
"Itu tidak mungkin, kamu pasti salah! Coba cek lagi informasi itu, kamu pasti keliru," bentak Sam yang sangat tidak percaya jika mendiang kakaknya Naura adalah pria yang sudah merebut cinta Diora darinya. Karena Diora tidak pernah mengatakan siapa pria yang sudah menggantikan posisi Sam dalam hatinya, sehingga Sam berkata kepada sang tunangan. "Ingat, Diora! Aku tidak akan pernah membiarkan pria itu bahagia karena bagaimanapun juga dia sudah mengambilmu dari sisiku, dan aku pastikan hidupnya akan menderita." Ucap Sam yang saat itu sedang dibakar emosi, Ia mengucapkan sumpah serapah kepada Diora agar hubungan mereka tidak bisa bersatu.
Ternyata doa Sam dikabulkan, pria kekasih baru Diora meninggal dunia sebelum Sam melakukan apapun kepada pria itu, dan yang paling mengejutkan adalah ternyata pria itu Kakak kandung Naura yang sekarang menjadi istri Sam.
"Shiiit! Kenapa harus kakaknya Naura, bagaimana ini bisa terjadi," batin Sam yang tak percaya jika pria yang merebut Diora darinya adalah kakak kandung Naura.
Asisten Yan pun membeberkan jika kematian Norman menurut informasi polisi karena rem blong, dan ternyata setelah ditelusuri lebih dalam kejadian itu terjadi saat Norman dan Diora sedang pergi ke sebuah hotel, sebelum mereka masuk ke dalam hotel, Diora menyuruh Norman untuk membeli sesuatu dan saat itulah mobil Diora yang dikendarai oleh Norman mengalami kecelakaan dan menyebabkan pria itu meninggal dunia.
Sam pun mulai penasaran, siapa yang sudah mendahului dirinya untuk membalaskan dendam atas apa yang terjadi dengannya, Sam memang akan melakukan sesuatu kepada Diora dan pacarnya, saat itu Sam sedang gelap mata, hatinya benar-benar hancur saat rencana pernikahan yang sebentar lagi digelar harus kandas seminggu sebelum pernikahan itu terjadi, karena sebuah kecelakaan yang membuat Sam harus menanggung cacat pada wajahnya karena luka bakar permanen.
"Siapa? Siapa yang sudah melakukannya? Pasti pelakunya bukan orang jauh, dia tahu jika aku memiliki dendam kepada Diora dan pria itu, shiiit! Kenapa harus ada teka-teki seperti ini, jika aku tidak segera menemukan siapa pelaku sesungguhnya, aku tidak akan bisa tenang."
Sam akhirnya masuk ke dalam rumah dan ia melihat Naura yang sedang duduk di kursi sembari ditemani oleh Mbak Lastri, sementara bu Lani sedang menyiapkan makan siang untuk mereka dan pak Surya sedang menerima telepon.
Naura menatap wajah sang bodyguard yang sekilas mirip dengan sang suami, Naura memalingkan wajahnya untuk menghindari mereka saling bertatapan. Sam tersenyum simpul dan Ia pun berdiri di samping mbak Lastri. Tak berselang lama, bu Lani mengajak semuanya untuk makan siang.
"Naura, ayo kita makan! Mbak Lastri, Nak Marcell mari kita makan dulu, ini sudah siang, mari!!" ajak bu Lani kepada Naura, mbak Lastri dan juga sang bodyguard.
__ADS_1
"Tapi Bu, saya bisa makan diluar, saya merasa tidak enak, saya di sini cuma pelayan Nyonya Naura. Jadi, biar saya dan mbak Lastri makan diluar saja." Sahut Sam yang merasa tidak enak. Naura pun menyahuti ucapan sang bodyguard, "Udah! Kamu dan mbak Lastri makan di sini saja, setelah itu antarkan aku ke makam Kakak."
Sam pun tersenyum dengan sikap istrinya, karena tidak bisa dipungkiri Sam saat itu merasa sangat lapar, entah kenapa tiba-tiba dirinya merasa ingin makan, padahal pria itu selama ini tidak terlalu nafsu dengan makanan, Ia sangat menjaga pola makannya agar bentuk tubuhnya terjaga.
Naura pun berdiri dan mengikuti perintah sang Ibu, sementara itu mbak Lastri dan Sam mengikuti Naura dari belakang.
Setibanya di meja makan, mereka dipersilahkan duduk oleh pak Surya, bu Lani rupanya memasak makanan kesukaan putrinya, yaitu masakan sederhana yang sangat Naura sukai yaitu sambal petai ikan teri.
Sejenak Sam terlihat menelan ludahnya saat melihat menu makanan yang disajikan oleh sang mertua. Lain halnya dengan Naura, ia justru tidak selera dengan makanan favoritnya, ia pun menjauhkan menu itu dari hadapannya, ia lebih suka minum jus karena mulutnya terasa tidak enak untuk makan.
"Ayo silahkan dimakan!!" seru bu Lani kepada semuanya.
"Ohhh itu namanya sambal petai, Tuan!" balas mbak Lastri.
"Hmm sambal petai? Makanan apa itu baru dengar." Sahut Sam yang tentu saja dirinya baru tahu nama makanan yang masih asing di telinganya itu. Naura yang mendengar suara Sam, Ia pun berkata ketus kepada bodyguard nya.
"Udah deh nggak usah tanya-tanya, dimakan saja, kayak nggak pernah makan aja, heran!" sahut Naura dengan ketus. Sam pun tampak menatap wajah istrinya dengan tatapan yang manja.
__ADS_1
Terpaksa Sam pun mengambil makanan yang berada di depannya, kemudian Ia pun mencobanya sedikit demi sedikit, dan ajaibnya setelah Sam memasukkan beberapa sendok ke mulutnya, seolah ia ingin mengunyah terus, lagi dan lagi.
Sam terlihat begitu lahap menikmati menu makanan baru yang disajikan oleh sang ibu mertua, mbak Lastri yang berada di samping Sam terlihat melongo dan geleng-geleng kepala. Bagaimana bisa sang majikan menyukai makanan biasa seperti ini padahal Sam adalah seorang Sultan yang tentu saja makanan yang ia temui setiap hari adalah makanan yang mewah.
Naura pun juga heran melihat Sam yang begitu doyan dengan menu yang dulu digemarinya.
"Gila nih orang! Eh kamu tuh lapar apa doyan sih!" seru Naura kepada sang bodyguard.
"Udah Naura, biarin aja. Bukankah bodyguard itu butuh asupan gizi yang banyak biar bisa melindungi kamu setiap saat, ibu malah senang jika Nak Marcell menghabiskannya, toh kamu juga malas makan gitu." Sahut bu Lani yang tidak keberatan jika sang bodyguard menghabiskan makanan itu.
"Ibumu benar, biarkan saja Nak Marcell menghabiskannya, Ayah malah senang lihat pria doyan makan, mengingatkan Ayah saat Ibumu hamil dulu, ya seperti Nak Marcell itu. Ayah lahap sekali makannya, tapi Ibumu yang nggak doyan makan. Emm ... ngomong-ngomong apa Nak Marcell istrinya sedang hamil?" pertanyaan pak Surya seketika membuat Sam tersedak dan menyebabkan pria itu batuk-batuk. Mbak Lastri tampak sedang membantu sang majikan dengan menepuk punggungnya.
Entah kenapa Naura merasa kasihan melihat sang Bodyguard yang sedang tersedak, Ia pun segera mengambilkan air minum kepada Sam.
"Minumlah!" seru Naura sembari memberikan air minum untuk sang bodyguard.
Seketika Sam melihat gelas yang ditawarkan oleh sang istri kepadanya.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...