
Pagi pun tiba, Naura segera bersiap untuk pergi mengunjungi kedua orang tuanya, tentu saja ia akan ditemani oleh sang bodyguard yang nyatanya adalah suaminya sendiri dan seorang pelayan wanita untuk menemani Naura saat di pemakaman nanti. Dengan perasaan senang Naura akan bertemu dengan Pak Surya dan Bu Lani, ayah dan ibunya. Naura pun akan menyempatkan diri untuk berkunjung ke makam sang kakak.
Sam melihat istrinya keluar dari rumah dengan wajah yang berseri, untuk sesaat Sam melepaskan kacamatanya saat melihat kecantikan sang istri di pagi ini.
"Bagaimana bisa aku tahan selama dua Minggu untuk tidak menyentuhnya, melihatnya seperti ini aku ingin sekali memeluknya, kuat-kuat Sam! Kamu harus bisa membuat Naura tergoda dengan sosok Marcell, meskipun berat tapi aku harus bisa kuat, kalau nggak kuat ya tinggal datang aja ke kamarnya, gitu aja kok repot." batin Sam sembari menelan ludahnya melihat penampilan sang istri yang terlihat anggun sekali.
Saat itu Naura memakai dress panjang berwarna hitam, dengan blazer berwarna abu-abu, sementara rambutnya dibiarkan tergerai indah melambai-lambai melewati bahunya. Sementara itu kacamata hitam terpasang begitu cantik pada mata indah itu, bibir merah peach yang segar menambah kesan begitu cantik pada wajah Naura.
Lagi-lagi Sam tidak bisa menahan dirinya, Ia pun terlihat berkeringat tatkala Naura mulai masuk ke dalam mobil bersamanya. Sam membukakan pintu mobil untuk sang istri, harum tubuh Naura sungguh membuat Sam semakin kelabakan.
__ADS_1
"Sam-Sam tahan! Jangan sampai tangan nakal ini menyentuh Naura, dia harus melihat bodyguardnya dari sisi yang baik, bukan sebagai pria yang celamitan." batin Sam sembari menghela nafas panjang untuk menenangkan dirinya saat melihat sang istri yang begitu menggoda dirinya.
Naura melihat sang bodyguard yang tampak aneh, Naura pun bertanya kepada bodyguard nya itu, "Kamu kenapa, Marcel? Kok panik seperti itu?"
Sam pun tampak mengusap keringat yang membasahi wajah tampannya. "Emm ... nggak apa-apa, Nyonya! Saya cuma gerogi melihat Nyonya cantik sekali pagi ini, maaf loh Nyonya saya nggak bermaksud menggoda Anda, saya cuma bilang sejujurnya. Pantas saja Tuan muda Sam tergila-gila sekali dengan Anda, memang Nyonya adalah wanita yang sangat cantik dan menawan, ngalah-ngalahin gadis-gadis cantik yang pernah saya lihat, Nyonya! Beruntung sekali Tuan muda Sam mendapatkan istri secantik Anda," ucap Sam basa-basi sembari mulai mengendarai mobil mewah itu.
Naura hanya diam saat sang bodyguard memujinya, ia lebih fokus melihat pemandangan di sekitar jalan tanpa memperdulikan omongan sang bodyguard yang sedari tadi berusaha untuk merayunya.
Sam pun memilih untuk diam sembari menghadapkan kaca tengah mobil tepat ke arah sang istri, sehingga Sam bisa melihat wajah Naura yang saat itu sedang melihat pemandangan di luar jendela mobil.
__ADS_1
Sembari menyetir mobil, Sam pun sesekali melihat wajah sang istri yang tentu saja tidak bisa ia lupakan. Naura yang tanpa sengaja melihat ke arah kaca mobil yang menghadap ke wajahnya, Ia pun tampak menggeser posisi duduknya dengan sang pelayan yang berada di sampingnya, karena dirinya sadar jika posisi kaca itu menghadap langsung ke wajah sang bodyguard dan Naura merasa tidak nyaman. Sam pun yang saat itu sedang fokus ke jalan raya, Ia tidak tahu jika Naura berpindah posisi ke sebelah kiri, digantikan oleh pelayan wanita yang duduk di samping Naura.
"Mbak-mbak! Kamu pindah ke sini, ya! Aku mau duduk di sebelah situ." Seru Naura sembari berbisik pada pelayan wanita itu.
"Baik, Nyonya!" sang pelayan pun akhirnya bergeser posisi, kini Naura duduk di tempat duduk asal sang pelayan, sedangkan pelayan wanita itu duduk di tempat Naura semula.
Pada saat jalan raya lancar, tentu saja Sam bisa menengok wajah sang istri sekejap. Namun, bukannya wajah istrinya yang dilihat tapi wajah sang pelayan yang terpampang nyata. Membuat Sam melototkan matanya melihat wajah sang istri berubah menjadi wajah wanita berusia sekitar empat puluh tahun.
"Shiiit! Sejak kapan Naura pindah? Astaga ... mataku jadi sepet!" batin Sam sembari menggelengkan kepalanya, sementara itu Naura tampak tertawa kecil melihat tingkah Sang Bodyguard, hingga akhirnya Naura tanpa sengaja melihat wajah sang bodyguard dari arah samping, sejenak Naura melihat jika wajah itu mirip sekali dengan wajah pria dalam mimpinya.
__ADS_1
"Tunggu-tunggu, aku merasa jika Marcell mirip sekali dengan pria dalam mimpi itu, iya ... pria yang menciumku dalam mimpi, dan nyatanya suamiku sendiri yang menciumku, sumpah dia mirip sekali." batin Naura sembari mengerutkan keningnya.
...BERSAMBUNG...