Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Sam menemui Diora


__ADS_3

Sam pun segera memakai bajunya dan menemui Diora yang sedang berada di luar pagar Mansion miliknya, Naura pun berniat untuk ikut bersama sang suami, tapi Sam melarangnya dengan alasan Ia tidak ingin Diora mencelakainya, karena pastinya Diora akan tahu siapa sebenarnya Naura.


"Aku ikut!" pinta Naura kepada sang suami. Sam berusaha untuk menenangkan istrinya dan berkata, "Tidak perlu! Kamu di sini saja, biar aku yang menemui dia, aku yakin sekali dia ingin bertemu denganku, bertemu dengan Sam si buruk rupa, jangan khawatir! Dia tidak akan berani macam-macam dengan ku, percayalah!" Sam pun berhasil meyakinkan istrinya dan Naura pun akhirnya menuruti perintah sang suami, meskipun sebenarnya dirinya sangat penasaran dengan maksud kedatangan Diora.


Sam kembali memakai topeng palsunya karena tentunya ia masih menganggap jika Diora masih belum mengetahui identitasnya yang sebenarnya adalah pria yang Diora temui sebagai suami Naura. Padahal sebenarnya, Diora sudah tahu rahasia Sam yang sudah melakukan perubahan pada wajahnya.


Naura melihat bagaimana sang suami sedang memasang topengnya, sejenak Naura terhenyak, ternyata sang suami pandai sekali menyembunyikan wajah aslinya yang sebenarnya sangat tampan berubah menjadi sosok yang mengerikan.

__ADS_1


Naura tersenyum melihat penampilan sang suami yang seperti saat dirinya bertemu untuk pertama kali.


"Sam si Tuan buruk rupa, sekarang aku melihatnya lagi," seru Naura sembari menatap wajah sang suami yang kini sudah berubah menjadi jelek. Sam tersenyum dan setelah itu Ia segera keluar dari kamar, sebelum dirinya keluar dari kamar Sam berkata sembari mengusap wajah sang istri, "Sam memang buruk rupa, tapi cukup istriku saja yang tahu ketampanan suaminya, wanita lain tidak perlu memandangnya."


Setelah mengatakan hal itu, Sam segera pergi meninggalkan Naura yang masih berada di dalam kamar, sejenak Naura tertawa kecil dengan kekonyolan suaminya. Sementara itu Sam segera keluar menemui Diora yang sedang berada di luar pagar.


"Nona Diora! Sudah cukup kesabaran saya, sebaiknya Anda pergi saja dari sini, Tuan Sam tidak akan pernah mau bertemu dengan Anda lagi, Anda adalah pengkhianat! Anda sudah menyakiti Tuan muda dan saya sangat tidak suka itu," seru bi Imas yang membuat Diora mengerutkan keningnya. Bagaimana bisa bi Imas ikut-ikutan benci kepada dirinya, padahal Diora tidak pernah sekalipun membenci bi Imas.

__ADS_1


"Bi Imas! Bi Imas membenci saya? Kenapa? Saya tidak pernah menyakiti bi Imas, oke! Mungkin bi Imas kecewa dengan sikap saya yang meninggalkan Sam, iya saya memang salah. Saya tidak berterus terang kepada Sam jika saya tidak pernah mencintainya, saya memang pantas untuk dibenci, dan saya ke sini ingin mengatakan semuanya kepada Sam, semuanya dan juga tentang Norman yang masih hidup, tolonglah Bi! Saya berjanji tidak akan bilang kepada Sam jika Bibi sudah merahasiakan kebenaran ini, saya tahu kekhawatiran bi Imas, percayalah! Sam tidak akan membenci bi Imas, saya tidak akan membocorkan rahasia itu, saya janji!!"


Bi Imas pun tetap tidak percaya dengan ucapan Diora, wanita itu tetap ingin Diora pergi dari rumah Sam dan ia meminta satpam untuk mengusirnya dengan segera.


"Saya tidak percaya dengan ucapan Anda, Nona, pergilah! Biarkan kami hidup tenang, dan jangan lagi datang ke rumah ini, jangan tanyakan lagi tentang berita Norman, Tuan muda tidak butuh penjelasan dari Anda," seru bi Imas yang tanpa sengaja didengar oleh Sam yang kini sedang berdiri di belakang nya.


"Apa maksud Bibi dengan berita tentang Norman?" suara Sam sangat mengejutkan bi Imas dan Diora. Seketika bi Imas menoleh ke belakang dan melihat sang majikan yang sedang berdiri menatapnya tajam.

__ADS_1


...BERSAMBUNG...


__ADS_2