
"Bibi minta maaf Nyonya, apa yang Bibi lakukan itu sudah membuat Rio berbuat seperti itu, Bibi terlalu memanjakannya, saya merawat Rio sejak ia masih merah, Rio lahir dengan kembarannya yang dibawa oleh seseorang yang menginginkan anak laki-laki, karena kedua orang tua Rio bukan termasuk mereka yang beruntung, akhirnya salah satu anak mereka diberikan kepada orang itu, sedangkan Rio hidup bersama ayah dan ibunya yang juga kakak bi Imas sendiri, mungkin Rio sudah digariskan hidup menderita, menginjak usia lima tahun, kedua orang tuanya meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan dan akhirnya Rio menjadi yatim piatu, semenjak itu saya lah yang mengasuhnya," ungkap bi Imas dengan berlinang air mata menceritakan kisah pilu Rio di masa kecil.
Naura tampak mendengarkan wanita paruh baya itu bercerita, tak ada kebohongan para wajah senjanya, bi Imas tampak bersedih dengan apa yang terjadi, nasib buruk membuat Rio tumbuh menjadi sosok yang kejam dan tega.
Sejak kecil, Rio sudah mengalami perundungan baik di lingkungan sekolah maupun lingkungan sekitar rumahnya, ia selalu membayangkan jika dirinya bisa seperti teman-teman nya lain, bisa pergi bersama kedua orang tuanya, jalan-jalan dan diajak berlibur, tapi nyatanya kenyataan tidak sesuai ekspektasi, Rio harus bisa terima jika dirinya tidak memiliki kedua orang tua.
__ADS_1
Bi Imas berusaha untuk membuat sang keponakan untuk berpikir positif, tapi apalah daya, lingkungan mengajarkan Rio untuk kuat, bahkan sangat kuat dan tegar, hingga suatu ketika ia tahu jika saudara kembarnya hidup di antara keluarga yang sangat menyayanginya, tapi kenapa dirinya tidak bisa hidup bersama mereka, apa salahnya sehingga dirinya bukan yang diadopsi, tapi kenapa justru Kakak kembarnya.
Semakin hari batin Rio semakin bergejolak, apalagi saat dia bertemu Diora untuk pertama kali di tempat, Rio yang saat itu bekerja sebagai penjual bakso keliling yang setiap hari mangkal di depan kantor milik Samuel Alfonso, ia melihat Diora yang sering datang ke kantor itu, sejak itulah Rio kagum dengan kecantikan Diora dan sikap ramah Diora kepada siapapun yang ia temui, bahkan saat Diora membeli bakso padanya, rasa kekaguman Rio semakin dalam, saat itu Diora belum menyadari jika tukang bakso di depan kantor Sam adalah saudara kandung Asisten Yan.
Semakin hari Rio semakin terobsesi untuk memiliki Diora, ia pun berencana untuk mendekati Diora dengan cara yang licik, yaitu menggantikan saudara kembarnya sebagai asisten pribadi Samuel Alfonso, tentu saja Rio melakukan itu di dukung oleh bi Imas yang merasa jika kebahagiaan yang dimiliki asisten Yan sangatlah tidak adil, Asisten Yan hidup dalam berkecukupan sedangkan Rio harus puas dengan hidup yang penuh dengan perundungan karena ia terlahir sebagai pemuda miskin. Dan akhirnya, sedikit demi sedikit Rio menggantikan posisi Kakak kembarnya yang saat itu sudah mulai sakit-sakitan karena Rio sering memberikan racun kepada Asisten Yan saat ia membeli bakso padanya. Disitulah Rio melancarkan aksinya.
__ADS_1
Naura tidak bisa berkata apa-apa, sungguh perbuatan bi Imas benar-benar diluar dugaan.
"Bi Imas sadar nggak sih? Bi Imas sudah membantu seorang pembunuh untuk mencapai tujuannya, dan sekarang apa yang terjadi, lihat! Keponakan Bibi tersayang itu hampir saja melenyapkan 3 nyawa, dan bi Imas yang membantunya, astaga!! Kenapa Bi? Kenapa harus Bibi? Sam sangat menyayangi Bibi, dan sekarang dia sedang menghadapi pembunuh itu, dua orang yang saya sayangi ada dalam bahaya, saya tidak tahu jika sesuatu terjadi kepada Sam, semoga Tuhan menyelamatkan Sam dan Kakak, mungkin saya tidak akan pernah memaafkan Bibi jika terjadi kepada suamiku ataupun kakakku, Bibi lah orang pertama yang saya salahkan, dan hanya bi Imas yang bisa menghentikan pembunuh itu untuk berhenti melakukan kekonyolannya."
Mendengar ucapan dari Naura, bi Imas pun beranjak pergi untuk mendatangi tempat di mana Rio sekarang berada. Tanpa bicara sedikitpun, bi Imas langsung pergi dan meminta anak buah yang menjaganya untuk mengantarkannya ke tempat di mana Rio menyembunyikan Norman.
__ADS_1
...BERSAMBUNG ...