
Sementara itu di tempat lain, seorang wanita cantik tengah berdiri di depan jendela sembari menatap suasana malam itu dengan pandangan jauh menerawang, Ia masih belum bisa melupakan kejadian di mana nyawa seorang pria harus melayang karena mobil yang dikendarainya mengalami rem blong, dan itu membuktikan jika sebenarnya ia merasa tidak aman, ada seseorang yang ingin mencelakainya, dan dia merasa jika mantan tunangannya itu adalah penyebab malapetaka itu.
"Aku tahu pasti itu kamu, Sam! Kamu pasti tidak terima kita berpisah, sehingga kamu pasti melakukan segala cara untuk membuat hidupku hancur, aku tahu betul siapa dan bagaimana kamu, kamu ingin membunuhku dengan cara yang licik, tapi aku tidak terima jika harus Norman yang menjadi korbannya, dia tidak tahu apa-apa, dan aku memang mencintainya, aku tidak pernah mencintaimu, Sam!" ucap seorang wanita yang bernama Diora, rencananya besok ia memutuskan untuk pulang ke tanah air, karena sang ayah yang sedang sakit.
Diora, wanita yang sudah hampir dua tahun memutuskan untuk tinggal di London, karena Ia ingin melupakan bayangan kematian pria yang dicintainya, Norman.
Kecelakaan mobil yang merenggut nyawa pria itu membuat Diora shok berat karena menurut polisi, mobil yang dikendarai Norman kabel rem nya terpotong dan sampai saat ini polisi belum bisa menemukan siapa pelaku sebenarnya, karena pelaku melakukannya dengan sangat rapi.
*
*
*
__ADS_1
*
Di tempat lain, Sam rupanya sedang menikmati apa yang sedang ia sentuh, benar-benar sangat menakjubkan, rasanya empuk dan juga lembab. Gerakan tangan Sam yang sangat lembut, ternyata tidak menghentikan satu jari tengahnya untuk mencoba masuk. Namun, Sam tiba-tiba menjauhkan tangannya dari sana, karena Ia merasa jika Naura sedang bersuara dan menyebut nama sang suami.
"Sam!" seru Naura sembari membalikkan badannya dan melihat sang bodyguard yang sedang menyentuh dirinya.
"Marcell!!
'Plaaakkk'
"Dasar brengsek! Apa yang kamu lakukan, hah! Kamu benar-benar brengsek, berani sekali kamu menyentuhku!" Naura benar-benar marah dan kesal, ia tak menyangka jika ada pria lain yang menyentuh dirinya selain suaminya. Tanpa pikir panjang Naura masuk ke dalam dan mengambil sebuah pisau buah yang berada di atas meja. Sementara itu Sam terus mengikuti kemana pun istrinya pergi.
Dengan emosi yang membara, Naura mencoba untuk melukai dirinya sendiri, karena ia merasa kotor karena disentuh oleh laki-laki lain, Naura merasa jijik dan tidak pantas menjadi istri Samuel Alfonso. Meskipun sang suami berwajah buruk, tapi Naura tetap menghormatinya, apalagi sang bodyguard sudah berbuat mesum kepadanya, Naura benar-benar malu dan sangat kecewa pada dirinya sendiri.
__ADS_1
"Aku wanita yang bodoh dan tak berguna, bagaimana bisa aku ceroboh sekali membiarkan pria lain menyentuhku, aku kotor, aku berdosa, maafkan aku, Sam! Aku tidak pantas untukmu." Naura berkata sembari berusaha untuk mencelakai dirinya dengan pisau itu. Namun, apa yang dilakukan oleh Naura dengan cepat, Sam segera menghentikannya.
"Naura jangan!" Sam dengan cepat mengambil pisau itu dari tangan istrinya, hingga pisau itu terlempar jauh di atas lantai. Naura pun semakin marah dan melempari sang bodyguard dengan apapun yang ada disekitarnya.
"Apa yang kamu inginkan, brengsek! Aku membencimu, biarkan aku mati, aku sudah tidak pantas menjadi istri, aku sudah menodai kepercayaan Sam. Aku sangat bodoh, sangat bodoh!!!"
"Dengarkan saya dulu, Nyonya! Ini tidak seperti yang Anda pikirkan!" sahut Sam yang mencoba untuk menenangkan istrinya.
Naura meracau sambil melempari Sam dengan benda-benda apapun yang Naura temui, hingga akhirnya sebuah vas melayang dan mengenai kepala Sam, alhasil kepala Sam berdarah dan apa yang terjadi membuat semua pelayan terbangun, tak terkecuali bi Imas.
"Astaga! Apa yang terjadi?" bi Imas melihat ruangan berantakan dan ia melihat kepala Sam yang berdarah, tentu saja apa yang Sam alami membuat bi Imas sangat khawatir, spontan bi Imas menghampiri Sam dan mencoba melihat apa yang terjadi pada sang majikan.
"Tuan muda tidak apa-apa?" ucap bi Imas yang spontan membuat Naura membulatkan matanya.
__ADS_1
"Tuan muda?" ucap Naura tak percaya, kenapa bi Imas memanggil sang bodyguard dengan sebutan Tuan muda.
...BERSAMBUNG ...