Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Mengeringkan rambut


__ADS_3

Naura pun terpaksa mengambil handuk Sam yang terjatuh, dengan menutup kedua matanya dan berjongkok, Naura mencoba meraba-raba handuk milik suaminya, hingga akhirnya tangannya menyentuh handuk tersebut dan segera mengambilnya dengan cepat. Setelah itu Ia tutup kan pada area bawah sang suami, dengan sangat terpaksa, Naura harus melakukannya, meskipun tak bisa dipungkiri jika dirinya harus melihat sesuatu yang sedari tadi membuatnya penasaran.


"Omaigad, sebesar dan sepanjang itu!!! Baru kali ini aku melihatnya secara nyata, jadi selama ini ... ah sudahlah aku benci pikiranku." Naura membatin sembari berusaha untuk tidak menyentuhnya, karena benda itu terlihat sangat menggemaskan dengan hiasan poni yang menjuntai begitu indah, belum lagi lato-lato milik sang suami terlihat menggantung manja.


Saat Naura mencoba melilitkan handuk itu dengan benar, tiba-tiba saja ada sesuatu yang menonjol dan itu memaksa Naura untuk melihatnya.


"Sam! Kenapa bisa menonjol seperti itu?" tanya Naura sembari menatap wajah sang suami yang tampak masih memegangi kepalanya yang pusing.


"Apanya yang menonjol? Oh itu ... aku juga nggak tahu, bagaimana bisa seperti itu, mungkin kamu tahu kenapa? Apa dulu aku juga pernah mengalami hal seperti itu juga, aku benar-benar lupa, mungkin kamu bisa menolongku untuk mengingatnya, sungguh aku benar-benar lupa kenapa bisa seperti itu." Lagi-lagi Sam memakai jurus jitu untuk merayu Istrinya.


Seketika Naura bingung apa yang akan ia lakukan, haruskah dirinya menjelaskan kepada suaminya yang sedang amnesia itu agar tahu apa yang menyebabkan barang berharga milik Sam berdiri tiba-tiba.


"Emmm ... kita duduk dulu! Setelah itu aku akan jelaskan kepadamu, oke! Sekarang kamu minum obat dulu supaya tidak pusing lagi." Naura mengantarkan suaminya untuk duduk di atas tempat tidur, setelah itu ia segera mengambilkan obat dari dokter yang sebenarnya itu adalah vitamin untuk stamina laki-laki, dan dokter sengaja mengatakan jika itu adalah obat untuk mengurangi sakit kepala pada suaminya. Naura memberikan satu kapsul obat penambah stamina pria itu kepada suaminya, secara tak sadar Naura sudah menambah semangat Sam untuk terus mendekati sang istri.

__ADS_1


Sam menerima kapsul itu dan segera meminumnya, setelah Sam meminum kapsul yang diberikan oleh sang istri, ia pun mengungkapkan terima kasih kepada sang istri yang sudah mau merawatnya.


"Terima kasih banyak, Naura! Kamu sudah merawatku dengan baik, aku berhutang budi padamu." Mendengar ucapan dari sang suami, Naura cuma tersenyum dan setelah itu Ia mengambil handuk kecil untuk mengeringkan rambut sang suami yang terlihat masih basah.


"Tidak perlu berterima kasih, ini sudah tugasku sebagai seorang istri, aku ingin kamu segera pulih seperti dulu, sekarang biar aku keringkan rambutmu!" ucap Naura yang kemudian berdiri di depan Sam yang saat itu masih duduk anteng di atas ranjang.


Dengan telaten Naura mengelap tubuh suaminya yang masih terdapat sisa-sisa air sehabis mandi. Ia juga mengeringkan rambut Sam yang masih basah, dan Naura harus hati-hati agar tidak mengenai luka pada dahi sang suami yang masih diberi plester.


Naura yang merasa jika dirinya sedang diperhatikan oleh suaminya, ia pun terlihat salah tingkah, hingga akhirnya Sam menawarkan kepada Naura untuk duduk di atas pangkuan nya.


"Apa kamu tidak capek berdiri terus? Kalau kamu capek, kamu bisa duduk di sini!" ucap Sam sembari menunjuk ke arah pangkuannya. Seketika Naura menggelengkan kepalanya dan masih melanjutkan pekerjaannya mengeringkan rambut suaminya.


Sam menatap istrinya dengan tatapan yang liar dan penuh gairah, tanpa Naura sadari, kedua tangan Sam melingkar pada pinggang seksinya. Kemudian Sam menempelkan wajahnya pada perut sang istri, dimana Sam bisa dekat dengan buah hati mereka yang masih berada di dalam kandungan Naura, seketika Naura terkejut dan berkata, "Sam! Apa yang kamu lakukan?"

__ADS_1


"Aku nggak tahu kenapa aku merasa sangat ingin sekali memelukmu seperti ini, aku mohon jangan marahi aku, aku rasa ada seseorang yang sedang memanggil namaku saat aku menempelkan telingaku di sini, sssttt jangan berisik! Dengar, dia memanggil ku Daddy!"


Naura terdiam kala sang suami berkata seperti itu sembari menempelkan telinganya pada perutnya. Tentu saja Sam pasti merasakan hal itu karena yang memanggil namanya adalah anaknya sendiri.


"Tentu saja, Sam! Karena yang sedang memanggil namamu adalah anakmu," seru Naura sembari berkaca-kaca. Spontan Sam berpura-pura baru menyadari ucapan Naura jika di dalam perut istrinya ada jabang bayi yang sangat kecil.


"Apa? Pantas saja, aku merasa sangat ingin sekali memeluk perutmu dan ternyata ada anakku di dalam sini, kamu hamil?" Balas Sam sembari tersenyum bahagia. Naura pun mengangguk cepat.


Spontan Sam menarik pinggang istrinya dan meletakkan tubuh sintal itu di atas pangkuannya.


"Ahhh ... Sam!" pekik Naura saat Sam menarik tubuhnya untuk duduk di atas pangkuan sang suami.


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2