Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Kedatangan seorang bodyguard


__ADS_3

Keesokan harinya, Sam sudah bersiap untuk segera berangkat ke Amsterdam, sesuai jadwal Sam berada di negeri Kincir angin itu selama 2 mingguan, Ia terpaksa meninggalkan sang istri di rumah, mengingat dirinya berada di suatu tempat yang sedikit berbahaya, Ia akan berada di sebuah pertambangan yang lokasinya masih sangat rawan.


"Aku pergi dulu, jaga dirimu baik-baik! Aku pasti sangat merindukanmu, Naura!" ucap Sam sembari mengecup kening istrinya dengan lembut. Naura hanya bisa diam dan menganggukkan kepalanya melepas kepergian sang suami.


"Jangan lama-lama di sana! Kamu tahu aku tidak akan pernah sanggup harus lama berpisah denganmu."


Sam memeluk istrinya sebelum dirinya pergi, mereka berdua terlihat begitu saling mencintai, Sam pun merasa berat harus meninggalkan Istrinya di saat sedang mesra-mesranya.


"Aku tidak akan lama, aku janji padamu, lagipula aku tidak akan membiarkanmu sendirian di sini, ada bodyguard yang akan menjagamu selama aku pergi, aku tidak ingin terjadi apa-apa denganmu selama aku pergi," ucap Sam meyakinkan istrinya, hingga akhirnya Sam benar-benar harus pergi meninggalkan Naura.


Tangan Sam akhirnya terlepas dari genggaman Naura, Ia melihat punggung suaminya yang akhirnya masuk ke dalam mobil mewah yang sudah menunggunya. Sam masuk ke dalam mobil dan setelah itu Ia melambaikan tangannya kepada sang istri.


Akhirnya, air mata itu jatuh membasahi wajah cantik Naura, setelah melihat Sam melambaikan tangan kepadanya, Naura tak sanggup harus melihat kepergian mobil yang membawa suaminya pergi ke Bandara, dengan cepat Naura membalikkan badannya dan segera masuk ke dalam sembari berlari mengusap air matanya.


Sam melihat istrinya yang tampak berlari menuju ke dalam rumah, sebenarnya ia merasa berat harus meninggalkan sang istri, tapi demi pekerjaan kali ini, mau tidak mau Sam harus pergi.

__ADS_1


"Maafkan aku, Naura!" ucap Sam lirih, meskipun ini berat baginya. Sam harus bisa meninggalkan Naura.


Sementara itu sang asisten melihat kesedihan pada wajah sang Bos, asisten Yan berusaha untuk menghibur Sam dengan terus meyakinkan Sam jika Naura akan tetap setia kepada Bos nya itu.


"Bos! Saya tahu kesedihan, Bos. Tapi percayalah! Saya sangat yakin sekali jika istri Bos pasti setia menunggu kepulangan Anda, karena menurut saya, dia sangat mencintai Anda."


Mendengar ucapan dari sang asisten, Sam hanya menundukkan wajahnya, kemudian perlahan Ia melepaskan topeng yang dikenakannya, sehingga tampak lah wajah asli Sam yang nyatanya Ia begitu tampan dan sangat gagah.


"Entahlah, Yan. Semoga saja ucapanmu benar, Naura akan menungguku pulang," balas Sam sembari menatap ke arah jendela mobilnya.


"Aku tidak tahu apakah aku ini egois, tapi aku sungguh tidak rela kamu pergi, Sam! Semoga saja kamu cepat kembali, aku akan tetap menunggumu di sini." Seru Naura sembari menatap foto Sam dan dirinya.


Selang beberapa jam, bi Imas datang untuk menghibur dan membawakan makanan untuk Naura, bi Imas tahu jika gadis itu terlihat begitu murung karena kepergian sang suami. Sehingga untuk Naura tidak mau makan semenjak kepergian Sam tadi pagi.


Bi Imas datang menghampiri Naura yang saat itu sedang duduk di atas ranjang sembari menatap ke arah jendela, ia berharap waktu segera berakhir dan dirinya bisa segera bertemu dengan suaminya.

__ADS_1


"Nyonya! Nyonya makan dulu, ya? Saya lihat dari siang tadi, Nyonya belum makan apapun, nanti Nyonya bisa sakit." Seru bi Imas kepada Naura sembari meletakkan nampan berisi makanan di atas meja.


Naura melihat kedatangan bi Imas dan tersenyum. "Terima kasih banyak, Bi. Tapi saya tidak lapar," jawab Naura dengan wajah sedihnya. Kemudian bi Imas duduk di sebelah Naura sembari berkata, "Saya tahu Nyonya bersedih dengan kepergian Tuan muda Sam, tapi percayalah, Nyonya! Tuan muda pasti kembali, beliau dari dulu selalu seperti itu, dia selalu sibuk dengan bisnisnya. Dan Tuan muda pasti segera kembali ke rumah ini."


Mendengar penuturan dari bi Imas, setidaknya Naura bisa sedikit terhibur, apalagi bi Imas menceritakan masa kecil Sam bersama keluarganya, Naura terlihat tertawa saat bi Imas bercerita jika masa kecil suaminya itu takut dengan cicak.


"Ya ampun! Sam takut dengan cicak? Astaga! Ini benar-benar konyol!" seru Naura yang tak habis pikir jika suaminya itu ternyata sangat takut sekali dengan binatang yang bernama cicak.


Hingga akhirnya tiba-tiba terdengar seorang pelayan yang datang ke kamar Naura dan memberi tahukan jika ada seseorang yang ingin bertemu dengan Naura.


"Permisi, Nyonya! Ada seseorang yang ingin bertemu dengan Anda. Katanya dia adalah bodyguard yang dikirim oleh Tuan Sam untuk menjaga Anda."


Mendengar ucapan dari pelayan tersebut, Naura pun terkejut. Benarkah suaminya telah mengirim seorang bodyguard ke rumah untuk menjaganya?


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2