
Karena hari mulai sore, dan setelah cukup lama Naura melepaskan rindu kepada sang kakak, akhirnya Ia memutuskan untuk kembali ke rumah orang tuanya dan meminta izin untuk pulang ke rumah.
"Naura pulang dulu ya, Kak! Naura pasti sangat merindukan Kakak, semoga Kakak selalu bahagia di sisiNya." Ucap Naura sebelum dirinya beranjak berdiri, perlahan Naura berdiri dari posisi duduknya. Karena kondisinya yang masih lemah karena sedang hamil, tiba-tiba saja kepala Naura merasa kembali berputar-putar, lagi-lagi sang istri terjatuh dan dengan cepat Sam menangkap tubuh istrinya.
"Naura! Ya Tuhan, mbak Lastri cepat buka mobilnya dan kita akan pulang sekarang, sepertinya Naura membutuhkan istirahat yang cukup, aku tidak mau terjadi sesuatu kepada istri dan bayi kami," titah Sam kepada sang pelayan.
"Baik, Tuan muda!" balas mbak Lastri sembari membukakan pintu mobil. Kemudian Sam membawa Naura masuk ke dalam mobil dan segera membawa istrinya langsung pulang ke Mansion miliknya.
__ADS_1
Selama dalam perjalanan, Sam terus memperhatikan dan mencemaskan keadaan istrinya, Ia berharap semua ini akan segera berakhir dan dirinya bisa menjaga Naura dan bayi mereka, tapi sebelum Sam mengetahui siapa pembunuh Norman, ia pantang menjadi Sam si buruk rupa sebelum Ia menguap siapa dalang dibalik kematian Norman, karena Sam si wajah mengerikan itu akan pulang setelah semuanya selesai dan istrinya bisa tersenyum karena akhirnya pembunuh Norman sebenarnya akan segera tertangkap.
Setelah beberapa menit, akhirnya Sam tiba di Mansion mewah itu, Ia segera membawa istrinya masuk ke dalam kamar dan membaringkan tubuh sang istri dengan pelan.
Sam menatap wajah Naura yang saat itu masih terpejam, Ia pun tampak tersenyum dan mencium kening istrinya dengan lembut sembari berkata. "Kamu tahu, Sayang! Aku sangat merindukanmu. Sehari tak menyentuh mereka rasanya seperti setahun, maafkan Suamimu ini, yang sudah meragukan kesetiaan mu, dan sekarang hadir dalam rahim mu buah cinta kita, anak kita, dan aku akan berjanji untuk mengungkap siapa yang sudah mencelakai kakakmu, aku memang membenci kakakmu, tapi aku tidak bisa untuk membencimu, rasa cintaku terlalu besar kepadamu, dan ini semua karena aku tidak ingin kehilanganmu." Ucap Sam sembari berbaring di samping istrinya.
Sam memuaskan dirinya sebelum istrinya terbangun, karena jika nanti Naura membuka matanya maka sikapnya akan berubah, Naura tidak akan memperdulikan Sam meskipun wajah aslinya sudah ia buka, karena Naura masih merasa jika sang bodyguard itu adalah orang lain sementara sang suami masih berada di Amsterdam.
__ADS_1
Sam pun berusaha untuk membangunkan istrinya, tapi tetap saja Naura belum juga tersadar, akhirnya Sam mulai tergoda untuk menyentuh bibir sang istri, rasa rindunya kepada Naura melupakan misinya sebagai bodyguard yang menjaga Naura.
"Kamu cantik sekali, Sayang! Rasanya aku tidak bisa jauh-jauh darimu, aku rindu merasakan manisnya bibirmu ini," ucapnya sebelum dirinya mencium bibir mungil itu.
'Cup'
Sebuah kecupan hangat mendarat di bibir Naura, Naura masih terdiam saat suaminya menyentuh bibir miliknya, rupanya Sam semakin nakal karena tidak ada respon dari sang istri. Ia pun kembali melahap bibir itu semakin dalam hingga tak sadar dirinya mulai ingin menjamah Naura lebih dalam lagi.
__ADS_1
"Shiiit! Kok aku jadi pingin!!" gerutu Sam tatkala dirinya ingin lebih dalam bermain bersama Naura sebelum sang istri terbangun.
...BERSAMBUNG ...