Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Tergantung


__ADS_3

"Kau ingin aku menjadi Sam yang dulu? Hmm baiklah, apapun yang kamu minta pasti aku kabulkan, tapi apa aku akan dapat jaminannya, setelah aku memakai wajah jelek itu lagi, apakah kamu akan memaafkanku?" tanya Sam penuh harap.


Naura kembali menatap wajah sang suami dan berkata, "Tergantung ...."


"Tergantung? Aduh dari dulu bukannya memang tergantung? Kamu tahu sendiri bagaimana kondisinya." Sahut Sam sembari mengerutkan keningnya membayangkan sesuatu yang tergantung sesuai ucapan sang istri, Naura pun tampak menggelengkan kepalanya dengan ucapan sang suami.


"Bukan tergantung yang itu, Sam? Aku nggak perduli itu tergantung apa enggak, yang jelas sekarang aku lagi ngambek sama kamu, dan kamu pergi saja dari kamarku, aku lagi bete lihat wajah ini, keluar-keluar!!!" Naura tampak mendorong tubuh Sam agar keluar dari kamarnya. Sam pun mencoba menuruti permintaan istrinya, karena sesuai kata bi Imas, Naura masih membutuhkan waktu untuk menenangkan dirinya.


"Oke oke! Aku keluar, dan aku akan kembali sebentar lagi, emm apa aku masih boleh tidur di kamar ini? Katanya tadi kamu ingin Suamimu kembali seperti itu, lagipula bayi kita membutuhkan ayahnya, kamu juga nanti kalau ada petir siapa yang nemenin kamu, aku akan membawa Sam yang dulu, kamu jangan khawatir, oke!" sahut Sam sembari menatap wajah istrinya yang terlihat sedang mengerucutkan bibirnya.


"Udaaaahh ... pergi sana! Aku bisa tidur sendiri, nggak usah ditemani, aku malas!" balas Naura sembari menutup pintu kamarnya.

__ADS_1


'Braaakkk ceklek-ceklek'


Naura tampak mengunci pintu kamarnya, sementara itu Sam hanya bisa menghela nafasnya, hmm menghadapi istri yang sedang ngambek lebih sulit daripada menyelesaikan tugas kantor yang setiap hari membuat pusing.


"Naura! Kamu yakin mau bobo sendiri? Nggak takut petir? Nanti kamu nangis lo!" seru Sam dari luar pintu.


"Enggak! Aku nggak bakalan nangis, kamu tidur aja di luar, aku lagi malas pokoknya." Jawab Naura ketus.


"Diiih siapa yang menyelamatkan ku? Nggak usah sok pahlawan, kamu malah pegang-pegang nggak minta izin sama aku, ihhh kesel tahu, ngga?" Naura masih merasa jika perbuatan Sam itu cukup membuatnya kesal. Meraba-raba miliknya yang baru saja di waxing dan masih mulus semulus jalan tol.


Sam pun tertawa kecil mendengar pengakuan dari istrinya, setidaknya masih ada kesempatan dirinya untuk merayu sang istri.

__ADS_1


"Iya iya maaf! Tadi aku sudah melarang tanganku untuk pergi ke sana, emm kamu tahu sendiri, kan? Tanganku ini keras kepala sekali, apalagi kamu baru saja iming-iming tadi di VC kita, ya jangan salahkan aku kalau aku penasaran," balas Sam dengan suaranya yang manja.


Mendengar itu, Naura pun segera mengusir suaminya dengan segera, karena dirinya benar-benar masih marah dan kesal dengan apa yang dilakukan oleh Sam padanya.


"Udah udah, kamu pergi sana! Aku mau tidur, dan aku nggak mau diganggu oleh siapapun, termasuk kamu!"


Setelah mengatakan hal itu, Naura pun langsung beranjak naik ke atas ranjang tidurnya, dan dirinya segera menutupi tubuhnya dengan selimut.


Sam pun tersenyum smirk, akhirnya Ia beranjak kembali ke kamarnya dan merubah penampilannya seperti sedia kala yaitu menjadi Tuan muda buruk rupa.


"Demi agar kamu bisa memaafkan ku, aku akan menuruti permintaanmu, Sayang!" ucap Sam yakin pasti Naura masih sangat merindukan sosok Sam yang buruk rupa itu.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2