Dosenku Kekasihku

Dosenku Kekasihku
Hukuman.


__ADS_3

"Kalian apakan menantuku?" ucap Pria,yang ternyata Seno lengkap bersama, Bimo, Aarash, Aariz dan Rendra.


Pandangan yang mengintimidasi dari ke lima pasang mata itu, membuat Galang, Dion dan Dewa,membeku di tempat mereka berdiri.


"Kenapa kalian diam saja? kami sudah tahu apa yang telah kalian perbuat, tapi kami butuh penjelasan dari mulut kalian bertiga!" sorot mata Seno masih sangat dingin.


"Astaga, ini mah lebih berat dari sidang skripsi." Galang berbisik pada dirinya sendiri.


"Hmm, k-kami cuma buat Rendi tertidur Om!" Dewa akhirnya buka suara.


"Kalian tahu, apa akibat dari perbuatan kalian?"


"Tahu,Om. Rendi dan Shakira jadi gagal malam pertama." Lagi-lagi Dewa yang menjawab.


"Tuh,kalian tahu! kalian tahu tidak, karena perbuatan kalian bertiga, proses pembuatan cucu buat saya jadi tertunda." suara Seno sudah mulai meninggi.


"Apa alasan kalian bertiga melakukan ini? apa kalian iri pada sahabat kalian itu?" Bimo angkat suara.


"K-kami tidak iri Om, kami cuma kasih pelajaran sedikit,karena dia sudah ngeledekin kami yang menikah lebih dulu dari kami." Galang menyahut, karena yang bertanya itu Bimo yang sudah dia klaim calon mertuanya.


" Kan memang benar dia sudah menikah dan kalian belum, jadi kenapa kalian tidak terima?" Bimo mengerenyitkan keningnya.


"Kami bukan tidak terima Om! justru kami sangat senang dia menikah. Kami hanya mau memberinya sedikit pelajaran saja."


" Ini ide dari siapa?" tanya Aarash.


"Ide kami bertiga Ka!" sahut Dion, memberanikan diri menatap mata Aarash.


Seno terlihat menghela nafasnya, dan berusaha untuk tidak tertawa melihat ekspresi dari ketiga pemuda yang ada di depannya itu.


"Baiklah! perbuatan kalian ini bagi saya sudah kelewatan, jadi kalian harus tetap dihukum!" tegas Seno membuat Dewa, Galang dan Dion bergidik dan menelan saliva masing-masing membayangkan hukuman berat yang akan Seno berikan pada mereka.

__ADS_1


"Sebenarnya kami sudah tahu apa yang kalian rencanakan, tapi kami mendiamkannya,untuk melihat seberapa jauh keberanian kalian untuk mengeksekusi rencana kalian__Om sengaja, sudah menyuruh tim WO untuk pulang, dan Bimo sudah menyuruh para Karyawan untuk beristirahat, jadi Om mau memberikan kalian tanggung jawab untuk membersihkan seluruh ruang ballroom sisa pesta tadi." ucap Seno dengan sangat tegas.


"A-apa Om? membersihkan ballroom? K-kami bertiga." Dewa lemas seketika,membayangkan ballroom yang segitu luasnya.


"Iya, kalian bertiga! apa kalian tidak sanggup menerima tanggung jawab ini? tanggung jawab seperti ini saja kalian tidak sanggup, bagaimana kami bisa menyerahkan putri kami, sebagai tanggung jawab kalian nantinya."


"M-maksudnya?" Dewa gagal mencerna maksud perkataan Seno, demikian juga dengan Galang.


" Kalian jangan berpikir, kalau aku dan Bimo tidak tahu kalau kamu dan Shakila putriku punya hubungan, sedangkan Galang punya hubungan dengan Lea, benar bukan?" Seno mencondongkan tubuhnya mendekat ke arah wajah Dewa, sehingga Dewa memundurkan sedikit wajahnya.


Glek ...


"J-jadi Om sudah tahu?" Dewa terlihat gugup.


"Tentu saja, kami sudah tahu. Kami bisa melihat perubahan padabputri kami, dan sebagai seorang ayah, tentu saja kami mencari tahu apa yang menyebabkan putri kami berubah. Jadi kesalahan kalian sudah bertambah, selain membuat menantu saya tertidur, kalian juga sudah berani bermain kucing-kucingan berpacaran dengan putri kami di belakang kami, walaupun kami tahu,ini bukan kehendak kalian berdua. Jadi bagaimana? apa kalian siap menerima tanggung jawab membersihkan ballroom itu, sebelum kali memberikan tanggung jawab yang lebih besar lagi?" tanya Seno, masih tetap dengan nada mengintimidasi.


"Baik,Om kami siap!" Galang dan Dewa mendadak semangat.


"Berarti hukuman itu,hanya buat mereka berdua kan Om? pacarku kan gak ada kaitannya dengan Om Bimo dan Om Seno." celetuk Dion, sedikit merasa lega.


"Kalau begitu aku juga siap!" Dion pun langsung semangat, mendengar kata lamaran.


"Kok,perasaan gue gak enak ya?perasaan ada yang lagi ngeliatin gue." batin Dewa sembari bergidik ngeri. Tanpa sengaja,netra Dewa bersirobok dengan netra Rendra yang menatapnya dengan sangat tajam.


"Astaga, gue serasa diintimidasi bocah sekarang." lagi-lagi Dewa berbicara pada dirinya sendiri.


"Rendra, turunkan pandanganmu!" titah Seno dengan tegas.


"Ih, si Papi, ngerusak momen saja! padahal tadi aku hampir berhasil. Kapan lagi coba, mahasiswa mengintimidasi dosennya sendiri? papi gak asyik ah!" Rendra mengerutu, sambil berlalu pergi.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Semangat tadi yang membara, seketika langsung berubah menjadi kekagetan yang luar biasa dan rasa ingin menangis, begitu melihat keadaan Ballroom yang penuh dengan sampah dan kursi yang berantakan.


Bayangkan saja, ballroom seluas 2700m2 itu,penuh dengan sampah plastik, botol minuman dan masih banyak sampah lainnya,yang entah dari mana datangnya.


"Ini mah kita dikerjain.Tadi semua sampah ini gak Ada di sini kan? sejak kapan pula ada sampah bungkus KFC dan minuman pepsi di sini? Kalau begini, malam ini kita bakal tak tidur ini." keluh Dewa dengan wajah meringis.


"Udah lah,kita kerjain aja. Mengeluhpun gak ada gunanya juga. Semua ini tidak akan bersih dengan hanya keluhan saja." Galang mulai memasukkan sampah satu-satu persatu ke dalam kantong plastik berwarna hitam,yang sudah dipersiapkan terlebih dulu. Dion dan Dewa pun menyusul Galang melakukan hal yang sama.


"Astaga! ternyata bukan sampah saja sob, kita juga sepertinya harus ngelap meja-mejanya. Sepertinya sisa saus, dan sisa makanan lainya sengaja ditumpahkan di atas meja!" seru Dion frustasi begitu melihat ke atas meja.


Dewa langsung tersungkur duduk, lemas mendengar ucapan Dion.


"Astaga, jam tidurku sayang, gue merindukanmu!" rintih Dewa nelangsa.


"Tahu gini jadinya, mending gue gak ngikutin saran loe deh Lang." Dion mengusap wajahnya dengan kasar.


"Hei, yang lebih dulu ngasih ide buat ngasih pelajaran siapa? kan loe!" Galang tidak terima disalahkan.


"Udahlah,gak ada gunanya juga saling menyalahkan.Yang ada pekerjaan kita gak bakal selesai." lerai Dewa menghentikan perdebatan Dion dan Galang.


"Biar lebih semangat, kita ingat saja, kalau kita tidak akan sembunyi-sembunyi lagi pacaran.hehehe!" Dewa tertawa bahagia.


"Loe berdua aja kali! gue mah gak pernah sembunyi-sembunyi kalau mau kencan sama Kinara." senyum Dion terbit di salah satu sudur bibirnya, yang menandakan kalau dirinya tengah meledek Dewa dan Galang.


1 jam lebih sudah berlalu. Akan tetapi, ruangan ballromm yang mereka bersihkan tidak selesai-selesai. Bahkan sepertinya terlihat semakin kotor.


Di kepala Dewa bahkan sudah tergantung photo Shakila yang dia keluarkan dari dompetnya, dengan tujuan kalau dia sudah capek, dan ingin berhenti, dia bisa langsung melihat photo Shakila yang tersenyum seakan memberikan dia semangat untuk menuntaskan tanggungjawab yang diberikan Seno.


Tanpa mereka sadari,penderitaan mereka bertiga dijadikan tontonan oleh Seno, Bimo dan yang lainnya dari kamar. Mereka menertawakan penderitaan Galang, Dewa dan Dion, seperti halnya menonton film komedi di bioskop,lengkap dengan minuman dan popcorn di tangan. Formasi mereka bahkan sudah lengkap, Ada Tiara, Amira, Laura dan Vina. Bakan orangtua Rendi, Ronald dan Naurapun ada di ruangan itu ikut menonton pertunjukan reality show, tampa rekayasa itu.


Tbc

__ADS_1


Nanti malam lagi, di usahakan up ya gais, karena masih on proses. Thank you.


Oh ya, seperti biasa jangan lupa buat tetap ninggalin jejaknya ya.Like, Vote dan komen.😁🥰🤗


__ADS_2