Dosenku Kekasihku

Dosenku Kekasihku
Mulai menemukan titik terang.


__ADS_3

"Dasar gadis licik dan murahan!" Galang mengumpat dengan tangan yang terkepal. "Kalau begitu ceritanya, sangat sulit untuk membuktikan kalau loe itu dijebak,karena loe masuk kedalam kamar bukan dengan cara dipaksa, Yon." sambung Galang, yang terlihat ikut frustasi juga, dengan masalah yang menimpa sahabatnya.


"Kalau loe bilang, loe yang diperkosa, semua orang pasti akan menertawakan loe dan tidak akan ada yang percaya." Dewa menimpali ucapan Galang.


" Kalian berdua bisa tidak sih, gak membuat gue semakin terpojok?" Dion menggeram kesal.


"Bukan begitu, Sob! kami tidak bermaksud membuatmu semakin terpojok. Kami hanya menyampaikan opini kami." tutur Galang.


"Gue tidak memerlukan opini, gue butuh solusi!" Dion mengusap wajahnya dengan kasar.


"Iya, kita tahu, Yon. Tapi kalau tidak ada opini,bagaimana kita bisa menemukan solusi? sekarang ada baiknya kita memikirkan masalah ini dengan tenang dulu." Galang diam seperti sedang berpikir, sembari mengetuk-ngetuk jarinya ke atas meja.


"Lagian, kejadiannya sudah 3 minggu, tapi kenapa baru hari ini loe ngasih tahu ke kita masalah loe? kemarin-kemarin kami sudah nanya, loe ada masalah atau nggak, loe jawabnya lagi pusing mikirin persiapan pernikahan saja. Kalau waktunya sudah mepet begini, mau gimana coba?" Rendi yang dari tadi diam saja buka suara.


"Gue kira, gue bisa cari solusinya sendiri, dan gue tidak mau merepotkan kalian semua." desis Dion sangat lirih.


"Tapi, masalahnya sekarang justru makin runyam Yon! Gue gak ngerti lagi mau bilang apa.Sekarang otakku benar-benar stuck." Dewa menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Mana wanita gila itu ngaku sudah hamil 3 minggu lagi, apa iya bisa secepat itu? gue sama Shakira aja gak pernah absen belum jadi-jadi." Rendi sempat-sempatnya melontarkan candaan, membuat tiga pasang mata menghunus tajam ke arahnya.


"Maaf ... maaf, bukan maksud bercanda, cuma lagi bingung aja," Rendi mengacungkan dua jarinya membentuk huruf V.


Keheningan terjeda cukup lama di antara 4 bersahabat itu. Mereka sibuk dengan pikiran masing-masing.


"Gue, sepertinya pernah dengar nama wanita licik itu. Boleh gue lihat photonya?" celetuk Rendi tiba-tiba.


"Buat apa?" Dion mengerenyitkan keningnya ke arah Rendi.

__ADS_1


"Ada tidak? gue cuma mau lihat photonya aja,buat mastiin sesuatu."


Dion meraih ponselnya,mencari photo yang dimaksud oleh Rendi. Setelah menemukannya dia mengarahkan layar ponselnya pada Rendi yang langsung menatap dengan seksama photo wanita yang ditunjukkan oleh Dion.


"Benar dugaan gue, dia orang yang sama yang gue pernah lihat dengan Juna."Rendi menganggukkan kepalanya.


Dion, Galang dan Dewa sontak menatap Rendi dengan tatapan yang sama, yaitu menatap bingung. "Juna? siapa Juna?" Galang mengangkat kedua alisnya.


"Juna itu mantan pacarnya Shakira." Cetus Rendi yang membuat netra ketiga sahabatnya membola karena terkesiap, kaget.


"Shakira punya mantan?" Dewa sama sekali sulit untuk mempercayai.


"Iya.Mereka backstreet makanya tidak ada yang tahu. Tapi intinya bukan itu, yang mau aku katakan di sini, si Juna ini, minta putus pada Shakira, karena menurutnya Shakira perempuan yang membosankan. Mereka berpacaran, tapi Shakira dicium saja tidak mau. Dari cerita gue Kalian pasti bisa menyimpulkan apa maksud gue, dan tipe laki-laki seperti apa si Juna ini. Haish ... bila mengingatnya aja, aku pengen nonjok muka nih cowok." Rendi geram sendiri mengingat, kalau istri kecilnya pernah menjalin hubungan dengan laki-laki seperti Juna.


"Ya, gue mengerti maksud loe. Loe mau bilang, kalau dia selingkuh dari Shakira dan lebih memilih Ratih, itu karena Ratih dengan senang hati melempar tubuhnya ke laki-laki yang tak bertulang seperti mantan Shakira kan?"


"Kan loe sendiri yang bilang, kalau laki-laki itu mantannya istri loe. Kok sekarang loe yang sewot?" Dewa berdecak, sembari memutar bola matanya,jengah melihat kebucinan Rendi.


"Hmm, ok lah si Ratih, mau dicium, dipeluk sama si Juna, tapi kan mungkin mereka hanya sekedar ciuman saja, dan belum sampai menjurus ke hal yang lebih jauh." Galang menimpali ucapan Rendi.


"Dari yang gue lihat dari pasangan ini, tidak mungkin mereka hanya melakukan sekedar ciuman, pasti mereka sudah melakukan lebih dari situ. Dan jujur, saat gue pernah melakukan pertemuan dengan klien di hotel, gue melihat mereka pesan satu kamar. Gak mungkin kan, mereka pesan kamar hanya buat,ngobrol-ngobrol atau main domino?" tukas Rendi dengan sangat yakin. Dewa dan Galang manggut-mangut membenarkan ucapan Rendi.


"Tapi, kenapa gue melihat ada bercak darah di sprei itu, Ren? bukannya itu berarti kalau dia masih perawan?" Dion buka suara.


"Loe, jangan terkecoh dengan itu. Mereka sudah merencanakannya dulu, jadi pasti mereka sudah ada persiapan. Bisa jadi itu darah hewan, cat atau apalah itu." Rendi kembali meyakinkan Dion, kalau Ratih itu sedang membohonginya.


"Jadi apa rencana kita sekarang? masalah ini sangat susah dibuktikan kalau Dion sedang dijebak di sini." tanya Dewa.

__ADS_1


"Jalan satu-satunya, kita harus mencari laki-laki yang bernama Juna ini, dan menanyakan sampai sejauh mana dia berhubungan denga Ratih." Rendi memberikan solusi.


"Tapi bagaimana kalau dia tidak mau ngaku?" Dewa kembali bertanya.


"Juna ini tipe cowok yang matre, karena salah satu alasannya dia meminta putus dari Shakira, ya karena dia merasa Shakira tidak punya apa-apa, sedangkan Ratih, mau memberikan apa yang dia nginkan. Jadi kalau kita menawarkan uang yang banyak padanya, pasti dia dengan senang hati membongkar sejauh mans hubungan mereka berdua." papar Rendi menjelaskan panjang lebar.


Dewa dan Dion dan Galang tampak menganggukan kepalanya. "Tapi, masalahnya kita tidak tahu tempat tinggal Juna. Jakarta luas, dan yang namanya Juna banyak, bagaimana kita bisa mencarinya?" Dion merasa pesimis akan bisa menemukan Juna dengan cepat.


"Loe itu bagaimana sih Yon? bukannya tadi gue bilang, kalau dia mantannya Shakira?! Hais, gue jadi nyebutin itu lagi kan?" Rendi mendengus kesal, karena Dion tidak mencerna ucapannya dari tadi. " Lagian kita ini hidup di era digital,Yon. Jaman dimana hampir semua orang punya media sosial. Aku bisa bertanya pada Shakira nanti, dimana alamat Juna, kalau dia tidak tahu, kita bisa melihat dari media sosialnya. Walaupun dia tidak membuat alamatnya di sana, setidaknya dia pasti ada memposting story dimana posisinya. Karena manusia tipe seperti si Juna ini, pasti akan selalu ingin tampil exis di dunia maya." tutur Rendi.


"Baiklah! aku berharap kita bisa menemukan Juna dengan cepat sebelum pernikahanku benar-benar dibatalkan," Dion, sedikit merasa lega, karena setidaknya dia masih merasa memiliki harapan.


Dewa, merogoh ponselnya dari dalam sakunya dan melihat pesan dari Reno papahnya.


"Wa, kamu dimana? tolong kamu pulang sekarang! ada hal penting yang ingin papah bicarakan denganmu."


"Sob, kayanya gue harus pulang sekarang. Papah gue udah kirim pesan,nyuruh gue pulang, karena katanya ada hal penting yang mau dia bicarakan denganku." pamit Dewa.


"Gue juga sepertinya harus pulang, karena Shakira mungkin sangat khawatir sekarang." Rendi juga pamit.


"Lang, loe di sini saja nemenin Dion. Takutnya nih anak melukai dirinya sendiri lagi." sambung Rendi, sembari tersenyum meledek.


"Sialan loe!" umpat Dion


Rendi dan Dewa terkekeh dan beranjak sedikit berlari keluar dari apartemen Dion.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2