
Suasana dalam kamar yang semakin gelap, karena Sam memang sengaja tidak menyalakan lampu kamar, semakin leluasa dirinya melepaskan rindu kepada sang istri yang sedari kemarin selalu membuatnya menahan rasa ingin menyentuhnya.
Sementara di sisi lain, lagi-lagi Naura bermimpi jika dirinya bertemu lagi dengan sosok yang mirip dengan sang bodyguard, dalam mimpinya Sang Bodyguard tampak sedang mencumbunya, entah kenapa Naura tidak menolaknya, justru Naura menikmati setiap sentuhan yang diberikan oleh sang bodyguard dalam mimpi itu.
"Marcell! Bagaimana bisa dia hadir dalam mimpiku lagi, tidak-tidak ini tidak boleh, tapi kenapa aku tidak bisa menghindarinya, ya Tuhan! Ada apa ini." Naura merasa mimpi itu seperti nyata, dan Ia biarkan sang bodyguard menyentuh dirinya, dalam keadaan tidak sadar Naura tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Karena dalam bayangan mimpi itu sentuhan yang diberikan Marcell sama persis dengan apa yang dilakukan oleh sang suami.
"Sam ... aku merasakan kehadiranmu, Sayang! Sentuhan ini, ciuman ini, tangan lembut ini, tubuhku merespon jika ini adalah sentuhan suamiku."
Dalam mimpi itu terasa sangat nyata, seolah Naura sedang bersama sang suami, dengan mata yang masih terpejam, tentu saja Naura merespon apapun yang Sam lakukan, tentu saja Sam tersenyum bahagia, seperti saat malam pertama mereka, Naura juga tidak sadar jika dirinya terjebak dalam mimpinya. Seolah-olah dirinya sedang bercinta dengan sang si buruk rupa.
Tak menyia-nyiakan kesempatan, Sam pun melepaskan rindunya kepada wanita yang kini sedang mengandung anak mereka, dengan sangat lembut Sam mencium perut istrinya dan Naura pun hanya menggeliat tanpa membuka kedua matanya.
"Halo, Sayang! Anak Daddy, doakan saja semoga Mommy mu tidak terbangun, biar Daddy bisa jenguk kamu sekarang, hmm!" bisik Sam pada sang anak yang masih berada di dalam rahim Naura. Dan akhirnya, kesempatan Sam untuk mencurahkan segala kerinduannya semakin terbuka lebar.
__ADS_1
Rupanya Naura sudah sangat basah sehingga membuat Sam semakin tergila-gila, pria itu pun mulai menyiapkan dirinya untuk masuk ke dalam sana dengan sangat perlahan.
Sama halnya dalam mimpi, Sam juga mulai menyatukan raga mereka dalam suasana yang syahdu itu.
"Ah ... Sam ... aku mencintaimu, aku sangat merindukanmu, Sayang! Aku tahu ini kamu, emm ... teruskan!!!"
Tak terasa Naura mengigau dalam tidurnya, Sam pun cuma bisa tersenyum, akhirnya dirinya bisa menyempatkan diri untuk melepaskan kerinduannya kepada sang istri. Di atas ranjang big size itu, Sam yang sedang menyamar sebagai bodyguard, tampaknya sedang menikmati saat-saat mesra bersama sang istri, tentu saja Naura hanya bisa merasakan kenikmatan itu sembari memejamkan matanya, seolah-olah Sam saat itu sedang bersamanya.
"Sam ... jangan tinggalkan aku, tetaplah di sini, Sayang! Aku sangat membutuhkanmu." Seru Naura disela-sela dirinya digoyang gempa tektonik dengan kekuatan sedang, sangat nikmat dan sangat menggairahkan.
Hampir setengah jam, Sam pun merasakan jika dirinya akan segera menuntaskan hasratnya, dengan cepat Ia menarik pistol itu dari tempatnya dan Ia tembakkan di luar, Ia khawatir jika Ia tembakan di dalam, maka Naura akan curiga, karena bekas cairan itu pasti masih tersisa di dalam sana dan mengalir keluar sehingga terasa becek. Dan pastinya Naura akan terkejut ketika ia merasakan ada sesuatu yang berbeda dari tempat pribadinya.
Setelah Sam menyelesaikan tugasnya, Ia segera mencari tisu basah untuk mengelap cairan yang ada di atas perut Naura, dan setelah itu Ia kembali menutup pakaian sang istri dalam kondisi semula, seolah-olah tidak terjadi apa-apa dengan Naura.
__ADS_1
Setelah Sam memasang kembali kancing kemeja sang istri, Ia pun mulai memakai kembali celana dan bajunya yang ia lepaskan semuanya. Tentu saja Sam menyalakan kembali lampu kamar. Hingga akhirnya tiba-tiba saja ia merasa jika Naura mulai terbangun dari pingsannya, gerakan tubuh Naura dan terdengar suaranya yang seolah-olah gadis itu terbangun, spontan membuat Sam kalang kabut dan dirinya berusaha untuk sembunyi di bawah kolong tempat tidur mereka.
"Gawat! Naura bangun, semoga saja dia tidak melihatku di sini." batin Sam yang saat itu dirinya cepat-cepat sembunyi sebelum Naura benar-benar membuka matanya.
Sementara itu, Naura mulai terbangun dan membuka kedua matanya, entah kenapa tiba-tiba saja dirinya merasa berat untuk bangun, seolah-olah baru saja ada sesuatu yang menindih tubuhnya.
"Astaga! Apa yang terjadi denganku?" Naura bertanya kepada dirinya sendiri, ia pun melihat bajunya yang masih utuh, tapi entah kenapa ia merasa ada sesuatu yang berbeda pada tempat pribadinya, seolah dirinya merasa jika dirinya baru saja bercinta dengan suaminya, karena denyutan itu masih tersisa meskipun Sam sudah melepaskan senjata laras panjang miliknya.
Sejenak, Naura teringat jika dirinya baru saja bermimpi jika sedang bercinta dengan sang suami, terlihat senyum terukir dari bibir mungil Naura.
"Hmmm ... mungkin saja itu efek karena aku sedang bermimpi bercinta dengan suamiku, hmm Sam ... nggak di dunia nyata ngga di mimpi, kamu benar-benar hebat dan rasanya tetap enak," ucap Naura sembari beranjak pergi ke kamar mandi.
Tentu saja Sam yang saat itu sedang bersembunyi di bawah kolong tempat tidur, terlihat tersenyum sumringah, akhirnya sang istri tidak menyadari jika sebenarnya mimpi itu adalah benar adanya.
__ADS_1
"Naura! Itu bukan mimpi, Sayang! Itu memang aku, Sam suamimu!" Sam membatin sembari tersenyum bahagia.
...BERSAMBUNG...