
Pak Surya memeluk putrinya penuh kasih, Ia pun ikut bahagia jika sang anak bahagia, bu Lani pun ikut terharu karena sang putri tidak akan bercerai dengan suaminya.
"Bagaimana mungkin ayah marah, tentu saja ayah ikut bahagia jika benar suamimu sungguh-sungguh mencintaimu, Nak! Hanya saja ayah sangat terkejut ternyata kamu bisa menaklukkan hati seorang Samuel Alfonso, ayah bahagia melihatmu tersenyum seperti ini," ucap sang ayah diselingi air mata yang membasahi wajah tegasnya.
Tentu saja Sam pun ikut terharu melihat sang istri yang akhirnya bisa mengakui kepada keluarganya jika dirinya memang mencintai Sam apa adanya dan Naura bangga bisa menjadi istri seorang Tuan muda buruk rupa, tanpa perduli apa yang orang bilang.
Kemudian sang ibu pun ikut merasakan kebahagiaan sang anak, sang ibu yang masih teringat akan almarhum putra bungsunya mendadak dirinya berkata kepada Naura. "Ibu juga selalu mendoakan atas kebahagiaanmu, Naura! Hanya kamu satu-satunya putri kebanggaan kami, setelah kakakmu Norman meninggal, ibu sangat bersedih dan sangat kehilangan dia, sekarang ibu hanya ingin kamu mendapatkan kebahagiaan, cukup satu anak ibu yang pergi sebelum dirinya merengkuh kebahagiaan, kamu putri ibu satu-satunya, Naura! Kebahagiaanmu adalah kebahagiaan kami juga."
Naura menatap wajah sedih sang ibu, kemudian Ia pun berusaha untuk menghibur hati ibunya, padahal dia sendiri juga masih bersedih atas kematian Norman yang digadang-gadang karena sabotase orang yang tidak bertanggung jawab.
__ADS_1
"Ibu jangan bersedih! Kakak sudah bahagia di sana, kita berdoa saja semoga Kakak mendapatkan tempat yang terbaik di sisiNya, dan Naura berharap siapapun yang menyebabkan Kakak meninggal dunia, ia akan mendapatkan balasan yang setimpal," seru Naura sembari mengusap air mata sang ibunda.
"Iya ... ibu juga berharap Diora bisa melupakan Norman secepatnya, ibu tahu Diora pasti sangat shock melihat kakakmu meninggal dunia hingga dia memutuskan untuk pergi jauh dari kita, dia tidak ingin selalu bersedih mengingat kepergian kakakmu." Ungkap bu Lani.
Seketika Sam membulatkan matanya saat sang Ibu mertua menyebut nama Diora, sejenak Sam panik apakah nama Diora yang disebutkan oleh bu Lani adalah wanita yang sama dan merupakan mantan tunangannya?
"Diora? Jadi, kekasih kakaknya Naura bernama Diora? Bagaimana bisa sama namanya dengan nama mantan tunanganku, Diora." batin Sam yang mulai tanda tanya. Hingga akhirnya tiba-tiba dirinya mendapati telepon, ponselnya berdering dan Sam pun meminta izin untuk keluar menerima telepon.
"Oh ya silakan!" jawab pak Surya kepada Sam, sementara itu Naura hanya menatap sang bodyguard dengan datar.
__ADS_1
Sesampainya di luar rumah, Sam segera menerima telepon dari sang asisten pribadi, dengan cepat Sam segera mengangkat telepon itu.
"Halo! Bagaimana? Apa kamu sudah temukan informasi yang aku minta?" tanya Sam yang juga penasaran dengan hasil penelusuran sang asisten terkait kematian kakak Naura.
"Maaf, Bos! Dengan sangat menyesal saya harus mengatakan hal ini, karena bagaimanapun juga Bos meminta saya untuk mencari informasi tentang kematian kakaknya istri, Bos!" balas asisten Yan yang terlihat ragu dan takut untuk mengatakannya kepada Sam.
"Cepat katakan! Apa yang kamu ketahui tentang rahasia kematian kakak Naura, katakan!" desak Sam yang semakin dibuat penasaran. Asisten Yan tidak punya pilihan lain lagi, ia berharap Bosnya bisa menerima kenyataan jika sebenarnya Kakak Naura adalah pria yang merebut Diora darinya, dan Sam sangat membenci pria itu. Tapi Sam belum tahu siapa sosok pria yang sudah mengambil cinta Diora dari sisinya. Hingga akhirnya Diora memutuskan hubungan pertunangan mereka secara tiba-tiba apalagi saat itu Sam baru saja mengalami kecelakaan yang membuat Diora semakin jijik melihat wajah Sam.
"Bos! Kakak Nyonya Naura adalah Norman, dia adalah kekasih Nona Diora, mantan tunangan Anda!" ungkap asisten Yan yang seketika membuat Sam lemas.
__ADS_1
"Apa?"
...BERSAMBUNG ...