
Siang itu, ada sebuah kiriman bunga mawar untuk Naura, seorang pelayan datang ke kamar Naura dan memberikan bunga mawar merah itu kepada sang majikan.
"Permisi, Nyonya! Ini ada bunga mawar untuk Anda!" sang pelayan tampak memberikan bunga mawar itu kepada Naura. Dan Naura pun menerimanya sembari membaca tulisan yang diselipkan pada dedaunan bunga itu.
"Bunga mawar ini mungkin bukan apa-apa untukmu, tapi aku ingin istriku menerimanya, tak apa kamu tidak menerima permintaan maafku, tapi aku berharap kamu tidak menolak bunga yang cantik ini, secantik wajah istriku, salam cinta suamimu, Sam!"
Naura mencium aroma bunga mawar itu dalam-dalam, ada senyum terukir dari bibir Naura yang mungil, setidaknya ia teringat akan keromantisan sang suami, sebesar apapun rasa kecewanya kepada Sam, Naura tidak pernah bisa bohongi diri sendiri, jika dirinya sangat merindukan suaminya.
Naura meletakkan bunga-bunga itu disebuah Vas bunga di dalam kamarnya, begitu cantik dan terlihat begitu romantis, hingga akhirnya Naura merasa jika hujan mulai turun begitu deras, sejenak ia melihat ke arah jendela kamarnya, kaca yang mulai mengembun itu memaksanya untuk menuliskan sesuatu di sana.
Naura menulis nama dirinya dan nama suaminya, senyum itu kembali merekah. Namun, harus hilang lagi saat dirinya masih teringat akan kebohongan Sam kepadanya.
Waktu pun semakin berjalan, matahari telah bersembunyi dalam peraduannya, malam itu Naura tidak melihat tanda-tanda suaminya pulang, bukankah tadi pagi Sam telah bilang padanya jika ia akan pulang terlambat. Namun, kondisi cuaca buruk saat itu justru membuat Naura sedikit khawatir, hujan dan angin kencang, cuaca ekstrem akhir-akhir ini sering merusak jalanan dan infrastruktur ibu kota. Mengingat suaminya masih berada di luar rumah.
__ADS_1
"Udah malam gini, kenapa Sam belum pulang juga, mana cuaca diluar hujan gede gitu, jangan-jangan dia terjebak macet dan ... ahh kok aku jadi khawatir gini sih, aku kan masih dongkol sama dia, bisa-bisanya mikirin dia." Ucap Naura sembari beranjak tidur.
Tiba-tiba saja ia mendengar suara telepon berdering, Naura segera mengangkat telepon itu yang terletak tidak jauh dari tempat tidurnya.
"Halo ... apa? Sekarang dia ada di mana?"
Entah itu telepon dari siapa, yang jelas Naura sangat terkejut saat mendengar telepon yang mengabarkan jika saat ini Sam sedang berada di sebuah rumah sakit karena mengalami insiden percobaan bunuh diri dengan mencoba menjedotkan sendiri kepalanya pada dinding.
Saat itu juga Naura meminta sopir untuk mengantarkan nya ke rumah sakit dimana suaminya berada. Sam memang sudah membuatnya kecewa, tapi mendengar suaminya mencoba bunuh diri, Naura panik dan Ia pun segera menemui sang suami yang kini dirawat di sebuah rumah sakit.
Tak membutuhkan waktu lama, Naura pun tiba di rumah sakit yang dimaksud. Ia melihat asisten Yan yang sedang duduk di depan kursi tunggu dengan menundukkan kepalanya seolah dirinya begitu bersedih dengan apa yang dialami oleh Bosnya itu.
"Eh Nyonya Naura!" sapa asisten Yan.
__ADS_1
"Di mana suamiku?" tanya Naura serius.
"Bos sedang berada di dalam kamar itu, kasihan sekali, Nyonya! Sepertinya Bos sudah tidak memiliki semangat hidup, entah apa yang terjadi pada hatinya, Bos sangat bersedih, Bos seperti anak ayam yang kehilangan induknya, tak terarah dan terlihat linglung, hingga akhirnya Bos jedotin sendiri kepalanya ke dinding sampai berdarah, saya khawatir saja jika Bos tidak bisa bertahan lama." Mendengar penuturan dari asisten Yan, Naura segera menemui suaminya dan melihat kondisi yang Sam alami saat ini.
Sementara itu, Asisten Yan tampak memberikan kode kepada Sam yang saat itu sedang berpura-pura sakit dengan membaca pesan singkat dari asistennya.
"Nyonya Naura mau masuk ke kamar Bos! Bersiaplah, Bos!"
"Oke!!"
Naura mulai masuk ke dalam kamar VIP, di mana sang suami sedang terbaring lemah di atas tempat tidur, dengan kepala yang diperban. Naura mendekati suaminya dan melihat keadaan Sam yang tampak pucat pasi.
"Sam! Apa yang kamu lakukan? Apa kamu sudah gila? Kamu lihat, kamu terluka seperti ini, kamu pikir aku juga tidak ikut terluka melihatmu seperti ini, kamu jahat banget sih, kamu mau ninggalin aku dan anakmu, terus siapa dong yang lindungi aku pas ada petir, ada kilat. Semalam aja aku paksa-paksain untuk bobo, tapi tetap saja aku nggak bisa tidur nyenyak kalau nggak kamu peluk. kamu sih udah yang bikin aku kesel, pakai boong segala, aku tuh paling nggak suka diragukan, kamu tahu sendiri bagaimana aku membuatmu bahagia, tapi kenapa kamu malah pakai nyamar segala, kayak nggak percaya sama aku aja ... tapi sekarang lihat kamu kayak gini, rasanya nggak tega ninggalin kamu." Ungkap Naura sembari menyandarkan kepalanya pada dada sang suami.
__ADS_1
Sekilas salah satu mata Sam mengintip, terlihat senyum mengembang dari bibir pria itu.
...BERSAMBUNG...