
Hingga akhirnya seorang dokter datang ke kamar Sam, Naura melihat kedatangan dokter dan menanyakan bagaimana keadaan suaminya.
"Dokter! Bagaimana keadaan suami saya?" tanya Naura yang terlihat khawatir dengan kondisi sang suami. Dokter pun terlihat menundukkan kepalanya seolah apa yang terjadi kepada Sam cukup parah.
"Begini, Nyonya! Dengan sangat terpaksa saya harus mengatakan hal ini kepada Nyonya, Tuan Sam diduga melakukan upaya bunuh diri, beliau mencoba menghentakkan kepalanya pada dinding, sehingga beliau mengalami cidera otak ringan, semoga saja dugaan saya keliru, cidera otak ringan itu akan menyebabkan Tuan Sam mengalami amnesia ringan, untuk sementara beliau tidak bisa mengingat kejadian beberapa hari di masa lampau, dan saya berharap Nyonya bisa membantu Tuan Sam untuk memulihkan ingatannya. Jika tidak segera ditangani, maka besar kemungkinannya Tuan Sam akan mengalami amnesia permanen dan itu susah sekali diobati, jika dibiarkan maka akan menyebabkan kematian. Untuk saat ini kita lihat dulu setelah beliau siuman." Ungkap sang dokter yang membuat Naura ketar-ketir
Naura hanya bisa terdiam, ia tidak punya pilihan lain lagi selain menuruti permintaan sang dokter demi memulihkan ingatan sang suami, jika memang benar-benar Sam mengalami amnesia, daripada Sam harus kehilangan ingatannya untuk selamanya bahkan Sam bisa kehilangan nyawanya.
"Baiklah, Dokter! Saya akan mencoba memulihkan ingatan suami saya, semoga saja hal itu bisa dihindari," jawab Naura sembari menatap wajah sang suami yang masih memakai topeng itu.
Tak berselang lama, kedua mata Sam mulai terbuka perlahan, Sam melihat ke sekeliling, ia terlihat bingung apa yang sebenarnya terjadi padanya, hingga akhirnya sebuah kata terucap dari bibir Sam saat ia melihat wajah Naura di depannya.
__ADS_1
"Si-siapa Anda?"
Seketika Naura menitikkan air matanya saat melihat sang suami yang tidak mengenalinya dirinya.
"Sam! Ini aku, Naura istrimu! Apa kamu tidak ingat dengan ku?" seru Naura sembari menjelaskan tentang dirinya kepada Sam yang saat itu terlihat bingung dan sesekali memegang kepalanya yang terasa sangat sakit.
Sam menggelengkan kepalanya dan ternyata perkiraan dokter benar, Sam mengalami amnesia ringan dan hanya bisa dipulihkan jika pihak keluarga bisa mengingatkan tentang masa lalunya, sehingga pemulihan amnesia itu akan semakin cepat.
Asisten Yan yang berada di luar kamar VIP, terlihat mengacungkan jempol kepada Bosnya, akting Sam benar-benar tidak bisa diragukan lagi, ditunjang dengan dokter palsu yang mereka sewa, sehingga membuat Naura sangat yakin jika suaminya benar-benar mengalami amnesia.
Sam berakting seolah-olah dirinya dengan tatapan mata yang kosong, pandanganya lurus ke depan, seolah dirinya tidak memperdulikan keberadaan Naura di sisinya.
__ADS_1
"Kasihan kamu, Sam! Aku tidak akan membiarkan mu menderita seperti ini, aku akan membantu menolongmu untuk mengingat semuanya, mengingat tentang kita, semoga saja aku bisa melakukannya." Seru Naura sembari menatap wajah suaminya yang sedang berpura-pura amnesia.
Setibanya di Mansion mewah, bi Imas menyambut kedatangan Sang majikan yang terlihat seperti linglung dengan perban di kepalanya.
"Astaga, Tuan muda kenapa, Nyonya? Kenapa kepalanya seperti itu?" tanya bi Imas panik.
Kemudian Naura menjelaskan tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Sam, bi Imas menangis saat melihat kondisi sang majikan. Namun, dengan cepat Sam memberikan kode kepada bi Imas, jika dirinya sedang berpura-pura amnesia untuk merayu Naura agar kembali kepadanya. Dan bi Imas pun mengerti.
"Ah Nyonya, sebaiknya kita bawa Tuan muda ke kamarnya, biarkan beliau istirahat dan Nyonya harus menemaninya, karena bagaimanapun juga Tuan muda membutuhkan kita semua, terlepas dari kesalahan yang pernah Tuan lakukan kepada Nyonya." Naura pun mengikuti ucapan bi Imas, ia pun membawa suaminya untuk masuk ke kamar mereka.
"Yess ... akhirnya, malam ini aku bisa tidur bersama Istriku, rencana Yan memang sangat-sangat cemerlang." batin Sam bahagia.
__ADS_1
...BERSAMBUNG...