
Dalam suasana malam yang berubah menjadi begitu syahdu itu, Naura menghempaskan tubuhnya di atas peraduan di mana sang suami sudah siap untuk datang kepadanya. Tidak ada penolakan atau drama yang berarti, dengan segala jiwa dan raga Naura ikhlas lahir dan batin untuk menyerahkan diri seutuhnya kepada suaminya.
Sam mengecup tubuh Naura dari ujung rambut hingga ujung kaki, wajah kasar Sam menyentuh kulit lembut Naura terasa begitu menggelitik, apalagi saat Sam mulai menyerang ke titik kelemahan milik sang istri yang tentu saja membuat Naura menggeliat tak karuan.
Naura hanya bisa pasrah, sungguh perlakuan Sam benar-benar membuat Naura tidak bisa menahannya. Sampai akhirnya, lagi-lagi Sam mematikan lampu kamar, sehingga tidak ada pencahayaan apapun di dalamnya, terasa gelap gulita.
"Sam! Kenapa lampunya harus dimatikan? Bukankah lebih baik kamu tahu semuanya, tidak ada yang ku sembunyikan darimu." Seru Naura saat sang suami membuat kamar itu menjadi gelap.
Sam kembali merayap pada tubuh istrinya sembari berkata, "Aku lebih suka seperti ini, kita hanya bisa merasakan tanpa harus melihat, aku tidak perlu tahu bagaimana bentuknya, aku hanya ingin merasakan sensasi rasanya."
"Ada-ada saja kamu, sayang sekali aku tidak bisa melihat bagaimana perkasanya tugu Monas itu, karena dalam gelap aku hanya bisa merasakannya." Balas Naura sembari menyiapkan dirinya untuk bersiap menyatukan raganya dengan sang suami.
Sam tertawa kecil, Ia pun mulai berbisik sembari membidikkan sesuatu pada tempatnya, "Kamu tidak perlu tahu seberapa besar dan tingginya tugu Monas, yang perlu kamu tahu hanyalah bagaimana rasanya saat kita berdua berada dalam satu tujuan, yaitu menghadirkan buah cinta kita dalam rahimmu." Ucap Sam sembari terus membangkitkan gairah sang istri.
__ADS_1
Anehnya, meskipun dalam keadaan gelap gulita, Sam mampu menemukan suatu tempat yang membuatnya tergila-gila, seolah dirinya memiliki sixth sense untuk melihat tempat itu dengan mudah, meskipun dalam keadaan gelap mencekam. Terasa begitu basah dan sangat menggairahkan saat Sam menyentuhnya dengan lembut.
"Oh ... Baby! Aku akan datang." Bisik Sam pada telinga Naura saat dirinya akan melesakkan kepemilikan nya ke dalam tubuh sang istri, begitu juga Naura, Ia pun bersedia dengan iklhas untuk menerima kedatangan sang suami yang tentunya malam ini akan menjadi malam yang teramat indah bagi keduanya.
Setelah beberapa saat, Naura merasakan jika suaminya sudah berhasil menyatukan raga mereka, setiap gerakan yang lembut membuat Naura terpejam dan dirinya hanya bisa meracau kenikmatan.
Sam menyunggingkan senyumnya, dalam keadaan gelap itu ia tahu betul jika Istrinya begitu menikmati percintaan mereka, dan dalam gelap itu juga Sam melepaskan sesuatu yang membuat dirinya merasa tidak nyaman.
Disela-sela percintaan itu, tiba-tiba saja Naura membisikkan sesuatu yang membuat Sam semakin menggila untuk bergerak.
"Sam! Aku mencintaimu, Sayang!"
Mendengar itu, Sam pun dengan cepat menjawabnya, "Ini yang ingin aku dengar dari mulutmu, Baby! Ohh aku mencintaimu ...."
__ADS_1
Lagi-lagi Sam menyerang bibir mungil itu diiringi gerakan syahdu di bawah sana, seketika membuat tangan Naura ingin merremas rambut sang suami. Tapi, lagi-lagi Sam menahan tangan Naura agar istrinya tidak sampai menyentuh wajahnya.
Sam mengunci tangan Naura di atas kepala, sementara bibir keduanya saling bertautan, hingga akhirnya entah kenapa Naura merasa ada sesuatu yang terasa berbeda saat Sam menciumnya, seolah-olah wajah Sam tidak terasa kasar, justru Naura merasakan gesekan bulu-bulu halus yang mengenai kulit wajahnya.
Apapun itu, Naura tidak memperdulikan nya, karena Sam benar-benar membuatnya menggila sampai terbang ke angkasa.
Keduanya berpacu dengan waktu, hampir satu jam mereka melepaskan segala hasrat, hingga akhirnya puncak asmara keduanya sampai tiba di batas percintaan yang sangat menggairahkan itu.
Sam terhempas di samping sang istri dengan deru nafas yang memburu, sedangkan Naura perlahan menutup kedua kakinya yang baru saja terbuka lebar setelah Sam berhasil mentransfer jutaan sel calon bayi pada rahim sang istri.
Masih dalam suasana gelap gulita, mereka berdua saling berpelukan hingga akhirnya keduanya tertidur pulas.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1