Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Melamar menjadi sopir


__ADS_3

"Datanglah kepada asisten Yan, aku sudah merekomendasikan kamu untuk menjadi sopir pribadi Tuan Sam, ingat! Jangan bilang jika aku yang menyuruhmu, jangan biarkan orang lain mengetahui rahasia kita, aku akan mendekatkanmu kepada keluargamu, dan aku akan mempertemukan kamu dengan ayahmu, Ibumu dan juga adikmu," seru bi Imas sembari membuat wajah samaran pada wajah Sujiwo. Kini penampilan pria itu sudah berubah, bi Imas sengaja membiarkan Norman untuk memelihara kumis dan jenggot agar sang keponakan tidak mengenali wajah Norman, jika saja keponakannya tahu, maka ia tidak akan membiarkan Norman hidup. Apalagi sekarang ia tahu jika Norman masih hidup dan juga merupakan Kakak kandung dari istri Samuel Alfonso.


"Iya, Bi. Saya akan menuruti permintaan bi Imas, bi Imas tidak perlu khawatir, saya sangat berterima kasih kepada bi Imas, tentang semua yang sudah bi Imas berikan selama ini, dan saya tidak akan membiarkan orang lain menyakiti bi Imas, bi Imas sudah seperti ibu saya sendiri." Balas Norman yang kini berada sebagai seorang Sujiwo.


Hari itu juga, sesuai perintah bi Imas, Sujiwo datang ke kantor Sam, dimana dia bertemu dengan asisten Yan yang sudah diminta oleh Bosnya untuk mencarikan sopir baru untuknya.


Asisten Yan memperhatikan penampilan Sujiwo dari atas hingga bawah. Sesuai pesan bi Imas akan datang seorang pria bernama Sujiwo untuk melamar menjadi sopir pribadi Samuel Alfonso.


"Yan! Aku bawa seorang pria bernama Sujiwo, kamu terima dia menjadi sopir Tua muda, dia pria yang baik, aku sudah mengenalnya, meskipun dia sedikit lugu, tapi dia pria yang jujur."

__ADS_1


Sejenak asisten Yan mengingat pesan bi Imas kepadanya, dan ia pun tampak tersenyum melihat penampilan Sujiwo yang lucu dan tentunya sangat lugu. Penampilan Sujiwo yang sederhana dengan celana panjang berwarna hitam dan kemeja putih yang dimasukkan ke dalam celana, dengan membawa map berisi data-data yang dibutuhkan, tentu saja data-data itu sudah disamarkan oleh bi Imas.


"Selamat siang, Pak! Bisa bertemu dengan pak Yan? Saya disuruh ke sini, katanya ada lowongan kerja untuk menjadi sopir." Seru Sujiwo kepada asisten Yan yang melongo melihat penampilan seorang pria yang sedang berdiri di depannya.


baju masuk dan rapi, dan yang membuat asisten Yan tidak kuat menahan rasa ingin tertawa adalah sebuah tahi lalat di tengah-tengah dahi pria itu, bukan cuma itu saja, Sujiwo tampak memakai peci saat datang melamar pekerjaan.


"Sujiwo, Pak! Tapi biasanya di rumah saya dipanggil Mas Ji, sapaan akrab gitu," balasnya sembari tersenyum.


"Mas Ji! Mas Ji kesini mau melamar pekerjaan atau mau nikahan?" pertanyaan Asisten Yan membuat Sujiwo tertawa kecil dan ia terlihat malu.

__ADS_1


"Hehehe maaf, pak! Saya sudah terbiasa pakai ini, saya termasuk anak yang Sholeh dan berbakti kepada kedua orang tua, Pak." Balasan Sujiwo seketika membuat asisten Yan tidak berhenti tertawa, ia melihat Sujiwo adalah pria yang sungguh-sungguh. Sambil membaca data pribadi Sujiwo, tanpa pikir panjang sang asisten pun menerima Sujiwo sebagai sopir pribadi Bosnya. Dan ia pun menyuruh Sujiwo untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian yang baru.


"Baiklah! Setelah saya membaca CV Mas Ji, saya memutuskan untuk menerima Mas Ji sebagai sopir untuk Tuan Sam, nanti Mas Ji datang ke alamat ini dan saya sudah menghubungi bos saya, tapi sebelumnya Mas Ji harus mengganti bajunya dengan baju ini, oke. Oh iya, jangan lupa pecinya dilepas, ya. Nanti dikiranya pak penghulu yang datang bukan sopir baru." Ucap asisten Yan sembari memberikan seragam kepada Sujiwo.


"Alhamdulillah, terima kasih banyak, Pak! Akhirnya saya punya baju baru."


Mendengar jawaban lugu dari Mas Ji, asisten Yan dibuat garuk-garuk kepala sembari membatin. "Astaga! Bibi dapat darimana sih nih orang, lugu sekali."


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2