Dosenku Kekasihku

Dosenku Kekasihku
Ungkapan Cinta Dewa.


__ADS_3

Di dalam kamar,khas kamar seorang laki-laki yang maskulin, tampak Dewa baring terlentang dengan mata yang menerawang menatap langit-langit kamar.Berkali-kali bayangan seorang gadis bar-bar yang jauh dari kriteria dia selama ini,berkelebat di pikirannya.


"Sial, kenapa sih bocah itu selalu datang kepikiranku? Sepertinya bukan hanya rumah yang lama kosong, saja langsung dihuni sama hantu. Hatiku juga yang lama kosong juga langsung dihuni sama hantu. Tapi kenapa sih hantunya harus Shakila?" Dewa mengusap wajahnya dengan kasar,lalu menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sama sekali.


Dia berkali-kali melihat ke arah ponselnya, ragu-ragu antara mau menelepon Shakila atau tidak. "Arghhh! lama-lama aku bisa gila kalau begini. Dasar hantu licik kamu Shakila.Udah licik, rese lagi!" umpat Dewa kesal.


Dewa akhirnya meraih ponselnya dari sampingnya, dia duduk bersila di atas ranjang. Dia memutar-mutar ponselnya,dan masih berpikir untuk menelepon atau tidak. Dengan sangat pelan seperti mau menyentuh sesuatu benda yang sangat mudah pecah, Dewa menyentuh tombol memanggil ke nomor Shakila. Akan tetapi belum benar-benar terhubung, dia sudah mematikannya kembali.


Dewa kembali membalik-balikkan ponselnya,dan berpikir keras mau menelepon atau tidak. "Tidak bisa begini, aku harus meneleponnya sekarang.Kalau tidak, bisa-bisa aku tidak tidur malam ini!" gumam Dewa, sembari menghembuskan nafasnya ke udara, Dewa akhirnya memutuskan untuk melakukan panggilan buat Shakila, walupun detak jantungnya kini seperti berkejar-kejaran di dalam sana.


Dilain tempat, dan posisi yang juga dikamar, Shakila sedang gamang melihat panggilan dari seseorang yang selalu ada di pikirannya dari tadi.


"Hmm gue jawab atau nggak ya?" terjadi perang batin di dalam hati Shakila.


"Gue jawab aja kali ya? gue jawab aja akh!" Shakila berdehem-dehem sebentar, lalu menyentuh tanda menerima panggilan di ponselnya.


"Halo,Pak!" suara Shakila sedikit bergetar karena gugup.


"H-halo Kila, apa tugas rumahmu sudah selesai? astaga kenapa gue nannyain itu?" Dewa merutuki kebodohannya sembari mengetuk-ngetuk kepalanya.


"Hmm, demi apa, bapa nanyain tugas di malam minggu begini? bapak kurang kerjaan ya?dan apakah bapak menanyakannya ke semua mahasiswa bapak satu persatu?" cetus Shakila yang mendadak kesal.


"B-bukan begitu! astaga baru kali ini gue mati kutu, mati kutunya sam bocah lagi." lagi-lagi Dewa merutuki kebodohannya.


"Kan gak salah,Kila nanyain tugas rumah,walaupun malam minggu?" akhirnya Dewa mulai bisa menguasai keadaan.


"Hmm, iya sih! tapi gak ada sejarahnya seorang Kila mengerjakan tugas di malam minggu.Malam minggu itu saatnya aku pacaran sama akang Eun wo!"


"Siapa?" Auwo? si Tarzan maksud kamu?" Dewa mengrenyitkan keningnya, walaupun Kila tidak bisa melihat keningnya yang berkernyit.


"Eun Wo,Pa Dewa! bukan Auwo!" ingin rasanya Shakila berteriak,tapi dia tidak mau menarik perhatian seisi rumah.


"Siapa Eun Wo?" Dewa yang tidak hobby nonton drakor,dan tentu saja tidak mengenal si Eun Wo, merasa terbakar api cemburu.

__ADS_1


"Ih,Pa Dewa mah gak seru! Eun wo itu aktor Korea yang sangat tampan, masa bapak gak tahu sih?"


"Maaf, aku tidak tahu dan tidak ingin tahu siapa dia!" ucap Dewa sembari menyentuh sesuatu di ponselnya. Ternyata dia merubah telepon biasa menajadi Video Call.


"What? Demi apa Pak Dewa mau VC sama gue? gue harus gimana coba? muka gue aman gak ya? Baju gue mana sih?" Shakila mengedarkan matanya,untuk mencark keberadaan bajunya, karena posisinya sekarang memang hanya memakai tanktop.


"Halo,Kila! kok VC ku gak kamu terima?" suara Dewa terdengar dari ujung sana.


"Tunggu Pak Dewa, aku lagi nyari baju dulu!"


"Nyari baju? kenapa harus nyari baju?" Dewa terdengar kebingungan di ujung sana.


"Aku gak pakai baju Pak!" celetuk Shakila tanpa sadar.


"What?! gak pakai baju? Jadi dari tadi aku ngomong sama dia,dia gak pakai baju?" pikiran Dewa sontak traveling kemana-mana.


"Udah, Pak!"Shakila melihat layar ponselnya dengan kening yang bertaut, karean tidak ada sahutan Dewa dari ujung sana.


"Eh, iya- iya, aku masih disini! jadi sekarang udah boleh VCnya?"


"Iya, Pak! sahut Shakila mantap.


Detik berikutnya,panggilan biasa kini sudah berubah menjadi video call.


" Wajah kamu mana Kila? kok warnanya pink semua?"Dewa bingung karena hanya bisa melihat tembok kamar Shakila yang sangat girly.


"Aku disini Pak!" Shakila memunculkan kepalanya tiba-tiba dari bawah, hingga membuat Dewa sedikit kaget.


"Kok kaget begitu sih Pak? emang kila setan apa?" Shakila mencebikkan bibirnya, cemberut melihat Dewa yang melihatnya seperti melihat setan.


Dewa terkekeh melihat ekspresi Shakila yang menurutnya menggemaskan.


"Maaf! kamu sih,kenapa juga muncul tiba-tiba?" Keheningan terjeda beberapa detik di antara mereka berdua, detik berikutnya, Dewa berdehem, dan menatap wajah polos Shakila yang masih nampil di layar ponselnya.

__ADS_1


Oh,ya Kila! boleh tidak aku ngomong sesuatu?" Jantung Shakila berdebar tidak karuan. Tapi Dewa sudah memutuskan untuk mengungkapkan isi hatinya malam ini juga.Dia tidak mau seperti Galang, yang masih tetap pada pendiriannya untuk sukses dulu baru mau mengatakan perasaannya.


"Hmm , Pak Dewa mau ngomong apa? Pak Dewa mau nanya tugas lagi?" tanya Shakila sedikit meledek.


"Kamu memang, membuat momen mendebarkan jadi ambyar Kila!" kesal Dewa. yang membuat Shakila terkekeh sekaligus berdebar-debar.


"Shakila bisa aku lanjut sekarang?" Shakila mengiyakan sembari menganggukkan kepalanya dengan jantung yang tidak kalah berdebarnya dari Dewa.


"Shakila, aku tidak pintar berkata-kata, tapi jujur aku tidak pernah berpikir untuk jatuh cinta pada seorang wanita yang menurut aku sangat rese dan menyebalkan saat pertama bertemu.Tapi, aku tidak bisa membohongi lagi perasaanku, kalau aku sudah jatuh cinta pada gadis yang aku panggil bocah itu. Ya Shakila, timpukan sepatumu di kepalaku telah membuat otakku sedikit geser sehingga aku jatuh cinta padamu. Aku mencintaimu bukan karena kesempurnaanmu,melainkan aku mencintaimu karena ketidak sempurnaanmu, dan aku juga mencintaimu,karena tawa dan ceriamu menerangi duniaku.Aku tahu, tidak lajim dan tidak gentle rasanya bila mengungkapkan perasaan di telepon,tapi asal kamu tahu untuk berbicara seperti ini,walaupun di telepon,butuh perjuangan bagiku untuk mengatakannya.Mau gak kamu menjadi penghuni hatiku yang kosong Kila?" tutur Dewa panjang lebar, harap-harap cemas,apakah ungkapan perasaannya diterima atau tidak.


"Hmm, apa ini serius atau lagi ngeprank? bapak tidak lagi buat konten kan?" Shakila merasa sedikit sulit untuk percaya.


"Aku serius Shakila! aku benar-benar suka padamu.Dan please kalau di luar kampus jangan panggil aku Pak!"


"Hmm, Shakila sih mau-mau aja Pak, eh Kak!"__


"Yes, kamu serius Kil?" Shakila menganggukkan kepalanya dengan wajah yang sudah merona.


"Tapi Shakila punya syarat, Ka! aku mau kita backstreet dulu, jangan sampai ada orang yang tahu. Soalnya Ka Rendra belum mau aku dan Kira pacaran.


"Tapi Kil, bagaimana kalau ada cowok lain yang mendekatimu? Aku tidak mau kejadian seperti tadi pagi terulang lagi Kill." Dewa terlihat tidak terima kalau harus backstreet.


"Kalau begitu dengan berat hati, Kita tidak usah pacaran Ka. Aku__"


"Ya udah aku terima syarat kamu." Dewa menyela ucapan Shakila, sebelum gadis itu,merubah pikirannya.Walaupun sejujurnya dia kurang terima.


"Makasih,Ka!"Shalika menyunggingkan senyuman yang sangat manis ke arah Dewa, yang wajahnya masih kecut.


" Lo, ngomong sama siapa sih Kila?" tiba-tiba kepala Shakira melongok dari balik pintu. Sehingga Shakila refleks melempar ponselnya ke atas kasur dengan panggilan Video yang masih terhubung.


Tbc


Sudah hari Senin saja nih. Dewa dan Shakila sudah jadian.Boleh dong Shakila dan Dewa minta hadiahnya.Kasih mereka Voucher vote rekomendasinya juga dong gais. Ingat jangan lupa juga like dan komennya.Thank you

__ADS_1


__ADS_2