
Sementara itu di kantor, Sam telah tiba di ruang kerjanya, sang asisten menyambut kedatangan sang Bos dan memberikan laporan untuk rapat penting hari ini.
"Bos! Hari ini kita akan bertemu dengan seorang perwakilan dari perusahaan Tuan Douglas, kita akan membicarakan tentang proyek baru kita yang bekerja sama dengan perusahaan mantan calon mertua Anda. Apa Anda sudah siap?" Asisten Yan memberikan schedule untuk pertemuan dengan perwakilan dari perusahaan Tuan Douglas.
"Jam berapa kita rapat?" tanya Sam.
"Sekitar jam sepuluh."
"Baiklah! Kita akan datang." Sam pun masih memiliki hubungan kerjasama yang baik dengan perusahaan Tuan Douglas, meskipun sang putri sudah membuatnya kecewa. Tapi sekarang, Sam sudah melupakan kejadian itu karena dirinya sudah bahagia bersama Naura.
__ADS_1
Sejenak Sam menyandarkan punggungnya pada kursi kebesarannya, sebenarnya ia sedikit ragu untuk mengikuti rapat tersebut, karena Ia sudah mengetahui jika sang mantan tunangan sudah kembali ke Indonesia, tidak menutup kemungkinan Diora akan menggantikan posisi Tuan Douglas untuk memimpin perusahaan.
Sang asisten mengerutkan keningnya, apa yang sebenarnya terjadi pada bosnya itu.
"Bos! Apa yang Bos pikirkan? Kenapa Anda terlihat memikirkan sesuatu, apa semalam Anda tidak mendapatkan belaian kasih sayang?" celetuk sang asisten yang melihat wajah penuh cemas pada seorang Samuel Alfonso.
Sam tersenyum dan menatap wajah sang asisten, "Bukan itu, kalau soal itu aku sudah sangat terpuaskan. Ada sesuatu yang membuatku sedikit kepikiran," ungkap Sam yang masih belum dimengerti oleh Asisten Yan.
"Diora! Kemarin aku melihat Diora di taman kota, " ungkap Sam yang seketika membuat sang asisten sangat terkejut, pasalnya asisten Yan tahu betul jika Diora sudah membuat Bosnya itu marah dengan menyelingkuhi sang Bos dengan pria lain.
__ADS_1
"Apa, Bos? Non Diora sudah pulang ke Indonesia? Dan apakah dia bisa mengenali wajah Bos? Secara Bos sekarang kulitnya berbeda, eh maksud saya wajahnya sudah berbeda, lebih keren tentunya," tanya Asisten Yan serius.
"Iya, beruntung Diora tidak mengenaliku, dan yang mengejutkan lagi dia bertemu dengan istriku, kamu bisa bayangkan jika Diora tahu kalau sebenarnya suami Naura adalah aku, mantan tunangannya, pasti Diora akan menuduhku yang macam-macam, dan dia akan mempengaruhi Naura untuk membenciku juga, dan Diora pasti membuka aib jika aku lah yang merusak rem mobilnya dan akhirnya Norman yang menjadi korbannya, beruntung aku sudah menyakinkan Naura jika aku bukanlah pelakunya," ungkap Sam.
"Nyonya percaya kepada Anda?" tanya Asisten Yan yang tidak menyangka jika Naura bisa begitu percaya kepada Bosnya.
"Iya dia percaya, dan sekarang aku akan mencari tahu siapa sebenarnya dalang dibalik semua ini, agar aku bisa menjebloskan pelaku yang sesungguhnya ke dalam penjara, pelaku itu masih melenggang bebas, dan tidak lama lagi aku akan mendapatkan siapa pelaku itu, tidak perduli dia adalah orang-orang terdekatku, aku tidak akan memaafkan nya, karena gara-gara dia, istriku kehilangan kakak satu-satunya, untuk saat ini aku tidak perduli dengan perasaan ku, karena sekarang aku lebih perduli dengan perasaan Naura, aku sudah berjanji padanya akan segera mencari pelaku yang sudah membuat Norman meninggal dunia."
Mendengar ucapan dari sang Bos, asisten Yan tampak kagum, ternyata sang Bos sangat mencintai istrinya melebihi dulu saat masih berhubungan dengan Diora.
__ADS_1
"Sepertinya Anda sudah benar-benar melupakan Non Diora, Bos! Saya ikut senang." Sang Asisten mengungkapkan perasaannya yang turut berbahagia jika Sam sudah tidak memikirkan Diora lagi, karena nyatanya Naura lah yang sudah berhasil menggenggam hati seorang Bos yang terkenal dingin itu.
...BERSAMBUNG...