Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Diora


__ADS_3

Setelah mengatakan hal itu, Naura tertawa kecil melihat ekspresi melongo wajah Ningrum.


"Hei ... biasa aja kali, yuk ah kita masuk!" ajak Naura kepada Ningrum.


Ningrum yang masih linglung, terlihat garuk-garuk kepalanya mendengar pengakuan dari sang sepupu.


"Naura! Ngomong-ngomong yang gede apanya? Jadi penasaran, masa iya sih seperti itu?" tanya Ningrum sembari berjalan di samping sang sepupu. Naura lagi-lagi tertawa kecil, kemudian Ia pun berbisik, "Yang gede itu hatinya, Tuan Sam ternyata buaaaiiikkk banget, dia memperlakukan aku seperti seorang ratu, pokonya apa ya ... dia tuh nggak ada sifat kejamnya sama sekali, seperti yang orang-orang bilang, makanya aku jadi tertarik dengan kepribadian Tuan Sam, wajahnya memang buruk, tapi hatinya selembut kapas, apalagi saat dia ... hmm pokoknya nggak bakalan bisa lupa."


Mendengar pengakuan dari Naura, spontan Ningrum bertanya, "Wait! Jangan bilang kalau kamu suka dengan perlakuan Tuan buruk rupa itu, kamu nggak geli gitu? Hiii secara wajahnya tuh pasti nyentuh kulit kamu, Ra! Nggak bisa bayangin rasanya, au ah kasar dan menjijikkan ihhh."


Ningrum terlihat sulit membayangkan jika Naura disentuh oleh Tuan buruk rupa itu, bagaimana bisa Naura tidak merasa jijik saat bersentuhan kulit dengan wajah pria yang terkenal dengan wajah menyeramkan itu.

__ADS_1


"Ya enggak lah, dia menyentuh bukan hanya dengan wajahnya, tapi yang lainnya. Nggak seburuk yang aku kira, dia romantis sekali, sampai-sampai aku merasa sudah jatuh cinta kepada pria buruk rupa itu." Ungkap Naura sembari tersenyum membayangkan semua yang Sam berikan untuknya.


Kedua gadis itu terlihat berbincang serius, sementara itu sang ayah segera mempersilahkan Naura untuk beristirahat. bu Lani rupanya juga mempersilahkan kepada Sam dan pelayan nya untuk masuk ke dalam rumah.


"Mari silahkan masuk!" ajak bu Lani kepada keduanya, akhirnya Sam dan sang pelayan mengikuti perintah bu Lani untuk ikut masuk ke dalam rumah orang tua Naura.


Di dalam rumah, sang bodyguard dan seorang pelayan yang bernama Mbak Lastri dipersilahkan untuk duduk, kemudian bu Lani memberikan minuman untuk keduanya, sementara itu Naura tampak masuk ke dalam kamarnya, rupanya ia sangat merindukan kamar pribadinya yang sudah tiga Minggu ia tinggalkan, Naura dan sang sepupu tampak sedang berada di dalam kamar saling bercerita tentang bagaimana kisah Naura saat berada di Mansion mewah milik Sam.


"Waaahhhh kamu beruntung sekali memiliki suami seperti Tuan Sam, ngga nyangka ya ternyata pria itu jatuh cinta beneran sama kamu, kata orang-orang sih dulu Tuan muda Sam itu wajahnya memang tampan sekali, dia berubah menjadi buruk rupa karena sebuah kecelakaan gitu, mukanya kebakar, ya ampun kasihan banget sih sebenarnya, dia juga ditinggalin sama tunangannya saat tahu Tuan muda Sam menjadi jelek seperti itu, kayaknya si wanita itu udah punya pacar lagi, kasihan banget, ya!" ungkap Ningrum.


Naura yang sudah mengetahui awal mula Sam mendapatkan wajah jelek itu, ia pun cuma bisa terdiam, nyatanya memang seperti itu, Sam ditinggalkan oleh wanita yang dicintainya saat dirinya membutuhkan perhatian.

__ADS_1


"Iya, Rum! Aku juga tidak habis pikir, kenapa tega sekali wanita yang udah ninggalin dia seperti itu, padahal Sam sangat penyayang dan sangat mencintai wanita itu, dan anehnya nama wanita itu mirip sekali dengan nama pacar mendiang kakak, Diora."


Mendengar pengakuan dari Naura, Ningrum terkejut, karena memang benar adanya Diora adalah nama wanita yang menjadi kekasih Norman, almarhum kakak Naura yang juga merupakan sepupunya.


"Diora ... kok bisa sama sih? Ah mungkin saja itu Diora yang lain, nama Diora bukan cuma nama tunangan Tuan Sam saja, di dunia ini banyak yang menyamai nama itu, Ra!" sahut Ningrum.


"Ya ... mungkin juga, aku berharap seperti itu, aku juga nggak tahu bagaimana kabar Diora sekarang, dia pergi begitu saja setelah melihat kakak dikebumikan, aku sangat sedih, kematian kakak membuatku merasa tidak adil, kenapa harus kakak yang pergi dengan cara seperti itu, aku merasa ada seseorang yang sengaja membuat mobil kakak rem blong, iya pasti itu, aku sangat yakin sekali."


Ungkap Naura sembari menangis mengingat kematian Norman, sang kakak tercinta.


...BERSAMBUNG ...

__ADS_1


__ADS_2