Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Dia masih jomblo


__ADS_3

Sam menerima segelas air yang diberikan oleh Naura, dengan semangat Sam meminum air itu sampai habis.


"Nak Marcell tidak apa-apa? Kalau makan hati-hati!" seru pak Surya kepada sang bodyguard. Sam pun terlihat lebih baik setelah minum air putih yang Naura berikan.


Sam pun tersenyum dan mengangguk kepada Sang mertua, kemudian Ia melihat ke arah Naura yang sedang sibuk mengaduk-aduk jus buah di depannya.


"Terima kasih, Nyonya Naura!"


Mendengar ucapan dari Sam, Naura pun menatap wajah sang bodyguard dengan wajah cuek dan datar.

__ADS_1


"Hmm ... iya!" jawabnya singkat, dan lagi-lagi Sam harus bisa bersabar menghadapi sikap cuek istrinya, karena bagaimanapun juga Naura akan bersikap demikian terhadap pria lain yang bukan suaminya.


Sementara itu, pak Surya yang masih penasaran dengan pertanyaan yang ia berikan, ia pun kembali bertanya kepada sang bodyguard apakah pria itu sudah memiliki istri atau belum, karena apa yang terjadi pada sang bodyguard mengingatkan pak Surya saat sang istri mengandung putri mereka dulu yaitu Naura.


"Oh ya Nak Marcell, saya belum tahu apa Nak Marcell sudah mempunyai seorang istri? Kok Saya merasa Nak Marcell ini sedang ngidam, karena persis sekali dengan apa yang saya rasakan dulu, mungkin saja istri Nak Marcell sedang hamil muda." Seru pak Surya yang membuat Sam garuk-garuk kepalanya.


Seketika itu Naura langsung menyahuti ucapan sang ayah, "Dia masih jomblo, Yah! Nggak laku kayaknya." Celetuk Naura yang memaksa mbak Lastri tertawa kecil. Dan Sam pun tampak melihat mbak Lastri dengan tatapan malu. Bagaimana tidak sang istri bilang jika dirinya tidak laku padahal Naura sendiri yang sangat mendambakan sosok dibalik bodyguard itu.


"Hehehe iya, Pak! Terima kasih banyak atas doanya, saya berharap bisa mendapatkan jodoh seperti Nyonya Naura, orangnya cantik, baik, penyayang, sangat mencintai suaminya. Hmm sayang sekali Nyonya Naura sudah menikah dan menjadi istri Tuan muda Sam. Kalau saja belum pasti saya ngantri di belakang, mau jadi kandidat suaminya."

__ADS_1


Naura spontan menoleh ke arah sang bodyguard dan berkata, "Diiihh nggak usah gede rasa kamu, ya! Kalaupun aku masih jomblo ngga bakalan naksir sembarang orang, biarpun wajahmu tampan setampan Arjuna, ngga akan semudah itu membuatku suka, aku tuh pilih-pilih orangnya tahu, ngga?" ketus Naura dengan wajah sinisnya.


"Ah Nyonya gitu aja marah, saya kan cuma bercanda, lagian saya juga nggak bakalan cari istri yang judes seperti, Nyonya! Bisa-bisa saya terkena serangan jantung setiap hari," balas sang bodyguard yang tanpa sengaja membuat Naura merasa ingin tertawa. Ia terlihat menahan tawa saat mendengar jawaban dari bodyguardnya itu.


Naura yang merasa tidak tahan ingin tertawa, akhirnya ia pun mencoba mengganti suasana hatinya dengan segera meminta Sam untuk m mengantarkannya ke makam sang kakak.


"Udah-udah, setelah kamu selesai makan, cepat antar aku ke makam Kakak," seru Naura sembari beranjak pergi.


"Loh Nyonya mau kemana? Bukannya Nyonya belum makan? Makan dulu, Nyonya! Nanti saya bisa dimarahi Tuan muda Sam jika Nyonya tidak makan, bisa-bisa saya dicincang seperti perkedel, Nyonya. Kasihan bayi Anda kalau Anda tidak makan." Ucap Sam yang merasa jika Istrinya belum makan apapun, hanya segelas jus saja yang tentunya belum bisa mengenyangkan. Tentu saja Sam sangat khawatir dengan keadaan istri dan bayinya.

__ADS_1


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2