak yang terganggu tidurnya karena goyangan ranjang itu membuat Meisie merasa tidak nyaman. Akhirnya, Sam turun dari tubuh istrinya dengan lemas, kemudian Sam bersembunyi di balik selimut untuk menenangkan dirinya.


Naura pun segera mengenakan piyama tidurnya kembali, setelah itu Ia pun menghampiri sang anak dan menggendongnya pelan untuk menenangkan bayi mungil itu.


"Ohh Sayang! Jangan nangis dong, anak Mommy! Maafin Mommy, ya!" Naura memeluk putrinya yang terlihat masih menangis itu, bahkan Naura berusaha untuk menyusui sang Baby, tapi tetap saja Baby mereka masih menangis.


Melihat sang istri yang tidak bisa memenangkan putrinya, Sam pun memutuskan untuk membantu sang istri agar bisa menenangkan buah hati mereka, dengan keadaan yang masih polos, dengan percaya diri Sam menghampiri anak dan istrinya.


Naura pun memberikan bayinya kepada ayahnya, benar saja. Sang baby langsung diam saat berada di dalam pelukan Daddy-nya.


"Ohhh anak Daddy nggak boleh nangis ya, sayang! Sini digendong Daddy, bobo lagi ya, Sayang! Biar Daddy bisa melanjutkan perang sama Mommy," ucapan Sam seketika membuat Naura tertawa kecil, hingga akhirnya Naura tanpa sengaja melihat Sam yang berjalan sambil menggendong putrinya dengan keadaan masih belum memakai apapun, sontak Naura melototkan matanya ketika ia mendapati pemandangan yang membuatnya tidak bisa menahan rasa ingin tertawa nya.


"Astaga, Sam! Itu kamu ..." seru Naura sambil tertawa yang memaksa Sam menoleh ke arah sang istri.


"Ada apa? Kenapa kamu tertawa?" tanya Sam sembari terus menggendong sang Baby.

__ADS_1


"Apa kamu nggak ngerasa, lihat ke bawah!" titah Naura sembari menunjuk ke arah bawah dimana ada belalai gajah yang terlihat menggantung lemas. Sam pun melihat ke arah yang ditunjukkan oleh sang istri.


Seketika Sam pun tertawa kecil saat melihat belalai miliknya terekspos secara nyata.


"Tutupi dong, Sayang! Masa kamu tega lihat kepalanya pusing seperti itu," sahut Sam sembari menatap wajah sang istri yang terlihat masih tertawa.


"Iya iya, aku tutup!"


Naura pun beranjak pergi mengambil piyama tidur sang suami dan segera memakaikan piyama itu pada tubuh suaminya. Setelah itu Naura pun duduk di atas ranjang tidur sambil memperhatikan Sam yang masih sibuk menenangkan sang anak.


Setelah beberapa menit, Meisie tertidur Sam pun segera meletakkan tubuh mungil sang bayi di atas tempat tidurnya. Dengan sangat pelan, Sam meletakkan bayi mereka dan berharap sang bayi bisa tidur dengan nyenyak agar dirinya bisa kembali bermain lato-lato tanpa gangguan.


"Ahh ... akhirnya tidur juga!" seru Sam senang saat saat tahu jika sang Baby sudah tertidur, kemudian dengan wajah gembira Sam menghampiri sang istri dan ia pun akan melanjutkan kembali permainan mereka yang sempat tertunda.


Sam kembali melepas piyamanya dan bersiap untuk bertempur. Namun, disaat dirinya hampir saja melesatkan tembakan nya, tiba-tiba saja terdengar Baby Meisie yang menangis lagi.


Tembakan yang siap meluncur, akhirnya ditarik kembali dan Sam hanya bisa menghela nafas panjang. Ia pun kembali menghampiri sang Baby, ia pun berusaha untuk menenangkan kembali bayinya. Namun, siapa sangka Baby Meisie berhenti menangis, justru bayi mungil itu tertawa-tawa dan mengoceh, seolah bayi cantik itu meledek sang Daddy yang gagal untuk bergoyang bersama sang Mommy.


__ADS_1


__ADS_2