Dosenku Kekasihku

Dosenku Kekasihku
Kamu tidak memiliki etika.


__ADS_3

"Kamu kenapa ada di sini? kamu bolos ya?" Rendra tiba-tiba muncul di belakang Shakila sembari menarik telinga Shakila.


"Sakit Ka! lepasin napa?" pekik Shakila.


"Jawab dulu pertanyaan Kaka! kenapa kamu ada di kantin saat jam pelajaran masih berlangsung?"


"Aku bukan bolos Ka, tapi disuruh keluar sama dosen baru, yang sok kecakepan,eh,emang cakep sih!" ucap Shakila, yang memang selalu begitu, ngumpat dulu, sangkal kemudian.


"Pasti ada alasannya kamu disuruh keluar. Kamu bikin ulah ya?" Rendra, melepaskan tangannya dari telinga Shakila yang terlihat sudah sangat merah sekarang.


"Aku gak berulah Ka, aku cuma telat sedikit aja!" Sahut Shakila dengan bibir yang mengerucut.


"Astaga, kamu telat, masih bilang cuma? Kamu kan tahu kalau Pak Broto gak suka sama murid yang telat?" tukas Rendra sembari mendaratkan tubuhnya duduk di samping Shakila.


"Kakak gimana sih, tadikan aku udah bilang, dosen baru! berarti bukan Pak Broto!" Shakila semakin sewot.


"Eh, iya ya! hehehehe, maaf! emang siapa dosennya?" Rendra cengengesan sembari menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal."


"Emm, itu Ka, cowok yang kemarin, yang bilang Kaka pacar Kila."


"Oh, dia! jadi hukuman apa lagi yang dia kasih ke kamu? masa cuma disuruh keluar, kan gak mungkin!"


"Oh iya,Ka ... Kaka punya makalah tentang ekonomi Makro gak? kalau punya, nanti Shakila pinjam ya! soalnya dosen yang tadi, nyuruh Kila buat makalah tentang itu, dan besok harus selesai." ucap Shakila pada kakak laki-lakinya, yang walaupun seumuran dengannya, tapi satu tingkat di atasnya, karena dulu pernah lompat kelas.


"Nggak boleh! enak saja! buat aja sendiri!" Rendra menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Please Ka! kakak gak kasihan sama adik kaka yang cantik, imut, wangi semerbak dan paling baik ini?" Shakila mengatupkan kedua tangannya di depan dadanya, memohon.


"Aku bilang nggak, ya nggak Kila! itu sama aja,aku ikut berkontribusi membuat kamu jadi bodoh.Aku bisa dimarahin sama papi ntar kalau tahu."


"Ya, jangan kasih tahu papi lah Ka! Kaka tenang saja, aku nanti akan rubah sedikit-sedikit bahasanya, biar gak terlalu sama dengan punya kaka. Please ya Ka!" seperti biasa Shakila akan membuat puppy eyesnya bila sudah minta sesuatu. Dan pastinya Rendra tidak akan pernah bisa menolak, kalau Shakila sudah pasang wajah imut seperti itu.


Rendra menghela nafasnya, lalu berdecak. " Ya udah, entar Kaka kasih, tapi benar ya, kamu rubah sedikit-sedikit bahasnya?"


"Sip!" Thank you, Kakaku yang super duper ganteng, baik hati, tidak pelit, gemar menabung dan___"


"Udah, cukup! gak usah lebay!" tukas Rendra jengah dengan tingkah absurd adiknya.


"Kakak mah gak asik ah!" Shakila mencebikkan bibirnya.


Setelah Rendra benar-benar menghilang, sebuah tangan menarik rambut Shakila dengan kuat dari belakang. Sehingga Shakila meringis kesakitan.


"Hei, cewek murahan! lo udah miskin gak usah belagu ya! kegatelan amat sih ama cowok. Kemarin sama Ka Dewa, sekarang sama Rendra, lo maunya apa sih?" Lisa and the geng yang dari tadi ternyata melihat semua interaksi Rendra dan Shakila merasa panas hatinya.


"Eh, gue maunya apa, bukan urusan loe-loe pada! Awas minggir! gue mau pergi, malas gue di sini!" Shakila mendorong tubuh Lisa yang menghambat jalannya.


"Hei, berani banget lo ya sama kita! lo belum tahu ya siapa kita?" bentak Lisa sembari kembali menarik rambut Shakila.


Shakila menggeram, dan sontak memelintir tangan Lisa, sehingga Lisa memekik kesakitan.


"Hei, dengar! gue gak perduli siapa loe semua! dan gue gak akan pernah takut, seperti orang-orang yang kalian buli selama ini. Lo semua jadi setan sekalipun gue gak takut, karena setan saja takut sama gue.Dan satu hal lagi, gue gak murahan! yang murahan itu justru loe semua. Kenapa gue bilang begitu?__ karna kalian yang mendekati cowok-cowok,padahal tuh cowok-cowok gak mau sama kalian! lebih murahan mana coba? Kalau gue?__ gue gak pernah dekatin tuh cowok-cowok, justru mereka yang dekatin gue, saudara kembar gue, dan Lea. Cih, murahan teriak murahan lo!" Shakila memutar badannya dan berlalu dari tempat itu.

__ADS_1


Lisa mengepalkan kedua tangannya, dengan mata yang sudah berkilat-kilat karena amarqh yang amat sangat.


"Hei, jangan sok cantik lo ya! Lo itu masih jauh di bawah rata-rata.Gue dan teman-teman gue tidak pernah mendekati cowok-cowok itu semua. Asal loe tahu, kami hanya tidak suka kampus ini dikotorin sama cewek murahan seperti kalian semua, yang hanya mendekati cowok-cowok kaya, biar kalian bisa berfoya-foya.Aku yakin, kalau lo dan gengs lo itu,pasti jual diri, buat bisa kuliah di sini kan?" Lisa kembali berucap dengan nada tinggi sebelum Shakila benar-benar menjauh.


Shakila memutar kembali badannya dengan sudut bibir yang tertarik ke atas menatap sinis ke arah Lisa dan gengsnya itu.


"Apa loe bilang tadi? gue dan teman gue gak cantik? Aku rasa semua orang pasti mengakui kalau gue dan teman gue cantik! hanya orang iri dan dengki saja yang bilang kami tidak cantik, seperti kalian-kalian ini, yang merasa tersaingi semenjak kami kuliah di sini.__Hmm, gue penasaran, sekaya apa sih Loe, makanya kamu bisa sesombong ini?" tukas Shakila sinis.


" Asal lo tahu, papah gue itu menejer di Wijaya group, loe pasti tahu kan Wijaya group? dan lo pasti tahu, kalau pemilik Wijaya group, bersaudara dengan pemilik Aryaguna coorporation." Lisa, menatap Shakila dengan tangan yang bersedekap di dadanya sambil menatap Shakila dengan sinis.


"Wow! takuttt! masih menjabat menejer saja, kesombongan lo udah sampai ke langit ke tujuh. Aku kirain kamu itu putri pemiliknya, ternyata hanya putri seorang manager yang kapan saja bisa dipecat." Sarkas Shakila tanpa memudarkan senyum sinisnya.


"Awas lo! gue gak akan tinggal diam" geram Lisa dengan nafas yang memburu lalu dia mengerakan ekor matanya, memberikan isyarat pada teman-temannya, untuk memegang tangan Shakila.


Setelah Shakila dipegangin oleh teman-temannya, Lisa menarik kembali rambut Shakila dan memberikan pukulan di wajah Shakila. Akan tetapi, entah kenapa, tiba-tiba Lisa mengacak-acak rambutnya sendiri dan menjatuhkan dirinya sendiri sambil menangis terisak-isak.


"Hei, ada apa ini?" bentak seorang laki-laki yang ternyata adalah Dewa, yang baru saja selesai mengajar dan bermaksud untuk makan di kantin, karena tidak sempat sarapan tadi dari rumah.


"Dia, menarik rambut, lalu mendorongku sampai jatuh Ka! padahal aku cuma memperingatkan dia, supaya menjadi seorang perempuan yang selalu menjaga harga diri sebagai seorang perempuan. Tapi dia tidak terima, dia malah melakukan hal ini semua padaku.Untung ada teman-temanku yang menghalangi dia melakukan hal yang lebih parah lagi Ka." akting Lisa kali ini benar-benar di acungi jempol.


"Hei, kamu jangan fitnah ya! justru kamu yang melakukan itu pada dirimu sendiri." Shakila meninggikan suaranya, melakukan pembelaan pada dirinya sendiri


"Sudah cukup! kamu jangan mencari pembelaan lagi, jelas-jelas sekarang aku melihat keadaan dia yang kacau, dan kamu masih berusaha untuk mengelak lagi? ada orang yang bar-bar tapi masih memiliki etika, tapi kamu selain bar-bar, kamu juga tidak memiliki etika,sopan santun." bentak Dewa sambil menatap Shakila dengan tajam. Sedangkan Lisa menyunggingkan senyum kemenangannya


Tbc

__ADS_1


__ADS_2