
Sore itu juga asisten Yan mengantarkan Sam pulang, dan setelahnya sang asisten pun segera pamit pulang karena ada sesuatu yang harus Ia lakukan.
"Baiklah Tuan muda, saya pamit pulang! Selamat bersenang-senang, oh ya untuk masalah Non Diora, Anda tidak perlu khawatir, dia tidak akan berani mengganggu Anda lagi, saya jamin!" seru asisten Yan sebelum dirinya pergi meninggalkan Mansion mewah milik Sam.
Sam pun percaya penuh kepada sang asisten, karena hanya asisten Yan lah yang selama ini selalu membantu dirinya memecahkan masalah, tanpa asisten Yan tidak mungkin Sam tahu tentang perselingkuhan Diora.
Sam melihat kepergian asisten Yan, orang kepercayaannya, sementara itu bi Imas tampak sedang berdiri di samping sang majikan.
"Tuan! Kenapa harus dia yang mengantarkan Anda pulang? Bukankah ada sopir baru itu? Kemana dia?" tanya bi Imas yang khawatir dengan dimana sopir baru Sam.
Sam menatap wajah bi Imas dan berkata, "Aku tidak tahu kemana dia pergi, mungkin Mas Ji masih sibuk ngopi dengan warung, biarkan saja, Bi. Memang seharusnya aku pulang jam segini, aku memang menyuruh dia untuk datang jam tujuh malam, tapi nyatanya sekarang baru jam lima sore, ya sudahlah tidak apa-apa." Mendengar ucapan dari Sam, sejenak bi Imas cemas, kenapa Norman harus pergi tanpa sepengetahuan Sam, apa jangan-jangan sang keponakan sudah mengetahui identitas aslinya.
__ADS_1
"Kemana Norman? Aku berharap dia baik-baik saja, aku khawatir jika rahasia Norman akan terbongkar dan dia akan menculik Norman. Ya Tuhan! Semoga saja Norman baik-baik saja," gumam bi Imas yang berharap akan keselamatan Kakak kandung Naura itu.
Sam masuk ke dalam kamar di mana sang istri sudah menunggunya sedari tadi. Bibirnya tersenyum merona, saat dirinya melihat sang istri yang sedang berdiri di depan jendela sembari membelakangi suaminya.
Naura terlihat begitu menggoda, ia sengaja ingin memberikan surprise kepada Sam dengan gaun lingerie yang baru saja dihadiahkan oleh Sam padanya, seminggu sekali Sam menghadiahkan tiga gaun lingerie yang harganya tak main-main, harga untuk gaun transparan itu mencapai nominal puluhan juta, padahal saat Naura memakainya, tak jarang Sam pasti merobeknya dan membuat lingerie itu tak berbentuk.
Sama halnya hari ini, gaun seksi yang dipakai Naura saat ini adalah g-string dengan model yang amat terbuka, kain itu begitu menerawang menembus setiap lekukan tubuh indah istri seorang Samuel Alfonso.
Tak butuh waktu lama, Sam kini sudah berada di belakang Naura, harum parfum Naura yang sangat menggoda memaksa Sam untuk menyibakkan rambut Naura yang menutupi leher indahnya. Sementara itu kedua tangannya sudah melingkar sempurna pada pinggang sang istri, memeluknya penuh mesra.
"Hmmm ... kamu sangat menggudaku, Sayang!" bisik pria itu dengan nafas yang memburu. Naura memejamkan matanya, tatkala setiap sentuhan yang Sam berikan padanya sungguh membuat gelora asmara nya kian membumbung tinggi.
__ADS_1
Spontan kedua tangan Naura merremas rambut sang suami, terasa begitu menggelitik ketika Sam mencumbu istrinya dengan begitu lincah.
"Sam ... jangan teruskan! Kamu belum mandi, Sayang!" ucap Naura sembari membalikkan badannya, ia melihat tatapan mata sang suami yang penuh dengan gairah, tatapan liar yang sangat membuat Naura tidak bisa lepas.
"Aku tidak bisa menundanya lagi, ini darurat, Sayang! Kamu terlalu menggoda ku." Sam berkata sembari menarik gaun tipis itu sehingga keadaan nya sudah tidak berbentuk lagi, setelah kain luar terjatuh perlahan di atas lantai, kemudian Sam membuka ikatan tali yang mengikat kain penutup tempat terindah milik sang istri.
'Set' satu ikatan terlepas, Naura membulatkan matanya saat Sam membuka ikatan tali yang satunya.
"Sam!!" Naura semakin mencengkram erat lengan sang suami tatkala benda itu terjatuh di sebelah kaki jenjangnya. Dan akhirnya ...
...BERSAMBUNG...
__ADS_1