
"Kamu kenapa Ka?" tanya Lea, dengan kening yang berkerut, bingung melihat Galang tiba-tiba berhenti dan menoleh ke belakang.
"Aku merasa seperti ada yang membuntuti kita dari tadi sayang." ucap Galang dengan pandangan yang mengedar, mencari sosok yang dia yakini sedang menguntit mereka.
Lea melakukan hal yang sama dengan Galang.Dia juga mengedarkan pandangannya untuk mencari sosok yang dimaksud oleh Galang. "Hmm, sepertinya itu hanya perasaanmu saja Ka. Ayo kita beli tiket nontonnya,takutnya kehabisan." Lea meraih tangan Galang dan menariknya ke tempat penjualan tiket. Karena mereka menontonnya dadakan,jadinya mereka tidak sempat membeli tiket secara online sebelumnya.
"Hmmm, sepertinya Lea benar,kalau itu hanya perasaanku saja." batin Galang.
"Sayang, kamu beli tiketnya dulu, aku beli popcorn dan minumannya ya?" Lea beranjak ke gerai yang menyediakan popcorn dan minuman setelah Galang mengiyakan.
Lea melangkah kembali, ke tempat dimana Galang berada. Tiba-tiba seorang wanita berjaket merah dengan kepala tertunduk, sehingga rambutnya yang tergerai menutupi wajahnya dengan sengaja menabrak tubuh Lea.
"Auh, sakit! pekik Lea, meringis kesakitan karena pergelangan tangannya, seperti terkena sayatan benda tajam.Darah langsung mengalir jatuh ke lantai, sedangkan perempuan tadi,langsung menyelinap ke kerumunan orang dan pelan-pelan menyingkir dari tempat itu, sambil membuang jaket yang dipakainya ke tong sampah.
Galang yang mendengar pekikan Lea, sontak berlari menghampiri Lea. "Ada apa sayang?" wajah Galang terlihat panik, apalagi ketika melihat darah Lea yang menetes ke lantai.
"Aku tidak tahu Ka! tadi ada wanita memakai jaket merah, dia sepertinya sengaja menabrakku.Begitu dia menabrakku, aku merasakan sakit di tanganku ini. Sepertinya dia sengaja Ka. Tapi, kenapa dia ingin melukaiku ya?" ucap Lea sambil meringis kesakitan saat Galang membungkus luka Lea dengan sapu tangannya.
Galang mengepalkan tangannya, dari kepalanya sudah seperti keluar asap tebal, nafasnya memburu karena emosi sudah mencapai ubun-ubun kepalanya. Netranya mengedar untuk mencari sosok yang ciri-cirinya disebutkan oleh Lea. Akan tetapi dia tidak bisa menemukan sosok yang dimaksud oleh kekasihnya itu.
Galang kembali mengalihkan tatapannya pada luka di pergelangan tangan Lea, dan menyentuhnya dengan lembut.
"Ayo ikut aku ke klinik dekat sini sayang! kita harus mengobati lukamu segera, sebelum infeksi." ucap Galang mengabaikan sejenak untuk melakukan pencarian wanita pelaku yang hendak mencelakai kekasihnya itu.
"Tidak usah sayang! kita langsung pulang saja. Nanti aku akan mengobatinya di rumah. Lagian tidak parah kok. Kamu tenang saja, aku pasti baik-baik saja!" tolak Lea sambil menenangkan Galang.
"Apa kamu yakin pasti baik-baik saja?" Galang masih belum sepenuhnya percaya pada ucapan Lea.
__ADS_1
"Iyaaa Ka! percaya deh sama aku!" Lea menerbitkan senyumannya, berharap Galang percaya, kalau dia memang benar baik-baik saja.
"Ya udah, sebelum kita pulang, kamu tidak keberatankan, kalau begitu kita mendatangi pihak penanggung jawab mall ini dulu?" tanya Galang.
"Buat apa, Ka?" Lea mengrenyitkan keningnya.
"Untuk melihat rekaman CCTV. Aku tidak akan melepaskan pelakunya, kalau aku sudah tahu siapa dia!" Galang kembali mengepalkan kedua tangannya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Baik Pak, tunggu sebentar ya! ucap seorang pria yang merupakan penanggung jawab mall tempat Galang dan Lea berada. Bersama dengan kepala keamanan, merekapun memeriksa rekaman CCTV, seperti yang diminta oleh Galang.
"Hmm, ini dia orangnya, Pak! tapi wajahnya tidak terlihat jelas. Dia juga langsung berbaur dengan kerumunan,jadi sangat susah untuk melihat siapa dia." terang penanggung jawab mall itu.
"Mmm bagaimana dengan rekaman CCTV di tempat lain, Pak? bisa kami lihat di bagian kiri gedung bioskop itu?" pinta Galang kembali.
Galang melihat dengan seksama, bentuk tubuh, rambut, gerak tubuhnya, semuanya tidak lepas dari pantauan Galang. Kecurigaannya langsung mengerucut pada seseorang.
"Hmmm, dari semua ciri-cirinya, mengarah pada Rosa.Tapi, apa mungkin dia yang melakukannya? besok aku harus menanyakannya. Dan kalau memang dia pelakunya, aku tidak akan tinggal diam." batin Galang dengan rahang yang mengeras, dan tangan yang mengepal kencang.
"Udah Ka, kita pulang saja! aku yakin kalau ini insiden yang tidak disengaja." Lea meraih tangan Galang dan mengajaknya pergi dari ruangan tempat mereka melihat rekaman CCTV.
"Ini disengaja Lea, aku yakin itu.Pertama, aku merasa kita dibuntuti dari kita masuk mall ini dan setelah itu, begitu kamu tidak berada di dekatku, dia langsung beraksi untuk mencelakaimu." Galang menjelaskan logika yang dia pikirkan dari tadi.
"Aku harap apa yang kamu pikirkan itu salah! ya udah sekarang kita pulang, dan berhenti berpikir yang tidak-tidak!" ucap Lea masih berusaha menenangkan Galang.Padahal sebenarnya, dia pun yakin kalau apa yang terjadi padanya barusan itu, benar-benar disengaja.
"Terserah kamu mau bilang apa. Aku akan tetap menyelidikinya." tukas Galang tegas.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Bagaimana? apa loe berhasil melenyapkan wanita itu?" tanya Dina, begitu menjawab panggilan dari Rosa.
"Tidak Din! gue salah sasaran.yang tersayat buka urat nadinya, tapi hanya di pergelangan tangan biasa."sahut Rosa dengan suara yang terdengar ketakutan.
"Goblok! tugas seperti itu saja loe tidak becus! bagaimana bisa loe salah tempat, hah?!" Dina melemparkan gelas yang dia pegang ke tembok hingga pecah berkeping-kepiing dan dapat dipastikan kalau Rosa di ujung sana pasti terjengkit kaget dan semakin takut.
"Ta-tapi itu tempat umum Din! gue buru-buru melakukannya sehingga bisa salah tempat." Rosa mencari pembelaan.
"Hmmm, baiklah! walaupun hari ini wanita itu selamat, tapi, tidak untuk hari berikutnya. Setidaknya, apa yang menimpanya hari ini, sudah membuatnya ketakutan." Dina menggelegarkan tawanya, yang cukup mengerikan bagi orang yang mendengarnya.
"Ta-tapi bagaimana mereka kalau mereka curiga dan memeriksa rekaman CCtv, Din? gue takut mereka tahu dan menjebloskan kita ke penjara." Rosa mengungkapkan kegelisahannya sambil menggigit bibirnya.
"Loe tenang saja, karena itu tidak akan terjadi. Kalaupun itu sampai terjadi, loe jangan sekali-sekali libatkan gue! kalau loe sempat bawa-bawa nama gue, kiriman uang ke orangtua loe akan gue hentikan dan mereka akan jadi gembel di jalanan, PAHAM LOE!" ancam Dina langsung memutuskan panggilan secara sepihak.
"Din ... Dinaaa!" teriak Rosa, yang belum selesai dengan ucapannya.
"Sial! mau enaknya aja nih orang! gue pastikan,suatu saat loe akan habis juga di tangan gue, dan semua harta peninggalan orangtua loe, akan jatuh ke tangan gue! lihat aja nanti!" Rosa membatin dengan senyuman miring yang tersemat di sudut bibirnya.
Tbc
Jangan lupa, di like, vote, rate dan komen ya gais.Nanti aku akan usahakan up lagi, masih on process soalnya.😀
Zhou Yutong as Dina
__ADS_1