
Sam mempersilahkan Diora untuk menjelaskan keinginannya untuk bertemu dengan sang istri.
"Katakan padaku! Apa yang ingin kamu katakan?" Sam bertanya sembari menatap tajam ke arah Diora. Diora sepertinya tidak punya pilihan lain selain berkata terus terang tentang apa yang diketahuinya.
"Sam! Aku sudah tahu semuanya, tentang dirimu dan juga Naura, dan aku tahu jika sebenarnya wajahmu tidak seburuk ini, untuk apa kamu memakai topeng itu, aku sudah tahu semuanya dan aku sudah melihat wajah aslimu saat kita bertemu di taman kota saat itu." Diora mengatakan semuanya tentang apa yang ia ketahui dari kedua orang tua Naura jika Samuel Alfonso adalah suami Naura.
Sam pun tidak bisa lagi menyembunyikan rahasia dirinya yang sudah diketahui oleh Diora, ia pun melepaskan topeng itu dari wajahnya. Diora melihat wajah asli Sam yang baru saja terlepas dari topeng yang menutupinya. Sejenak Diora menundukkan wajahnya dan meminta maaf jika dirinya pernah membuat Sam kecewa.
"Tujuan ku ke sini adalah untuk meminta maaf kepadamu, Sam! Aku sadar apa yang aku lakukan padamu sangat jahat sekali, aku meninggalkan mu begitu saja tanpa ada sebab, hanya karena kamu sedang mengalami kecelakaan dan membuat wajahmu buruk rupa membuat ku berpaling darimu, tapi percayalah! Aku tidak pernah bermaksud untuk menyakitimu, waktu itu aku sangat takut, ada seorang laki-laki yang menyatakan cintanya padaku dan ia memaksaku untuk mencelakai mu jika aku tidak meninggalkanmu, karena aku takut terjadi sesuatu yang lebih buruk kepadamu, maka aku terpaksa memutuskan hubungan kita, dan aku tahu tidak mungkin aku untuk menerima cintanya karena aku memang tidak mencintainya, setelah aku memutuskan hubungan denganmu, aku bertemu dengan Norman, dan saat itu aku merasa nyaman dengannya karena sebelumnya kami sudah saling mencintai sejak dulu, dan mulai saat itu aku memutuskan untuk pergi dengannya, tapi sayangnya pria itu tahu hubungan ku dengan Norman, sehingga dia memanasi kamu jika aku sudah berselingkuh dengan Norman, padahal kenyataannya tidak seperti itu, percayalah Sam! Aku tidak berbohong."
__ADS_1
Sam mendengarkan secara seksama apa yang diungkapkan oleh Diora, sejenak Sam mengerutkan keningnya siapa sebenarnya pria yang dimaksudkan oleh Diora.
"Siapa laki-laki itu? Apa aku mengenalnya?" pertanyaan Sam membuat Diora mendekati pria itu dan ia tidak ingin apa yang ia sampaikan sampai terdengar oleh pelayan Sam.
Kemudian Diora membisikkan sesuatu pada telinga Sam, untuk sejenak Sam mengepalkan tangannya saat ia mendengar apa yang dibisikkan oleh Diora padanya, di saat yang bersamaan tiba-tiba saja Naura melihat mereka yang sedang berbisik, gadis itu penasaran dengan apa yang terjadi di luar. Ia pun memutuskan untuk keluar kamar, dan Ia pun dikejutkan dengan Diora yang sedang berbisik pada telinga sang suami. Spontan Naura turun dan menghampiri Diora yang sedang mendekati sang suami. Tanpa basa-basi Naura menarik tangan Diora dan langsung menampar pipi wanita itu.
"Dasar wanita gatel, berani kamu mendekati suamiku, murahan! Ternyata dugaan ku salah selama ini, aku pikir kamu memang mencintai kakakku, tapi ternyata kamu sangat masih berani mendekati suamiku, apa mau mu!!" Naura marah semarah-marahnya dan Sam pun langsung menenangkan sang istri yang sedang salah faham.
"Naura-Naura sudah! Kendalikan dirimu ini tidak seperti yang kamu pikirkan, aku dan Diora tidak ada hubungan apa-apa!" Jelas Sam sambil menatap wajah sang istri yang terlihat begitu emosi.
__ADS_1
Diora yang saat itu sedang memegang pipinya, ia pun mencoba menjelaskan tentang kebenarannya kepada adik dari orang yang dicintainya itu.
"Sam benar, Naura! Percayalah, kami tidak ada hubungan apa-apa lagi, aku datang ke sini bukan untuk Sam, tapi untuk Kakakmu, Norman!!"
Seketika Naura menatap Diora saat wanita itu menyebut nama sang Kakak.
"Apa! Kakak??"
...BERSAMBUNG...
__ADS_1