
Sam menggenggam tangan Naura sembari menatap wajah sang istri dengan sendu, hingga akhirnya Sam harus mengatakan yang sebenarnya apa yang sudah terjadi.
"Naura, bi Imas sudah meninggal dunia," ucap Sam yang seketika membuat Naura tidak percaya, ia pun melepaskan tangannya dari genggaman sang suami.
"Sam! Kamu jangan membohongi ku lagi, sudah cukup kebohongan yang selama ini aku terima darimu, dari siapa sebenarnya kamu, wajah aslimu, aku sudah bosan dengan kebohongan mu lagi, sekarang aku enggak mau lagi kamu bercanda, bi Imas masih hidup, kan? Katakan Sam! Bi Imas masih hidup, kan?" desak Naura yang membuat Sam tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Hingga akhirnya Diora menyahuti ucapan Naura dan mengatakan jika apa yang dikatakan oleh suaminya itu adalah benar, bahwa bi Imas sudah tiada di tangan keponakannya sendiri.
"Apa yang Sam katakan itu benar, Naura! Bi Imas sudah meninggal, ia tertembak oleh Rio saat berusaha menyelamatkan kami," ungkap Diora yang membuat Naura lemas seketika.
__ADS_1
"Itu tidak mungkin, bi Imas. Ya Tuhan! Itu artinya mimpi itu adalah sebuah kenyataan," balas Naura sembari menitikkan air matanya.
"Mimpi? Memangnya kamu bermimpi tentang apa?" tanya Sam.
"Tadi saat aku menunggu kedatanganmu dan aku tidak sengaja tertidur, tiba-tiba aku melihat bi Imas datang dan memberi tahukan jika kamu dan Kakak pasti baik-baik saja, dan dia juga bilang jika aku harus menjaga kandungan ini baik-baik, tapi ada satu kata terakhirnya yang membuat aku sangat yakin jika bi Imas sedang berpamitan dengan kita, dia mengucapkan selamat tinggal kepadaku, katanya tugasnya sudah selesai, dan setelah itu bi Imas pun pergi menjauh dan akhirnya ia tidak terlihat lagi, aku terbangun dan melihat ke sekeliling, nyatanya itu hanyalah sebuah mimpi, tapi sekarang itu bukan mimpi lagi, bi Imas benar-benar meninggal dunia, ya Tuhan!! Ternyata bi Imas sangat menyayangi kamu Sam, dia sudah bahagia melihatmu bahagia bersamaku, dia sudah ikhlas melepaskan mu untuk bersamaku, dia memang jahat karena melindungi keponakannya, tapi rasa sayangnya padamu itu tak terbantahkan," ungkap Naura sembari mengusap air matanya.
"Ini sudah takdir, Naura! Bi Imas adalah wanita yang mendedikasikan hidupnya untuk keluargaku, dia wanita yang sangat penyayang, demi ingin melihat orang-orang yang disayanginya bahagia, ia rela melakukan segala cara, mungkin cara dia salah karena melindungi kejahatan Rio, dan sekarang bi Imas sudah tenang di sana, dia pasti senang melihat kita bersama, aku berjanji akan selalu ada bersamamu, aku tidak akan pernah meninggalkanmu," seru Sam sembari mencium bibir Istrinya.
Melihat Sam dan Naura berciuman, membuat Diora berdehem dan berkata kepada Sam yang lupa jika ada dirinya dan Norman yang menyaksikan Kemesraan mereka berdua.
__ADS_1
"Ehem ehem ... enak ya! Dikiranya nggak ada yang lihat, mungkin kita dianggap tembok sama mereka, kita pergi aja yuk, Man! Takut kepingin seperti mereka," ucap Diora sambil mengajak pergi Norman.
Spontan Naura mendorong tubuh suaminya saat mendengar ucapan dari Diora.
"Em ... sayang udah dong, nggak enak dilihat sama mereka," Naura berkata sembari mengusap bibir Sam yang terkena noda lipstik miliknya.
Sam pun tersenyum dan melihat ke arah Diora dan Norman yang pura-pura melihat ke langit-langit ruangan, seolah-olah mereka sedang tidak melihat Sam dan Naura yang sedang berciuman.
...BERSAMBUNG ...
__ADS_1