
Naura pun segera membalikkan badannya dan meninggalkan Sam tanpa menghiraukan sang suami, namun dengan cepat Sam menahan tangan sang istri dan itu membuat Naura terpaksa menghentikan langkahnya.
Naura tidak menatap wajah suaminya, ia cuma berkata agar Sam tidak terlalu dekat dengannya.
"Lepaskan tanganku, Sam! Sebaiknya kita jaga jarak mulai sekarang, aku tidak mau kamu terlalu dekat denganku!" ucap Naura yang nada suaranya terdengar lemah. Sam pun mendekati istrinya dan memegang kedua pundak Naura sembari membisikkan sesuatu pada telinga sang istri.
"Jaga jarak? Kamu pikir kita sedang naik bus! Bukankah kamu ingin Sam suamimu kembali seperti dulu? Dan sekarang aku sudah memenuhinya. Apa kamu tidak ingin melihat wajah suamimu yang tampan ini, Naura? Kamu pikir nggak susah apa nempelin lem topeng di wajahku ini, kalau nggak hati-hati, bisa-bisa salah tempel, coba bayangkan jika aku melakukan kesalahan dengan menempelkan kulit palsu itu di salah tempat, nggak kebayang kalo lem nya terkena bulu mata, bisa-bisa bulu mataku gundul." Seru Sam yang menjelaskan tentang bagaimana susahnya dirinya memasang kulit palsu itu pada wajahnya.
Sejenak Naura tertawa kecil mendengar ucapan dari suaminya, tak bisa dibayangkan bagaimana jadinya jika bulu mata sang suami hilang gara-gara terkena lem topeng buruk rupa itu.
"Ya Tuhan! Kok aku malah ketawa sih ngebayangin bulu mata Sam ilang. Nggak-nggak aku kan masih marahan sama dia, hmm enak banget dia begitu cepat minta maaf," batin Naura.
Untuk sesaat Naura dibuat geli dengan pengakuan suaminya, tapi dengan cepat ia tersadar jika dirinya masih marah kepada Sam, dan akhirnya Naura sedikit menjauh dari posisi semula dan berkata kepada suaminya.
__ADS_1
"Kamu pikir aku perduli? Bodo amat dengan bulu mata kamu yang jebol, salah sendiri bohongi aku." Ucap Naura dengan ketus.
Sam pun hanya bisa menghela nafas panjang saat istrinya berkata demikian.
"Ya jangan gitu dong, Sayang! Kamu udah nggak sayang lagi ya sama aku? Aku rela melakukan apa saja supaya kamu bisa memaafkan diriku, dan aku rela untuk merubah wajah ku ini menjadi buruk seperti dulu, apa perlu kamu siram wajahku ini dengan air keras? Biar jeleknya permanen, dan kamu lebih puas. Nggak apa-apa, aku rela kok, asalkan kamu tidak pergi dari hidupku." Seru Sam dengan nada memelas.
"Astaga! Dia nggak capek-capeknya sih membujuk aku, dah lah pergi aja, lama-lama aku bisa ikut gila." gumam Naura sembari dirinya langsung pergi meninggalkan Sam yang masih berada di dalam kamar. Sementara itu Sam hanya bisa melihat kepergian istrinya dengan tatapan mata yang memelas.
"Huffftt nasib-nasib, jatuh cinta itu benar-benar menyiksa, bikin kepala pusing. Dah lah mandi aja dulu, dan mulai sekarang Tuan muda buruk rupa kembali lagi ke kantor, pasti si Yan ngetawain nih lihat wajahku yang kembali seperti semula, CK!!" umpat Sam sembari dirinya pergi ke kamar mandi.
Bi Imas terlihat mempersilahkan Sam untuk duduk di kursinya, Sam pun duduk dengan tatapan matanya yang tidak bisa berpaling dari wajah sang istri, Naura pun tetap tidak memperdulikan apapun yang dilakukan oleh suaminya, bahkan Naura tidak menawari makanan untuk Sam.
Sementara itu bi Imas yang melihat keduanya masih saling diam, wanita paruh baya itu menawarkan kepada Sam berbagai masakan yang telah tersedia di atas meja, tentu saja masakan yang dihidangkan sangatlah banyak dan lezat. Tapi tak satupun yang bisa membuat Sam selera.
__ADS_1
Sam hanya memperhatikan makanan-makanan itu tanpa ia sentuh, sehingga membuat bi Imas mengerutkan keningnya.
"Loh! Kok nggak dimakan Tuan? Apa masakannya tidak enak? Bukankah semua ini adalah makanan favorit Anda, Tuan muda?" tanya bi Imas.
Sam pun menggelengkan kepalanya dan berkata kepada bi Imas. "Nggak ada makanan lain selain ini, Bi?"
"Maksud Anda, Tuan?" tanya bi Imas penasaran.
"Aku nggak selera dengan semua makanan ini, aku mau makan sambal petai ikan teri, selain itu aku nggak mau makan, dan bawa semua makanan ini ke dalam, mataku berair jika lihat makanan-makanan ini, cepat bawa pergi!" titah Sam agar para pelayan membawa kembali makanan itu ke dalam.
Naura pun berkata kepada sang suami, kenapa tiba-tiba Sam bersikap seperti itu, "Eh ... kamu tuh gimana sih? Bi Imas tuh udah capek-capek masakin buat kamu, mbok ya dimakan sedikit gitu loh! Heran, suka banget sih nyakitin orang lain, kamu kayak gini aja udah buat bi Imas bersedih loh! Sudah makan aja, bi Imas nggak usah bawa makanannya ke dalam, biar dia nggak manja," sahut Naura kesal.
Sam pun hanya melongo saat Naura berkata demikian, dan pria itu hanya menjawab, "Habis gimana dong! Aku memang nggak nafsu makan dengan makanan ini, perutku rasanya mual, kecuali kalau disuapi mungkin aku akan menghabiskan makanan ini semua." Balas Sam dengan suara seraknya, sembari menundukkan wajah layaknya anak kecil yang sedang manja kepada ibunya.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...