Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Mengikuti mobil Sam


__ADS_3

Setelah keduanya selesai berciuman, Sam mengajak pulang istrinya dan melanjutkannya di rumah.


"Ayo kita pulang! Kita lanjutkan di rumah saja, itu akan lebih nikmat." Bisik pria itu dengan senyum seringainya. Naura membalasnya dengan senyuman nakal.


Akhirnya, kedua pasangan itu pulang dengan saling berpelukan, Sam membawa Naura untuk masuk ke dalam mobilnya, sementara dari kejauhan Diora membuntuti mobil Sam, ia sangat penasaran dengan suami Naura, bagaimana bisa suara dan namanya sama dengan nama mantan tunangannya.


"Bagaimana mungkin nama dan suaranya mirip sekali dengan Sam, tapi tidak mungkin. Dia bukan Sam, Sam wajahnya tidak mungkin seperti itu, dia sangat menjijikkan dan melihatnya saja aku sangat benci. Terus? Siapa suami Naura?" Diora bermonolog sendiri sembari terus membuntuti mobil Sam dan Naura.


Hingga akhirnya tak terasa, mobil Diora ketinggalan jauh dari mobil Sam, apalagi saat itu bertepatan dengan lampu merah, terpaksa mobil Diora berhenti saat lampu merah menyala, sementara itu mobil Sam melenggang pergi ke jalan raya.


"Shiiit! Aku kehilangan mereka, aku harus cari tahu tentang siapa suami Naura," Diora mulai berpikir untuk bertanya kepada siapa tentang suami adik kandung dari almarhum Norman itu. Seketika Diora teringat akan kedua orang tua Norman yang ada di kampung.


"Pak Surya dan bu Lani, iya ... mereka pasti tahu, aku harus segera ke sana!"

__ADS_1


Hari itu juga, Diora memutuskan untuk pergi ke rumah pak Surya untuk sekedar mengetahui siapa identitas suami Naura sebenarnya.


Sementara itu, Sam dan Naura sudah tiba di Mansion mewah itu, Sam menyuruh Naura untuk tidak berjalan sendiri, dirinya yang akan membawa Naura masuk ke dalam Mansion.


"Kamu jangan turun! Biar aku gendong saja, kamu pasti kecapekan setelah jalan-jalan tadi." Ucap Sam sembari membawa tubuh istrinya untuk masuk ke dalam Mansion.


"Tapi, Sam! Aku tidak apa-apa, aku bisa jalan sendiri," balas Naura sembari tersenyum kepada suaminya. Sam tidak memperdulikan ucapan sang istri, ia tetap membawa Naura ke dalam gendongannya ala-ala bridal. Naura tampak melingkarkan tangannya pada leher sang suami. Sam terus memandangi wajah sang istri tanpa melihat ke arah depan, ia tetap melangkahkan kakinya menuju ke kamar mereka, seolah kaki Sam memiliki sepasang mata yang memudahkan dirinya untuk berjalan tanpa tersandung.


Sesampainya di dalam kamar, Sam meletakkan tubuh sang istri dan setelah itu Sam hendak pergi ke ruang kerjanya untuk mencari informasi tentang kepulangan Diora.


"Tunggu, Sam!"


Spontan Sam menoleh dan melihat ke arah sang istri yang sedang menahan tangannya untuk tidak pergi keluar.

__ADS_1


"Ada apa? Apa kamu lapar?" tanya Sam menduga, Naura menggelengkan kepalanya.


"Apa kamu haus?" kembali Sam bertanya kepada istrinya. Dan lagi-lagi Naura menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak lapar dan aku tidak haus, aku hanya ingin kamu temani sebentar, setelah aku tidur kamu boleh pergi." Seru Naura yang terus bersikap manja kepada suaminya itu.


Sam pun tersenyum dan menemani istrinya dengan tidur di samping Naura, sembari menghirup wangi rambut Naura. Hingga akhirnya tiba-tiba terdengar suara kecil yang keluar dari bibir sang istri.


"Sam!"


"Hmmm ... apa?" tanya Sam sembari mengangkat wajahnya dan menatap dalam-dalam wajah sang istri. Naura tidak menjawabnya, tapi ia segera meraih bibir Sam dan membawa Sam untuk menikmati permainan hari itu.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


.


__ADS_2