
Lea, Shakira dan Shakila, berdiri dari kursi masing-masing, dan beranjak keluar dari kelas, karena jam pelajaran Dewa baru saja selesai.
"Kil, kenapa sih loe selama pelajaran Pak Dewa, menunduk mulu sambil megangin bibir? kaya takut aja,tuh bibir bakal jatuh. Pipi loe juga merah sepanjang kelas berlangsung. Apa ada yang terjadi,yang tidak kami tahu?" ekor mata Lea menyipit, menatap Shakila curiga.
"Nggak ada apa-apa! tadi hawanya panas banget, makanya pipiku memerah. Jadi, kalian tidak usah berpikiran macam-macam." Shakila berjalan mendahului, Lea dan Shakira, agar wajahnya tidak terlihat kalau sedang berbohong.
"Hei, kok loe jadi ningalin kita berdua sih?"protes Shakira sembari berusaha mensejajarkan kembali langkahnya dengan langkah Shakila.
"Panas gimana? adem begitu lo bilang panas. Lo sakit ya?" Lea juga tidak mau ketinggalan, untuk mensejajarkan langkahnya dengan Shakila dan Shakira.
"Oh,mungkin cuma gue aja tadi yang kepanasan." Shakila tersenyum tipis, tanpa mau menatap Shakira dan Lea.
Langkah Shakila tiba-tiba terhenti,ketika tanpa sengaja matanya menangkap Dewa yang tengah berjalan beriringan dengan Keysha,yang selalu terlihat anggun seperti biasa.
"Kenapa loe berhenti Kila?" Shakira dan Lea mengikuti kemana arah pandangan Shakila.
"Lo, cemburu ya lihat mereka?" celetuk Lea, kembali mengalihkan tatapannya ke arah Shakila.
"Hmm, nggak! buat apa gue cemburu? Pak Dewa kan bukan siapa-siapa gue, jadi gue gak punya hak untuk cemburu." sahut Shakila yang sangat bertentangan dengan kata hatinya.
"Kenapa sih, Ka Keysha dari dulu selalu mendekati setiap laki-laki yang ingin mendekatiku ? yang dulu-dulu, aku sih oke-oke saja,tapi kenapa sekarang hatiku terasa sakit, ketika dia dekat dengan Pak Dewa? aku tidak benar-benar suka sama Pak Dewa kan?" ucap Shakila, yang hanya bisa di dengar oleh telinganya sendiri.
Tanpa Shakila sadari, ekor mata Dewa melirik ke arah Shakila, dan dia tahu kalau Shakila sedang menatap dirinya dan Keysha. Dewa tersenyum samar, dan tiba-tiba mendapat ide,membuat Shakila cemburu.
Dewa mencoba menikmati obrolannya dengan Keysha, yang menurutnya sangat membosankan.Tapi,demi bisa melihat kecemburuan Shakila, Dewa berpura-pura tertarik dengan apa yang dibicarakan oleh Keysha.Dewa yang bisanya pelit senyum, kali ini terlihat lebih sering mengumbar senyumnya saat berbicara dengan Keysha.
"Kalian ke kantin saja duluan gue mau ke toilet! tolong bawa buku gue!" Shakila menyerahkan bukunya pada Shakira dengan kasar, hingga membuat buku Shakila hampir jatuh.
__ADS_1
"Dia itu kenapa sih? kok kaya lagi marah begitu?" Shakira, menautkan alisnya, penasaran dengan sikap Shakila, saudari kembarnya.
"Kalau dilihat dari gesturenya sih, dia pasti cemburu dengan Pak Dewa dan Ka Keysha." celetuk Lea sangat yakin.
"Cemburu? masa sih Shakila cemburu?" gumam Shakira pelan, tapi bisa masih bisa ditangkap oleh pendengaran Lea.
"Ya,mungkin aja! apa sih yang tidak mungkin di dunia ini?"
"Iya juga sih?" Shakira,manggut-mangut membenarkan ucapan Lea.
"Udah ah, sekarang kita ke kantin saja! biar Shakila menyusul kita nanti ke sana." sambung Lea lagi, sembari menarik tangan Shakira.
Sementara itu, Dewa kembali ke mode awal, yaitu cool dan susah senyum,ketika melihat Shakila sudah tidak ada di tempatnya tadi.
"Yes, sekarang giliran kamu yang cemburu!" batin Dewa dengan sudut bibir yang sedikit tertarik ke atas,merasa senang melihat kecemburuan Shakila tadi.
"Sepertinya Pak Dewa sangat susah untuk ditaklukkan, tapi demi Ka kevin aku harus tetap berusaha mendekatinya." tekad Keysha, sehingga tanpa sadar dia mengangguk-nganggukan kepalanya.
"Kenapa kamu mangut-mangut,Keysha?" ekor mata,Dewa menyipit, merasa sedikit curiga dengan Keysha.
"Ah, gak pa-pa Pak! Tadi bukannya bapak bilang,kalau bapak ada urusan? bapak sekarang bisa pergi,karena tidak ada lagi yang mau aku tanyakan,Pak!" Keysha menerbitkan senyum termanisnya ke arah Dewa. Berharap Dewa akan tertarik dan jatuh cinta dengan senyumannya.
"Oh, ya udah! kalau begitu aku pamit dulu!" Dewa, mengayunkan langkahnya meninggalkan Keysha yang sedikit merasa kecewa dengan sikap Dewa yang dingin. Bahkan Dewa sama sekali,tidak menoleh sedikitpun ke belakang.
"Hmm,mungkin hari ini Bapak, bisa chek denganku, tapi aku tidak akan menyerah untuk bisa membuat bapak suka padaku.Demi Ka Kevin,aku pasti bisa." keysha mengayunkan langkahnya berlawanan arah dengan Dewa, dengan seyuman tipis yang tersungging di bibirnya.
...----------------...
__ADS_1
"Ih, dasar belagu, sok cakep, sok laku. Tadi pagi ngaku-ngaku,kalau gue pacarnya, sekarang tebar-tebar pesona sama cewek lain. Pengen gue timpuk tuh kepala, habis itu gue bejek-bejek tuh muka sampai gak berbentuk, biar gak laku sekalian!" Shakila menggerutu tidak jelas sepanjang jalan menuju toilet. Sehingga orang- orang yang berpapasan dengannya mengrenyit bingung.
"Sebenarnya gue mau ngapain sih ke toilet? kan gue gak mau pipis ataupun BAB?" Shakila menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal,lalu berbalik, tidak jadi ke toilet.
"Lho kamu kok gak jadi ke toiletnya?" tiba-tiba Dewa sudah ada di depannya, menatap Shakila intens sembari menahan tawa.
"Bukan urusanmu! awas aku mau lewat!" Shakila yang sudah sangat kesal, berbicara ketus tanpa adanya embel-embel kata Bapak.
"Hmm, kenapa kamu sepertinya kesal? pipis kamu ngambek ya, gak mau keluar?" lagi-lagi Dewa bertanya dengan nada meledek.
Shakila menarik dan menghembuskan nafasnya berulang-ulang,untuk mengontrol emosinya.
"Maaf,Pak Dewa! pipisku bukannya ngambek,tapi dia lagi tidur, soalnya dia begadang tadi malam. Nanti kalau dia sudah bangun, pasti minta keluar sendiri.Permisi Pak!" Dewa seketika cengo,mendengar jawaban absurd dari Shakila. Dia tidak bergeming dan menatap punggung Shakila yang pergi meninggalkannya.
Tiba-tiba Shakila berbalik lagi, dan melangkah mendekati Dewa yang hampir melangkah pergi juga.
"Pak Dewa, ini kemeja anda,aku kembalikan! tenang saja, kemejanya sudah aku cuci bersih, dan sudah disetrika selicin-licinnya. Terima kasih sekali lagi atas yang kemarin-kemarin! " Shakila nyaris mengayunkan langkahnya lagi, tapi dia tiba-tiba berhenti, dan menatap Dewa dengan peluh yang menetes dari pelipisnya,dan pori-pori kulitnya terlihat meremang.
"Kila, kamu kenapa? kok wajahmu tiba-tiba pucat?" Dewa bertanya dengan wajah panik.
"Pak Dewa, bisa tidak Bapak minggir dan kasih aku jalan! Karena bapak berisik, pipis aku bangun, dan minta keluar sekaraaaang!" Shakila berlari menuju toilet, meninggalkan Dewa yang langsung tertawa terpingkal-pingkal sambil memegang perutnya.
Dewa berdehem beberapa kali, dan langsung berlalu sambil memasang wajah coolnya, ketika mahasiswa dan mahasiswi menatapnya bingung.
Tbc
Aku tidak akan pernah bosan buat meminta,dukungannya, berupa like, vote dan komen.Kalau berkenan kasih hadiah juga diterima kok!😁😁😁
__ADS_1