Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Dinikahi Tuan Muda Buruk Rupa
Naura hamil


__ADS_3

"Ah iya, Dokter! Tuan Sam em ada di kantor iya, tadi saya yang menghubungi Tuan langsung jika Istrinya sedang pingsan, mungkin Tuan Sam langsung menghubungi Anda untuk datang ke sini, hehehe iya begitu!" alibi Sam yang hampir saja diketahui rahasianya oleh sang dokter.


"Ohh ... seperti itu, baiklah sekarang dimana Nyonya Naura?" tanya sang dokter yang melihat sekeliling.


"Nyonya berada di dalam kamar, Dokter. Silakan Anda masuk! Dokter tolong periksa kondisi Nyonya dengan baik, Dok! Saya sangat khawatir dengan keadaan Nyonya, jika terjadi apa-apa dengan Nyonya saya bisa dimarahi oleh Tuan Sam, Dok! Dokter tahu sendiri bagaimana Tuan Sam kalau sedang marah," seru sang bodyguard yang begitu khawatir dengan keadaan Naura.


"Kamu tidak perlu khawatir, saya akan melakukan yang terbaik untuk istri Tuan Sam." Balas sang dokter yang sejenak membuat Sam cukup lega.


Dokter pun mulai masuk ke dalam kamar dimana Naura sedang berbaring lemah, sang dokter memeriksa kondisi Naura dengan cermat, hingga akhirnya Naura mulai tersadar dari pingsannya, cukup lama sang dokter berada di dalam kamar Naura, membuat Sam yang menunggu di luar tampak panik dan penasaran apa yang sedang terjadi pada istrinya. Begitu juga dengan bu Lani dan pak Surya, kedua orang tua Naura juga khawatir dengan kondisi sang anak yang tiba-tiba pingsan.

__ADS_1


Setelah hampir lima belas menit, dokter keluar dengan wajah yang berseri-seri, sang dokter di sambut oleh kedua orang tua Naura yang sudah tak sabar ingin mengetahui kondisi putri mereka.


"Dokter! Bagaimana keadaan Putri kami?" tanya pak Surya. Dokter pun tersenyum dan segera mengatakan kabar bahagia yang baru saja Ia ketahui setelah memeriksa kondisi Naura secara keseluruhan.


"Nyonya Naura baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, hanya saja Nyonya Naura harus banyak istirahat dan jangan sampai kecapekan." Ucap dokter yang belum selesai mengatakan semuanya. Tiba-tiba saja sang bodyguard yang juga sedari tadi tidak sabar ingin mengetahui kondisi Naura, ia pun tampak memotong pembicaraan sang dokter.


"Memangnya Nyonya Naura sakit apa, Dok? Cepat katakan?" desak Sam yang semakin tidak sabar, ia khawatir jika terjadi apa-apa dengan istrinya.


"Nyonya Naura tidak sakit, karena Nyonya Naura sedang hamil." Ucap sang dokter dengan jelas, seketika Sam terdiam dan tidak bisa membendung air matanya tatkala ia mendengar istrinya sedang hamil buah cinta mereka berdua.

__ADS_1


"Naura hamil? Istriku mengandung anak kami ... oh ya Tuhan! Terima kasih banyak atas anugerah yang sudah engkau berikan kepadaku, aku sangat bahagia." batin Sam sembari menitikkan air matanya, pria tampan itu menangis seolah-olah berita kehamilan Naura adalah sesuatu yang membuatnya begitu terharu, secara tak sadar pak Surya dan bu Lani memperhatikan sikap aneh sang bodyguard yang tiba-tiba menangis saat mendengar jika Naura sedang mengandung.


"Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu, oh ya pak Surya dan bu Lani, selamat ya sebentar lagi Anda berdua akan menjaga kakek dan nenek, dan saya sangat yakin sekali jika Tuan Sam juga pasti sangat bahagia mendengar istrinya mengandung, karena mendapatkan keturunan adalah hal yang sangat beliau idam-idamkan." Ungkap dokter yang sejenak membuat pak Surya bersedih, pasalnya pak Surya masih merasa jika pernikahan putrinya itu hanyalah pernikahan kontrak dan Naura akan bercerai setelah bayi itu lahir.


"Terima kasih banyak, Dokter! Entah kami bahagia atau bersedih atas kabar kehamilan putri kami, karena pernikahan putri kami hanya bersifat sementara, Naura akan diceraikan oleh Tuan Sam setelah ia melahirkan anaknya dan ...." pak Surya tidak melanjutkan kata-katanya karena tiba-tiba saja sang bodyguard menyela pembicaraan.


"Tidak akan, Pak! Tuan Sam tidak akan menceraikan Nyonya Naura, Tuan Sam sangat mencintai istrinya, dan mereka tidak akan pernah terpisahkan."


Ucapan sang bodyguard membuat pak Surya dan bu Lani terkejut, bagaimana bisa anak buah Samuel Alfonso berani berkata seperti itu.

__ADS_1


"Apa maksudmu, Nak Marcell?" tanya pak Surya penasaran.


...BERSAMBUNG...


__ADS_2