
"Dika, kamu handle dulu pekerjaanku! aku mau ada perlu ke kampus anak-anak sebentar." titah Seno pada asistennya di kantor. Dia lalu beranjak, mengayunkan langkahnya keluar dari kantor.
Sembari berjalan, Seno mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya untuk menghubungi Bimo.
"Bim, lo dimana?"
"Gue lagi di jalan Sen. Gue mau ke kampus Lea, katanya dia terlibat masalah di kampus!" sahut Bimo dari ujung telepon.
"Oh ya udah! kita ketemu di sana saja. soalnya gue juga dapat panggilan dari kampus, karena Shakila dan Shakira juga terlibat masalah."
"Ok!" Seno kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku setelah Bimo memutuskan panggilannya.
*********
"Kalian semua lihat aja nanti kalau papahku sudah datang! gue akan suruh Papah gue buat ngeluarin kalian bertiga dari kampus ini." ucap Lisa angkuh sembari tersenyum sinis ke arah Lea Cs.
"Oh, takuuut!" Shakila mencibir kesombongan Lisa.
"Puas-puasin aja nertawain gue sekarang! nanti kalian semua akan nangis bombai." Lisa menyeringai.
"Kami tunggu!" kali ini Lea yang menyahut.
"Lis, kayanya gertakan loe gak mempan deh! lihat mereka santai aja tuh!" bisik Riska,salah satu teman Lisa.
"Mereka hanya pura-pura tidak takut saja Ris. Lo tenang aja! kalau mereka nanti dikeluarkan, aku akan kembali menjadi wanita idola di kampus ini. Dengan demikian kalian semua, pun pasti akan jadi kecipratan tenar juga." Lisa masih tetap percaya diri,kalau dia akan berhasil menyingkirkan Lea Cs.
"Tapi kenapa gue jadi ragu ya Lis? jangan-jangan dugaanmu,kalau mereka itu gadis-gadis miskin salah, Lis?" sambung Riska kembali.
"Eh, lo bisa diam gak?" loe jangan coba-coba nakut-nakutin gue.Gak bakal mempan!" Lisa menghunuskan matanya pada Riska, yang langsung beringsut takut.
"Lisa! kamu kenapa sayang? kok rambut kamu begini, kulit kamu memerah semua?" tiba-tiba pria setengah baya, yang dapat dipastikan kalau itu Papahnya Lisa, sudah tiba dan langsung melihat keadaan putrinya.
"Ini karena mereka bertiga Pah! Lisa gak mau,pokoknya papah harus buat mereka bisa keluar dari kampus ini."rengek Lisa sembari menjulurkan lidahnya ke arah Lea Cs. Sedangkan Shakila dari tadi sudah menggerakkan mulutnya mengikuti gaya bicara Lisa yang sok imut bin manja.
__ADS_1
"Kamu tenang sayang, kamu akan mendapatkan apa yang kamu mau. Papah akan minta pihak kampus untuk mengeluarkan ketiga anak kurang ajar itu."ucap Papahnya Lisa yang memang selalu memanjakan putrinya itu.
"Rasain Lo! weee!" Lisa kembali menjulurkan lidahnya ke arah Lea Cs, merasa menang.
"Om, jangan asal nyebut orang kurang ajar. kebalik Om, justru anak om itu yang kurang ajar!"Shakira yang dari tadi diam saja, buka suara, tidak terima atas ucapan Papahnya Lisa.
"Hei,berani sekali kamu membentakku?! kamu tidak tahu siapa saya ? apa kamu tidak pernah diajarkan sopan santun sama orangtuamu ya?!"suara Papahnya Lisa terdengar meninggi balik membentak.
"Harusnya pertanyaan itu buat anda Om! apa anda tidak mengajarkan bagaimana bersikap sopan pada putri anda yang manja, sekaligus sombong ini? kalau Kami, selalu diajari kesopan-santunan oleh orangtua kami.Tapi, kami tahu pada siapa kami harus bersikap sopan, dan anda sepertinya tidak pantas untuk mendapatkan sikap sopan dan santun dari kami." kali ini Lea yang buka suara.
"Dasar anak kurang ajar!" Papahnya Lisa mengayunkan tangannya hendak memberikan tamparan pada wajah Lea. Akan tetapi, tangan itu berhenti di udara, karena ada tangan yang menahannya.
"Anda sebagai orangtua seharusnya tidak boleh bersikap seperti itu Pak!" ucap pemilik tangan yang,menahan tangan Papahnya Lisa, yang tak lain adalah Galang, yang baru saja kembali bersama yang lain setelah berganti kemeja.
"Hei, apa hakmu menahanku? anak ini sudah bersikap kurang ajar padaku, dia pantas mendapat pukulan, agar dia tahu siapa yang dia hadapi sekarang." Papahnya Lisa menyentak tangannya Galang dengan kasar sembari menghunuskan tatapan yang tanjam ke arah Galang.
"Papah, jangan galak-galak sama Pak Galang! dia itu gak salah!" Lisa muncul bak penyelamat buat Galang.Dia tidak mau papahnya marah-marah pada semua laki-laki tampan yang telah menarik hatinya.
"Pak Jaya, mereka sudah berlaku kurang ajar, aku tidak mau mereka bertiga ada di kampus ini lagi! kalau tidak, aku akan menghentikan donasi saya ke kampus ini." ancam Satria, papahnya Lisa.
Lisa menyeringai sinis ke arah Lea Cs, merasa menang.
"Maaf, Pak Satria, anda tidak boleh langsung main mengeluarkan mereka begitu saja! kita belum tahu siapa yang salah di sini.Dan untuk anda yang mau menghentikan donasi anda, silahkan Pak!" tukas Pak Jaya tegas. Sehingga membuat kedua netra Lisa dan ke empat temannya membesar, karena ancaman papahnya Lisa sepertinya tidak mempan buat Pak Jaya.
"Tapi, kami setuju kalau ketiga anak itu dikeluarkan dari kampus ini. Kami tidak mau anak kami kuliah, di tempat yang sama dengan anak-anak kurang ajar seperti mereka!" celetuk seorang pria, yang merupakan salah satu orang tua dari ke empat teman Lisa, yang baru saja tiba di tempat itu.
"Maaf, Bapak dan ibu sekalian, kami selaku pihak kampus tidak boleh melakukan hal itu, karena ini tidak adil buat mereka. Kita bahkan belum tahu siapa yang salah diantara mereka, dan apa penyebab mereka bertengkar." Pak Jaya masih berusaha untuk bersabar.
"Kalau bapak mau mengeluarkan mereka sekarang juga, aku akan menambahkan donasi saya pada kampus ini setiap bulannya. Bapak tahu kan siapa saya? saya ini manager keuangan di Wijaya Group dan bapak pasti tahu, berapa penghasilanku perbulan!" Satria mulai menunjukkan taringnya, dengan membanggakan jabatannya di Wijaya group, untuk membuat Pak Jaya takut.
"Pantas, anaknya sombong, papahnya aja sombong." gumam Shakila, tapi masih bisa didengar oleh Dewa, yang berdiri di sampingnya.Sedangkan Galang dan Dion yang mengetahui siapa Lea,Shakila dan Shakira, saling pandang dan mengulum senyum.
"Maaf Pak Satria, kami tidak takut kehilangan donasi dari anda. Kami hanya mencoba untuk berlaku adil di sini!" sahut pak Jaya tidak gentar.
__ADS_1
" Kalau begitu, aku akan menyebarkan pada kolega-kolegaku, agar mereka tidak menguliahkan anak-anak mereka di kampus ini, karena kampus ini menampung anak-anak yang kurang ajar seperti mereka!"
"Anak-anak siapa yang kamu maksud kurang ajar Pak Satria?" Seno dan Bimo tiba-tiba sudah ada di tempat itu dan menatap Satria dengan sorot mata yang sukar untuk dibaca.
"Eh, Pak Seno!" Satria membungkukkan tubuhnya. " Ini Pak Seno, mereka bertiga sudah bertingkah kurang ajar.Mereka melakukan pemukulan pada putriku dan teman-temannya. Kampus ini tempatnya untuk menimba ilmu, bukannya untuk menampung preman seperti mereka.Bukan begitu Pak Seno?" Satria menjelaskan panjang lebar. Sedangkan Lisa semakin berada di atas angin, dan yakin akan mendapat pembelaan dari Seno presdir Wijaya group dan Bimo,presdir dari Aryaguna coorporation.
"Benar begitu Kila? Kira?" Seno menatap kedua putrinya.
"Kami hanya membela diri Pi. Mereka yang lebih dulu menyerang Kila. Kira dan Lea datang nolongin Kila." sahut Shakila sembari menundukkan kepalanya.
"Pi? maksudnya?" wajah Satria dan orangtua lainnya mulai pucat, terlebih wajah Lisa dan teman-temannya.Sedangkan Dewa, dia juga terkesiap begitu mengetahui kalau Shakila adalah putri Seno.
"Iya, Pak Satria, anak-anak yang anda sebut preman dan kurang ajar itu adalah putriku, dan yang di sana putri Pak Bimo. Sebelum aku kesini aku ngecek dulu apa yang sebenarnya terjadi, supaya kami tahu, tindakan apa yang akan kami lakukan dan tidak gegabah dalam memberikan hukuman. Aku dan Bimo pergi melihat CCTV dulu, dan benar seperti yang putri saya ucapkan. Yang bertidak kurang ajar dan preman di sini adalah putri anda dan teman-temannya. Apa anda mau melihat rekaman CCTV nya? apa anda mau melihat bagaimana buasnya putri anda memukul putri saya? Saya bisa aja menuntut putri anda ke polisi, tapi saya masih berbaik hati memikirkan masa depannya, entah dia memiliki masa depan atau tidak hanya dia yang tahu jawabannya." ucap Seno sarkasme.
"Maaf Pak Seno, berarti ini hanya salah paham saja. Aku tidak tahu kalau mereka putri anda dan Pak Bimo. Kalau aku tahu, aku tidak akan mungkin memperlakukan mereka seperti tadi." Satria berulangkali membungkukkan badannya. Dia yang tadinya seperti singa, kini seperti tikus yang kecebur air got.
"Terlepas dari mereka putri kami atau tidak, anda tidak pantas untuk bertindak semena-mena, sekalipun orang itu lebih rendah derajatnya dari anda.Karena derajat seseorang itu tidak bisa diukur dengan harta yang anda miliki, tapi dari akhlak yang anda miliki." ucap Seno.
"Oh ya, nanti selepas dari sini, kamu datang keruanganku, ada hal yang harus kubicarakan denganmu!" titah Seno.
"Hei, Galang, Dion, dan kamu Dewa kan? kalian kok ada di sini?" celetuk Bimo menatap heran pada ketiganya. Yang membuat Lisa dan teman-temannya semakin kaget, tidak menyangka kalau Lea Cs benar-benar sudah mengenal ke empat dosen itu sebelumnya.
"Kami sekarang dosen di sini Om!" Galang yang menjawab.
"Aku tidak ditanya Om?" Rendi buka suara merasa diabaikan.
"Oh, Maaf! aku lupa kamu. Kalau Galang, aku kenal karena dia sepupu menantu saya, kalau Dion, dia itu adik dari menantu saya, sedangkan Dewa, papahnya, pengacara saya, kalau kamu?" Bimo terdiam, bingung mau mengatakan siapa Rendi.
"Aku anak pungut Om." cetus Rendi,tersenyum kecut.
Tbc
Please, like vote dan komen ya gais.Thank you🥰🤗
__ADS_1