
Sam menatap wajah sang bayi yang saat itu sedang tertawa terpingkal-pingkal, ia hanya bisa menghela nafas panjang, sementara itu Naura hanya bisa tertawa kecil sembari menutupi tubuh polosnya dengan selimut. Bukannya menangis Baby Meisie justru tertawa sambil mengoceh kegirangan.
"Dasar anak nakal! Kamu sudah membuat kepala Daddy pusing setengah mampus," seru Sam sembari menggendong putrinya dan menempelkan baby mungil itu di dadanya, kemudian Sam mengelus-elus punggung sang anak dengan lembut.
Sam terdengar bernyanyi-nyanyi kecil agar sang baby kembali tidur, meskipun tak bisa dipungkiri jika kepala bawah Sam teramat pusing karena menggantung lemas tak berdaya.
Naura tak henti-hentinya tertawa kecil sehingga membuat Sam berkata, "Kamu kenapa dari tadi tertawa terus, kamu nggak kasihan sama aku? Dari tadi nggak bisa merasakan kebersamaan kita, mana hampir saja sampai puncak, eh ... nih bocah bangun!" seru Sam sembari mencium putrinya gemas.
"Sabar dong, Sayang! Udah resikonya sekarang ada dia diantara kita, lagipula kamu juga kan yang menginginkan nya, itu tandanya Baby kita belum izinin kamu untuk mendekati Mommy nya," balas Naura.
"Hmm ... iya kamu benar, kehadiran bayi kita membuatku menjadi seorang pria yang sempurna, kalian berdua adalah hidupku," balas Sam yang terus berusaha untuk membuat anaknya tidur.
Setelah cukup lama Sam berusaha untuk menidurkan putrinya, akhirnya setelah perjuangan setengah jam berdiri menidurkan baby Meisie, akhirnya bayi cantik itu tertidur dalam gendongan sang Daddy. Dan Naura pun terlihat ikut tertidur karena menuggu Sam yang masih bernyanyi-nyanyi kecil agar baby mereka tidur.
"Ah ... akhirnya kamu bobo juga, Sayangku! Kamu bobo yang cantik dulu ya, Nak! Jangan bangun dulu, apa kamu nggak kasihan sama Daddy? Kali ini biarkan Daddy melanjutkan tugas negara yang belum selesai, jika tidak kepala Daddy tidak akan pernah bisa sembuh," ucap Sam sembari meletakkan tubuh mungil Baby Meisie di tempat tidur dengan sangat pelan. Kali ini Sam meletakkan bayi mereka pada box bayi khusus untuk Baby Meisie.
"Ah ... kamu bobo ya, Sayang! Ingat, jangan bangun dulu sebelum Daddy menyemburkan calon adik-adikmu, kamu mau ada temannya, kan? Nanti Daddy buatin adik biar kamu nggak kesepian, ya!" ucap Sam lirih sembari meletakkan kepala sang baby dengan sangat hati-hati.
__ADS_1
Pada akhirnya, Sam berhasil meletakkan baby cantik itu pada tempat tidurnya, seolah Baby Meisie tahu apa yang dikatakan oleh sang Daddy, bayi mungil itu tampak tertidur dengan sangat pulas.
Setelah melihat sang anak yang sudah tertidur pulas, Sam pun perlahan menjauhi sang Baby dan beranjak untuk mendekati istrinya yang saat itu sudah tertidur pulas.
Sam melihat Naura tidur dengan posisi memeluk sebuah guling, Sam pun menyeringai, dengan sangat perlahan Sam masuk dan menyelinap ke dalam selimut, setelah itu Ia pun memeluk istrinya dari belakang.
"Hmm ... Naura! Kamu sudah tidur?" bisik Sam sembari meraba-raba buah pepaya yang masih menggantung itu.
"Hmmm ... ngantuk, Sam!" balas Naura dengan suara malas karena matanya tidak kuat untuk membukanya.
"Hmm ... tidurlah, Sayang! Aku cuma melanjutkan aktivitas kita yang tertunda, hmm ini pasti sangat nikmat!!" bisik Sam sembari menempelkan tubuhnya kepada sang istri.
Naura yang semula mengantuk, kini ia membuka matanya lebar-lebar tatkala sesuatu menerobos masuk ke dalam inti tubuhnya.
"Sam ... kamu hmm!!" suara rintihan nan manja keluar dari bibir cantik Naura, sesekali Naura menutup mulutnya karena ia tidak ingin suara mendesaah nya terdengar oleh bayi mereka, meskipun dengan suara yang tertahan, Naura tetap bisa merasakan kenikmatan yang sudah Sam ciptakan, keduanya pun bersama-sama menikmati indahnya percintaan yang sempat tertunda.
Sam sendiri tidak berani terlalu keras bergoyang, karena Ia tidak ingin membuat suara-suara berisik yang pastinya bisa membuat bayi mereka terbangun, hanya suara deru nafas mereka yang saling berkejaran satu sama lain. Setelah hampir setengah jam mereka bergulat dengan keringat yang saling menyatu, akhirnya keduanya telah mencapai puncak bersama.
__ADS_1
Setelah keduanya kelelahan dan tertidur, tiba-tiba terdengar ponsel Naura berdering, Naura segera mengambil ponselnya yang ia letakkan di atas meja di samping tempat tidurnya, setelah itu Ia segera mengangkat telepon yang ternyata dari Norman sang kakak.
"Halo!"
"Halo, Naura!"
"Kakak? Ada apa Kakak menelepon malam-malam begini?" tanya Naura.
"Kakak sedang ada di rumah sakit, Diora sedang melahirkan," jelas Norman.
"Apa? Mbak Diora sedang melahirkan? Dan sekarang bagaimana keadaannya?" tanya Naura yang ikut khawatir.
"Dia masih berada di kamar operasi, Kakak khawatir karena kondisi Diora sangat lemah," ucap Norman yang terlihat begitu bersedih.
"Ya Tuhan, semoga saja Mbak Diora baik-baik saja," ucap Naura yang tak sengaja didengarkan oleh Sam.
"Ada apa?" tanya Sam sembari menatap wajah sang istri yang tampak bingung.
__ADS_1
"Mbak Diora melahirkan, dan sekarang masih berada di ruang operasi, kita harus kesana, Sam!" seru Naura dengan wajah cemas.