Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Berjalan dalam tidur


__ADS_3

"Tidak-tidak, kalau aku datang ke kamarnya, terus mengatakan jika bodyguard nya itu adalah suaminya sendiri, apa dia bisa terima dengan keadaanku seperti ini? Nggak-nggak, kayaknya aku harus tahan dulu. Naura! Maafkan aku, sepertinya aku harus menutup video call nya, sebelum aku benar-benar tidak bisa menahannya." batin Sam yang berusaha untuk mencari cara agar dirinya bisa menutup ponselnya.


Sam pun berpura-pura seolah sinyalnya eror, sehingga terdengar suara semakin kecil dan gambar semakin tidak jelas, karena Sam menggoyang-goyangkan ponselnya supaya terkesan nyata.


"Em ... Sayang! Sepertinya kita udahan dulu, di sini tempatnya nggak enak, susah sinyal, besok aku telepon lagi, bye!" kata terakhir sebelum Sam menutup teleponnya.


Akhirnya, percakapan malam itu berakhir, dan Naura tidak bisa berbuat apa-apa, setidaknya dia sudah mengatakan kepada suaminya jika dirinya kini tengah mengandung.


"Hmm ... ya sudah! Lebih baik aku istirahat saja, setidaknya aku sudah berbicara dengan Sam, dan dia sudah tahu jika aku sedang mengandung anaknya." Ucap Naura sembari memakai piyama tidurnya. Dan malam itu Naura beranjak tidur, sementara di tempat lain, Sam melepaskan topengnya dan Ia terlihat begitu gusar, karena apa yang baru ia saksikan membuat nya tidak tenang.


"Ah sialan! Kenapa aku tidak bisa tidur, Naura benar-benar sudah sangat menggodaku," ucap Sam yang malam itu dirinya benar-benar tidak bisa memejamkan mata.


Hingga akhirnya jam menunjukkan pukul setengah dua dini hari, tetap saja Sam masih terjaga, sangat terngiang-ngiang bayangan rerumputan yang dibabat habis oleh istrinya, pasti sensasinya sangat berbeda, dan itu membuat Sam penasaran.

__ADS_1


Karena tidak bisa tidur, akhirnya Sam memutuskan untuk keluar dari kamarnya, agar dirinya bisa menenangkan diri setelah mendapatkan ujian terberat, yaitu menahan rasa ingin bercinta dengan sang istri.


Sam keluar dan tanpa sengaja melihat Naura yang juga keluar dari kamarnya, Ia melihat istrinya itu sedang berjalan menuju ke arah dirinya.


"Naura! Sedang apa malam-malam begini, kenapa dia belum tidur? Apakah dia juga merasakan hal yang sama sepertiku?" ucap Sam lirih, kemudian Ia memperhatikan wajah istrinya yang sepertinya kedua mata Naura sedang terpejam, tentu saja itu membuat Sam khawatir, apakah Naura memang sudah sadar ataukah dirinya mengalami berjalan dalam tidur.


"Naura! Kenapa matanya masih terpejam? Tapi langkah kakinya sedang menuju ke sini? Jangan-jangan Naura sedang mengalami berjalan dalam tidur?" batin Sam yang dirinya mulai menghampiri sang istri yang saat itu sedang berjalan santai, tapi tetap dalam kondisi memejamkan mata.


Sam mendekati Naura dan memperhatikan dalam-dalam apa yang terjadi pada istrinya, kemudian Sam mencoba memanggil nama sang istri, berharap Naura bisa mendengarkannya.


Sesampainya di balkon utama, Naura berhenti dan Sam pun ikut berhenti.


"Em Nyonya Naura, apa yang Anda lakukan di sini? Di sini udaranya dingin, Nyonya, sebaiknya Anda masuk ke kamar." Seru Sam y

__ADS_1


kepada istrinya. Namun, rupanya masih belum ada jawaban dari mulut Naura, gadis itu masih terdiam hingga akhirnya karena Sam penasaran, Ia pun mencoba memeriksa kondisi Naura, apakah benar-benar jika Istrinya itu masih tertidur, perlahan Sam mencoba untuk mencium pipi Naura. Jika seandainya Naura terbangun, itu Sam harus bisa mengatasi dan mencari alasannya.


"Cup"


Kecupan manis itu mendarat pada pipi Naura, dan tetap sama, Naura tidak membuka kedua matanya, sehingga Sam pun lebih leluasa untuk melakukan hal yang lebih.


"Hmm ... ternyata istriku memiliki gangguan tidur, berjalan saat sedang tertidur, well! Ini bagus untukku, setidaknya sebelum dia sadar, aku bisa menuntaskan rasa penasaranku." batin Sam sembari memeluk istrinya dari belakang.


Tentu saja Sam menyandarkan kepalanya pada pundak sang istri dan berkali-kali menciumnya.


"Hmm ... harum ini selalu membuatku candu dan aku tidak bisa melupakannya." Sam terlihat menikmati setiap sentuhan yang ia berikan kepada Naura, tapi Sam juga tahu diri, ia tidak ingin terlalu heboh mengingat Naura saat itu belum tersadar.


Tangan Sam tanpa sengaja berjalan-jalan menyusup ke dalam piyama tidur sang istri, entah apa yang dia cari. Hingga akhirnya, Sam meraba suatu tempat yang sudah membuatnya pusing setengah mati.

__ADS_1


"Oh God! Naura benar-benar membabatnya habis, terasa sangat halus dan aahhh ... shiiit!" batin Sam yang mulai kembali panas dingin.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2