Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Norman bebas


__ADS_3

Diora berjalan tersenyum kepada Rio yang saat itu tertegun melihat kecantikan wajah Diora, dengan menguatkan hatinya. Diora berusaha untuk tetap bersikap tenang agar Rio tidak curiga. Setelah itu Ia berkata kepada Rio dengan lembut.


"Maaf! Jika kamu menungguku terlalu lama," ucapnya sembari menuangkan minuman ke dalam gelas milik Rio, di sisi lain Norman berusaha untuk melepaskan ikatan pada tangannya, ia tidak ingin Rio melakukan sesuatu yang lebih buruk lagi kepada Diora.


Sementara itu, Sam dan beberapa anak buahnya sudah tiba di lokasi di mana Norman disekap, ada beberapa anak buah Rio menjaga di sekitar lokasi rumah itu.


Sam pun meminta kepada anak buahnya untuk mendekati secara perlahan dan membius anak buah Rio. Tentu saja itu hal yang mudah bagi anak buah Sam. Sedikit demi sedikit anak buah Rio berhasil dilumpuhkan. Dengan begitu Sam bisa masuk ke dalam rumah tanpa halangan yang berarti.


Rio yang tidak pernah lepas dari pistol yang ia pegang, pria itu tampak siaga dan selalu hati-hati, karena bisa saja Sam datang untuk mencarinya, Rio sudah memikirkannya matang-matang sebelum dirinya bertindak, karena bisa saja Sam pura-pura tidak tahu tentang permasalahan dirinya, dan Rio tidak akan percaya begitu saja dengan pengakuan Sam yang bertanya tentang keadaan Mas Ji yang sebenarnya adalah Norman. Di mana Sam bisa mengetahui kebenaran tentang Norman dari bi Imas yang nyata-nyata bersama Sam saat ini.


Diora pun berhati-hati, ia pun mencoba merayu Rio untuk meletakkan pistol yang ia pegang.

__ADS_1


"Ayo kita minum dulu sebelum kita melakukannya, aku ingin merasakan sensasi yang berbeda, tapi apa kamu harus memegang senjata itu saat kita berkencan? Itu tidak mungkin, kan?" rayu Diora sambil memegang tangan Rio.


"Oke! Itu tidak masalah, aku akan membuangnya, bagaimana kalau sekarang saja, rasanya aku sudah tidak sabar lagi," balas Rio sembari merremas tangan Diora.


Diora pun semakin gugup, ia pun membujuk Rio untuk meminum dulu minuman yang sudah ia tuangkan untuknya.


"Tentu saja kita akan melakukannya sekarang, tapi kamu minum dulu, setelah itu aku akan ikut denganmu kemana saja yang kamu minta," Rio pun semakin tergoda, dan ia pun dengan segera menenggak minuman itu sampai habis tak tersisa.


Diora tampak menelan ludahnya kasar, keringat dingin mulai keluar dari wajahnya, apalagi saat itu Rio membawanya pergi dengan menggendong tubuh Diora.


Tapi, rupanya Rio masih kuat hingga sampai di kamar tidur, pria itu terus membawa tubuh Diora dan menghempaskan nya di atas ranjang, Diora terlihat beringsut saat pria itu mulai membuka pakaiannya. Diora semakin gemetaran tatkala tatapan Rio begitu tajam dan menggebu-gebu. Hingga akhirnya Rio mendekati Diora dan menindih tubuhnya.

__ADS_1


Seketika Diora berusaha berontak ingin lepas dari kungkungan Rio. Dan ternyata, dengan mudah Diora mendorong tubuh Rio dan pria itu tampak tak sadarkan diri dan terhempas di samping Diora.


"Hoooo ... astaga! Apa dia benar-benar pingsan ataukah sedang pura-pura?" batin Diora sembari melambaikan tangannya kepada wajah Rio, setelah dirasa Rio sudah pingsan, Diora pun segera keluar dari kamar itu dan segera pergi menemui Norman yang disekap di sebuah kamar.


Dengan cepat, Diora segera datang untuk menyelamatkan kekasihnya sebelum Rio terbangun. Setelah beberapa saat, akhirnya Diora masuk ke dalam ruangan di mana sang kekasih dalam kondisi tangan terikat.


Untuk kesekian kalinya setelah akhir pertemuan itu, kini Diora bisa melihat wajah sang kekasih yang digadang-gadang sudah meninggal dunia. Tentu saja Norman pun juga tidak menyangka bisa bertemu dengan Diora, wanita yang menjadi cinta pertamanya.


"Norman!!"


"Diora!!"

__ADS_1


Diora berjalan mendekati sang kekasih dan tak terasa air mata jatuh membasahi pipi Diora, ia tak menyangka jika dirinya bisa bertemu dengan Norman lagi. Dengan cepat, Diora melepaskan ikatan tali yang membuat Norman tidak bisa bergerak, setelah semuanya terlepas, kini Norman bebas dan ia pun segera memeluk sang kekasih penuh kerinduan.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2