Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Tatapan orang-orang


__ADS_3

Hari berganti hari, Sam dan Naura semakin mesra, mereka sering menghabiskan waktu bersama, layaknya pasangan yang sedang kasmaran, kedua sejoli itu tidak pernah lepas sedetikpun, bahkan keduanya pun sudah berani tampil di muka umum. Bila mereka berada di luar rumah, pasti banyak orang yang memandang mereka aneh, pasalnya seperti di negeri dongeng, pasangan ini bagaimana beauty and the beast, si cantik dan di buruk rupa.


Setiap orang yang melihat kemesraan mereka, tentu saja dibuat geleng-geleng kepala, bagaimana tidak, Naura terlihat begitu mencintai Sam, setiap mereka berdua berjalan, Naura selalu menyandarkan kepalanya pada pundak sang suami dengan tangan yang saling berpaut.


Sam hanya tersenyum smirk kala orang-orang membicarakan tentang mereka berdua.


"Lihat tuh! Kok mau-maunya si cewek nemplok gitu, ih lihat muka cowoknya serem!"


"Kayak langit dan bumi, ya!"


"Idih kayak nggak ada cowok cakep aja, dia kan cantik masa mau sama cowok buruk rupa itu."


"Kasihan sesembaknya."


"Udah! Biarin aja, toh dia nyaman sama tuh cowok, itu artinya si cewek nggak mandang fisik, cintanya tulus ngga malu punya pasangan jelek."

__ADS_1


"Kalau seperti itu, beruntung sekali tuh cowok dapat cewek yang sempurna iya, kan?"


"Bener-bener, seribu banding satu."


Naura yang mendengar beberapa orang membicarakan mereka, Ia pun semakin mempererat genggaman tangannya kepada Sam, seolah dirinya tidak akan pernah malu jalan dengan seorang yang buruk rupa seperti suaminya.


Sam pun mencoba bertanya kepada sang istri. "Naura!"


"Hmm!!"


Naura kemudian berhenti dan menghadap ke arah sang suami sembari menatapnya dalam-dalam.


"Aku nggak peduli dengan pandangan orang-orang, biarin aja mereka menilai sesuka hati mereka, yang tahu hanya aku, kamu pria yang tampan Sam, hatimu sangat tampan." Balas Naura sembari tersenyum kepada sang suami. Sam yang selalu menutupi wajahnya dengan Hoodie Jumper, terlihat mengulas senyum tatkala ia mendengar ucapan dari sang istri. Kemudian Ia pun mencium kening istrinya, dan disaksikan banyak pasang mata.


"Ini benar-benar pasangan langka."

__ADS_1


"Wow gila, si cewek mau-maunya di cium seperti itu, ihh nggak bisa bayangin saat pria itu menyentuh kulit yang lain, kok geli sendiri sih."


"Kalau aku jadi si cewek, aku bakal lari sekencang-kencangnya, nggak bakalan bisa nafsu lihat cowok sejelek itu,"


"Bisa jadi cowok itu memang jelek, tapi siapa tahu dalamnya ngga sejelek mukanya, buktinya tuh cewek lengket banget."


"Eh tunggu-tunggu! Bukankah itu Tuan muda Sam yang sedang mencari Ibu yang mau melahirkan anaknya nanti, iya nggak sih!"


"Waaahhhh kayaknya tuh, gila ya! Kok mau sih tuh cewek disentuh oleh Tuan muda Sam, hiii geli sendiri."


"Banyak perempuan yang ogah ikut sayembara itu, gimana mau melahirkan anak Tuan Sam, lihat mukanya aja udah lari,"


Kehadiran Sam dan Naura mendapatkan sorotan yang luar biasa, mereka tidak menyangka jika Sam akan mendapatkan calon ibu untuk anaknya bukan wanita biasa, tapi seorang wanita dengan paras yang menawan. Dan itu cukup menggemparkan dunia.


Setelah itu, Sam dan Naura pun melanjutkan perjalanan mereka tanpa perduli dengan ucapan orang-orang sekitarnya, meskipun Sam sedikit pendiam karena Ia memperhatikan omongan orang-orang yang lewat mengenai penampilan dirinya.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2