Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Penjelasan Diora


__ADS_3

Setelah cukup lama Diora menunggu sang dokter, akhirnya seorang dokter keluar dari ruangan ICU di mana Norman dirawat. Diora segera menghampiri sang dokter dan langsung menanyakan bagaimana keadaan Norman sekarang.


"Dokter! Bagaimana keadaan pria itu? Dia baik-baik saja kan Dok? Katakan!" desak Diora yang tentu saja dirinya tidak sabar ingin segera bertemu dengan sang kekasih yang nyatanya masih hidup.


"Nona tidak perlu khawatir, keadaan pasien tidak terlalu serius, ia hanya mengalami sedikit luka di kepalanya, pasien hanya butuh istirahat beberapa hari," ungkap sang dokter.


"Syukurlah! Emm bolehkah saya bertemu dengannya, Dok?" pinta Diora memelas. Dokter pun mengizinkan Diora untuk menemui Norman yang saat itu masih belum tersadar dari pingsannya.


Diora mulai masuk ke ruangan ICU, kakinya bergetar kala dirinya mendekati tempat tidur dimana sang kekasih terbaring lemas, dan setelah beberapa saat, Diora berdiri di samping tubuh sang kekasih yang selama dua tahun ini tidak pernah ia temui lagi, bahkan Diora mengira ia tidak akan pernah berjumpa lagi dengan Norman, karena Norman sudah divonis meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan.

__ADS_1


Tidak bisa dibendung lagi air mata itu jatuh pada pipi Diora, wanita itu memandang sendu wajah sang kekasih yang telah lama tidak ia lihat, ada kerinduan terdalam di sana, pria itu melihatnya asing, tapi tidak baginya, Diora sangat mengenali wajah itu, wajah yang tidak akan pernah ia lupakan, Norman adalah cinta pertamanya, meskipun ia pernah bermain hati dengan Sam, nyatanya Diora memang tidak bisa melupakan sosok cinta pertamanya.


"Kamu masih hidup, Man? Aku tidak pernah mengira jika kita akan bertemu lagi, aku sangat bahagia melihatmu hidup, kau tahu betapa selama ini aku berusaha untuk melupakanmu, aku pergi jauh dari tempat tinggalku hanya untuk ingin melupakan semua tentang kita, tapi apa? Nyatanya aku benar-benar tidak bisa melupakanmu, dan ternyata Tuhan menjawab setiap doaku, aku berharap bisa bertemu denganmu lagi meskipun di tempat lain, dan ternyata Tuhan mendengarnya, kita bertemu hari ini," ungkap Diora sembari memegang tangan sang kekasih.


Perlahan, kelopak mata Norman mulai terbuka sedikit demi sedikit, Diora harap-harap cemas, apakah Norman masih bisa mengenalinya. Dan akhirnya kedua mata berwarna coklat itu menatap wajah seorang wanita yang berada di sampingnya.


"Siapa kamu?" pertanyaan itu terlontar dari bibir Norman, nyatanya pria itu masih belum mengenali wanita yang berada di sampingnya. Diora pun berusaha untuk menjelaskan semuanya tentang siapa dirinya.


"Apa kamu benar-benar tidak mengenaliku, Man? Aku Diora? Pacar kamu, dan kita sudah berencana untuk menikah, tapi ada satu kejadian yang membuatmu harus meninggalkan aku, kamu adalah Norman, namamu adalah Norman Aditya, dan kamu punya adik kandung bernama Naura, apa kamu ingat?" Diora tampak terus mendesak Norman untuk mengingat masa lalunya, namun rupanya pria itu masih bingung, ia justru teringat akan tugasnya sebagai sopir pribadi Samuel Alfonso, Norman masih mengenali dirinya sebagai Mas Ji.

__ADS_1


"Maaf Mbak! Saya tidak mengerti dengan apa yang Mbak maksud, Norman itu siapa? Apa dia teman Mbaknya? Saya tidak mengenal Norman, nama saya Sujiwo, Mbak! Panggil saja dengan Mas Ji, atau tidak panggil saja dengan Jiwo. Saya ini sopir pribadinya Tuan Sam, Mbak! Waduh gawat ini, saya harus segera menjemput Tuan Sam, gara-gara nolongin Mbak tadi, saya harus dirawat, pasti Tuan akan marah kepada saya." Pernyataan Norman tak menyurutkan Diora untuk memulihkan ingatan sang kekasih.


"Man! Kamu benar-benar tidak ingat siapa dirimu? Kamu ini Norman, bukan Mas Ji atau Jiwo siapa lah itu, kamu ini adalah Kakak ipar nya Samuel Alfonso, dan kamu tidak usah lagi datang sebagai sopir pribadinya Sam, kamu harus mengatakan kepada semua orang jika kamu adalah Norman." Diora terus meyakinkan Norman untuk segera mengingat siapa dirinya, hingga akhirnya tiba-tiba saja terdengar suara Asisten Yan yang sedang masuk ke dalam ruangan ICU.


"Mas Ji! Bagaimana keadaanmu?" seru asisten Yan yang seketika membuat Diora membulatkan matanya.


"Ck! Ngapain dia datang ke sini? Darimana asisten Yan tahu jika Norman dirawat di rumah sakit ini?" Diora membatin dan berharap sang asisten tidak tahu jika Mas Ji adalah Norman.


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2