Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Norman adalah Sujiwo


__ADS_3

"Jangan banyak bergerak, keadaan mu masih lemah," bi Imas tampak menyuruh Norman untuk istirahat untuk memulihkan kondisinya, bi Imas merawat pria itu dengan baik, karena Ia merasa sudah sangat bersalah kepada Norman, harusnya Diora yang berada dalam mobil itu, tapi kenapa harus Norman yang menjadi korbannya.


Hari demi hari bi Imas melihat kesehatan Norman yang semakin membaik, wanita itu senang setidaknya ia tidak mencelakai orang yang tidak bersalah, setiap hari bi Imas menyempatkan waktu untuk melihat kondisi Norman yang saat itu sedang berada di sebuah rumah dimana keponakan bi Imas tidak akan bisa mengetahui keberadaan Norman, karena jika saja keponakannya tahu kalau Norman masih hidup, maka bi Imas khawatir Norman akan dicelakai oleh sang keponakan, maka dari itu bi Imas merahasiakan tentang Norman yang masih hidup. Karena pada dasarnya sang keponakan sangat membenci siapa saja yang berani mendekati Diora.


Saat itu juga dan tidak menunggu lama, bi Imas segera memberi tahukan kepada Norman tentang siapa sebenarnya jati diri Norman. Sehingga pria tidak akan merasa kebingungan tentang siapa dirinya yang sesungguhnya. Karena Norman masih belum ingat tentang siapa dirinya yang sesungguhnya.


"Bagaimana keadaan mu? Aku lihat semakin hari kesehatanmu semakin membaik." Bi Imas berkata sembari membersihkan luka di wajah pemuda itu.

__ADS_1


"Alhamdulillah sudah terasa lebih baik, Bi. Terima kasih Bi Imas sudah merawat saya, saya tidak tahu apa yang bisa saya lakukan untuk membalas kebaikan Bi Imas." Balas Norman. Kemudian bi Imas duduk di samping Norman dan mengatakan siapa sebenarnya Norman itu.


"Aku berharap suatu hari nanti kamu bisa bertemu dengan keluargamu, aku memang tidak tahu dimana keluargamu berada, yang jelas kamu adalah pria yang tidak bersalah, dan aku akan memberi nama Sujiwo untukmu, mulai sekarang namamu adalah Sujiwo, dan semoga saja kamu bisa segera bertemu lagi dengan keluargamu dan pulang bersama mereka, aku sangat yakin sekali keluargamu pasti sangat kehilangan dirimu," ungkap bi Imas yang sebenarnya wanita itu sangat bersalah kepada Norman, karena kesalahan itu Norman dikabarkan meninggal dunia di lokasi kecelakaan dengan wajah yang rusak dan tidak bisa dikenali lagi, padahal saat itu Norman masih hidup dan sehat di tangan bi Imas.


Disaat bi Imas berbincang dengan Norman, bi Imas mendapatkan telepon dari sang keponakan, bi Imas sedikit menjauh agar Norman atau Sujiwo tidak tahu tentang percakapan mereka.


"Halo, ada apa kamu menelepon ku?" tanya bi Imas.

__ADS_1


"Sudahlah! Untuk apa lagi kamu mengharapkan Non Diora, sudah cukup kamu membuat kegaduhan ini, aku memang membenci perbuatan wanita itu, tapi pria itu tidak bersalah, dan aku sangat bersalah kepada keluarga pria itu, aku sudah membuat putra mereka meninggal." Ungkap bi Imas.


"Ya ampun Bibi, sejak kapan Bibi memiliki hati nurani, Bibi tahu betul aku sangat mencintai Diora, sampai kapanpun aku tidak akan membuat dia menjadi milik siapapun, termasuk Tuan muda Sam, apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan Diora kembali. Sampai akhirnya Diora menjadi milikku."


"Kamu jangan bermain api, Non Diora sudah menolakmu mentah-mentah, untuk apa lagi kamu mengharapkannya, aku belain kamu untuk membalaskan sakit hatimu dengan mencelakai wanita itu tapi kamu justru ingin mendapatkannya lagi, dasar bocah gemblung! Sudahlah, mulai saat ini aku tidak mau tahu tentang keadaanmu, kamu cari penyakit sendiri, urus saja urusanmu, aku capek dengan ulahmu, gara-gara kamu aku harus merasa bersalah seperti ini, ternyata aku sudah salah membela keponakanku." Ungkap kekecewaan bi Imas kepada sang keponakan.


"Aku tidak peduli, Bi! Yang jelas aku akan tetap mendapatkan Diora kembali apapun caranya, dan ingat! Aku berharap Bibi bisa tutup mulut, jika tidak aku bisa saja membuat Tuan Sam sangat marah kepada Bibi, karena gara-gara Bibi, Tuan Sam dicap buruk oleh Diora, dan mulai saat itu Tuan Sam akan membenci Bibi, itu sangat mudah sekali aku lakukan, jika aku mau."

__ADS_1


Mendengar ancaman dari sang keponakan, Bi Imas pun memilih untuk diam karena ia tidak ingin dibenci oleh Sam, bi Imas sangat menyayangi Sam seperti anaknya sendiri sejak kematian kedua orang tua Sam, hingga akhirnya di tahun kedua sejak kecelakaan itu, saat Sam menikah dengan Naura, di situlah bi Imas mulai mengetahui tentang rahasia keluarga Naura yang merupakan keluarga dari pria yang ia selamatkan. Dan ternyata itu adalah Kakak kandung Naura.


...BERSAMBUNG ...


__ADS_2