
Sam mendekati bi Imas dan menatap wajah senja wanita itu, berpuluh-puluh tahun Sam hidup bersama didampingi oleh bi Imas, Sam juga sangat menyayangi wanita itu seperti ibunya sendiri. Tapi, entah kenapa kali ini Sam merasa jika bi Imas menyembunyikan sesuatu darinya.
Sam mengajak wanita itu duduk dan memegang kedua tangannya, tangan yang sudah memperlihatkan gurat-gurat otot yang menonjol, sangat terlihat jika bi Imas sudah sepuh dan mungkin sudah sangat berpengalaman dalam menghadapi kehidupan. Sam mencium tangan bi Imas seperti ibu kandungnya sendiri, setelah itu Sam menatap dalam-dalam bola mata bi Imas yang tampak sedang menatapnya dengan sendu.
"Bi Imas! Aku sangat menyayangi Bibi seperti aku menyayangi almarhum Mama, aku sangat percaya kepada Bibi, tapi kali ini aku melihat ada sesuatu yang Bibi sembunyikan dariku, katakan Bi? Katakanlah apa yang Bibi sembunyikan? Aku berjanji tidak akan marah kepada Bibi, percayalah!!" Sam berusaha untuk meyakinkan bi Imas agar berbicara terus terang, wanita itu menundukkan wajahnya dan bingung harus memulainya dari mana.
Kemudian perlahan Bi Imas menatap wajah Sam dan memberanikan diri untuk mengatakan yang sebenarnya.
__ADS_1
"Maafkan Bibi, Tuan muda! Anda tahu jika saya sangat menyayangi Anda sedari kecil, saya tidak ingin ada orang lain yang menyakiti atau melukai perasaan Anda, karena saya tidak pernah membuat Anda menangis sedikitpun, dan perempuan itu sudah membuat Anda terluka, Bibi tidak tega melihat penderitaan Anda, dengan seenaknya dia pergi meninggalkan Anda, dan karena itulah saya berencana untuk melenyapkan Non Diora, dan saya juga yang menyuruh orang untuk memotong kabel rem mobil Non Diora, tapi sayangnya bukan Non Diora yang mengendarai mobil itu, tapi orang lain," ungkap bi Imas yang seketika membuat semuanya sangat terkejut. Tak terkecuali Naura yang dibuat melongo dengan pengakuan bi Imas.
Naura pun tidak menyangka jika wanita yang ia anggap sangat baik itu bisa merencanakan sesuatu yang diluar dugaan, ingin melenyapkan nyawa seseorang yang tak lain adalah Diora, tapi justru sang kakak lah yang menjadi korbannya.
Pengakuan bi Imas membuat Sam mengepalkan tangannya, antara geram dan sesal, bagaimana bisa wanita yang sudah ia anggap sebagai ibunya sendiri itu tega melakukan hal semacam itu.
"Bibi tahu, Tuan! Bibi memang salah, setelah Bibi tahu jika dalam mobil itu adalah orang lain bukan Non Diora, Bibi menyuruh orang untuk mengejar mobil itu, dan iya mobil itu memang mengalami kecelakaan, dan orang-orang suruhan Bibi langsung terjun ke lokasi di mana mobil itu jatuh ke dalam jurang, dan mereka berhasil menyelamatkan pria itu dan menggantinya dengan jasad orang lain, jasad itu bukanlah Norman yang dikuburkan, tapi jasad Asisten Yan, orang kepercayaan Anda, Saudara kembar keponakan saya," ungkap bi Imas yang membuat semuanya terhenyak tak kecuali Diora.
__ADS_1
"Apa? Jadi mereka kembar?" seru Diora tidak percaya. Apalagi Sam yang tentu saja dirinya merasa ditipu oleh orang yang mengaku sebagai Asisten Yan itu.
"Asisten Yan sudah meninggal? Bagaimana bisa seperti itu? Aaarrrgggghhhh ... ini benar-benar kriminal, siapa pria itu? Selama ini dia sudah menipuku mentah-mentah," sesal Sam yang belum mengetahui jika Asisten kepercayaannya ternyata memiliki saudara kembar.
"Namanya Rio, dia adik kembar asisten Yan, Rio melenyapkan nyawa asisten Yan karena ingin mendekati Non Diora, mereka berdua adalah keponakan saya, mereka hidup terpisah, Rio ikut bersama saya, dan asisten Yan diadopsi oleh keluarga kaya, Rio tahu jika saudara kembarnya bekerja sebagai asisten Anda, dan dari situ lah Rio mulai merencanakan sesuatu untuk menyingkirkan Asisten Yan dan menggantikan posisi Yan sebagai asisten Anda karena dia ingin mendekati Non Diora." Sam tertunduk lemas, ternyata selama ini dia sudah dibohongi oleh asisten nya sendiri.
...BERSAMBUNG...
__ADS_1