Dosenku Kekasihku

Dosenku Kekasihku
Aksi penyelamatan Keysa.


__ADS_3

"Pagi menjelang siang Pi!" sapa Rendra yang baru saja masuk ke ruangan Seno yang sekarang sedang ada Kevin juga di sana.


"Eh, ada Ka Kevin juga ternyata." sambung Rendra sembari menyunggingkan senyuman di bibirnya, yang dibalas anggukan kepala dari Kevin.


"Lho cepat sekali kamu datang? ini baru jam 10," Seno mengangkat tangan kanannya dan melirik arloji yang ada di pergelangan tanganya.


" Kelasku hanya dua saja hari ini Pi, Jam pertama sudah selesai dan yang jam kedua dosennya berhalangan hadir,Pi." sahut Rendra sembari mendaratkan tubuhnya duduk di atas sofa.Dia kini sudah berganti pakaian dari yang casual menjadi pakaian formal.


"Oh, baiklah kalau begitu! sekarang, kamu lanjut pekerjaan papi, karena papi mau ke Mahardika, ada hal penting yang harus papi kerjakan di sana.__ Oh ya, Vin, bagaimana progres pembuatan iklan kita yang terbaru? yang kemarin sangat bagus. Apa kali ini, konsepnua sebagus yang kemarin?" tanya Seno sebelum dia beranjak pergi.


"Hari ini, Nona Gendis akan mempresentasikan konsep yang baru,Pak Seno. Mungkin sebentar lagi dia akan datang," sahut Kevin, dengan tangan yang me-reject sebuah panggilan yang tiba-tiba masuk ke ponselnya dan ini sudah ke beberapa kalinya.


"Angkat dulu teleponnya, Vin! kali aja itu suatu hal yang sangat penting." saran Seno yang menyadari kalau ada orang yang menghubungi Kevin berulang kali, dengan tempo yang berkali-kali tanpa jeda.


"Hmm, itu cuma Keysa, Pak! mungkin gak terlalu penting," ucap Kevin yang sangat berlawanan dengan hatinya, karena tidak bisa dibohongi,kalau sekarang hatinya sedang tidak nyaman, tidak biasanya Keysa menghubunginya berkali-berkali. Jangan lupakan, Rendra yang langsung tergerak begitu mendengar nama Keysa dan hal ini tidak luput dari perhatian Seno.


"Apalagi itu Keysa. Mungkin ada hal yang sangat penting yang harus dia sampaikan. Angkatlah!" titah Seno.


Bersamaan dengan itu, ponsel Kevin yang sempat berhenti beberapa saat, kini berbunyi lagi. Tapi, bukan bunyi panggilan melainkan bunyi pesan, yang tidak lain datang dari orang yang sama yaitu Keysa.


"Kak, tolong Key! Key lagi dikejar-kejar sama Dika dan yang lainnya. Key tidak tahu mau lari kemana lagi, mungkin sebentar lagi mereka akan menemukan tempat persembunyian'ku, Kak!"

__ADS_1


Kedua mata Kevin membulat dengan sempurna. "Pak Seno, Rendra, aku pamit keluar dulu, Keysa dalam bahaya, Pak!" Kevin berlari keluar, tanpa menunggu Seno,memberikan izin terlebih dahulu, karena sekarang yang lebih penting adalah keselamatan Keysa adiknya. Dia tahu betul, kalau pria yang bernama Dika itu, adalah salah satu pria yang disakiti oleh adiknya dulu, demi dirinya bisa dekat dengan Shakila.Keysa menyebut 'Dika dan yang lainnya', berarti, lebih dari satu dan kemungkinan, itu pria-pria yang pernah disakitinya juga.


"Kevin, kamu mau kemana?" teriak Gendis yang baru saja turun dari taksi yang dia tumpangi. Akan tetapi Kevin tidak menjawab, karena dia sedang terlihat menelepon seseorang sambil masuk ke dalam mobilnya serta melesatkan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Pak, ikuti mobil itu!" Gendis kembali masuk ke dalam taksi, karena dia yakin kalau Kevin sekarang ada dalam masalah.


Sementara itu, Rendra terlihat baru keluar dari dalam gedung karena sempat ditahan oleh Seno di atas tadi. Dia lalu masuk ke dalam mobil dan melesatkannya dengan kecepatan tinggi, berharap tidak kehilangan jejak Kevin.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Handphone Keysa yang berbunyi, menarik perhatian Dika dan kawan-kawan. Dengan seringaian licik di bibir masing-masing, mereka menghampiri tempat persembunyian Keysa. Keysa hanya berharap kalau Kevin kakaknya akan menemukan tempatnya sekarang, karena tadi dia sudah sempat memberitahukan lokasinya berada.


"Mau lari kemana lagi kamu hah?! kamu tidak bisa kemana-mana lagi cantik," ujar Dika dengan menyeringai sinis.


"Hahaha! teriaklah kalau berani! tidak akan ada yang mendengar teriakanmu! Sekarang kamu harus terima nasib saja. Kamu bertanya, apa mau kami? kami hanya mau menikmati tubuhmu, jadi kami harap kamu bisa bekerja sama, dan kami yakin kamu akan ketagihan dengan permainan kami, Hahahahahha!"


"Cih, jangan harap! aku lebih baik mati dari pada melayani laki-laki bejat seperti kalian! teriak Keysa sambil menunjuk ke arah Dika dan kawan-kawan


Lagi-lagi ke lima laki-laki yang pernah disakiti oleh Keysa itu, tertawa terbahak-bahak.


"Kamu jangan munafik Key! Kamu itu cewek murahan yang suka gonta-ganti pasangan. Dulu kamu sendiri yang mendekati kami. Menawarkan kelembutan dan kecantikanmu pada kami. Padahal kamu tahu sendiri kalau kami sedang mendekati Shakila. Tapi, kenapa ketika kami sudah menyukaimu, se-enak jidat kamu meninggalkan kami begitu saja? hah?! Kami yakin, kalau kamu sudah sering melakukan s*x dengan pacar-pacarmu yang lain. Jadi, sekarang biarkan kami ikut menikmati tubuhmu seperti mereka." ucap salah satu rekan Dika, yang Keysa kenal bernama Roy.

__ADS_1


Tubuh Keysha gemetar, keringat dingin juga sudah membanjiri pelipisnya. Jantungnya berdetak kencang karena ketakutan. Dia berusa mundur ketika Kelima laki-laki itu semakin dekat. Keysa hanya bisa menyesal sekarang, kenapa dia harus menyendiri di tempat sepi, karena merasa sedih dengan kenyataan kalau dia memiliki seorang papah yang telah menyakiti mamahnya dan meninggalkan mereka demi perempuan lain. Padahal selama ini, di dalam bayangannya, papahnya adalah orang yang sangat baik.


Dika kini berhasil menarik paksa pakaian Keysa, sehingga kulit bahunya yang mulus bisa terlihat dengan jelas. Keysa hendak berlari, tapi yang lainnya berhasil menangkapnya, sebelum dia berhasil lari. Keysa berusaha melepaskan diri dengan sekuat tenaga. Akan tetapi dia kalah tenaga dengan kelima laki-laki yang sekarang menatapnya dengan tatapan lapar dan penuh nafsu.


Dika berusaha menyumpal mulut Keysa Tapi begitu hendak menempel, Keysa menggigit bibir Dika dengan kuat, sehingga Dika menjerit kesakitan.


Plak


"Brengsek kamu!" Dika memberikan tamparan yang sangat kuat ke pipi Keysa, sehingga Keysa terhuyung ke belakang dan terjatuh. Dengan mata yang nyalang, Dika memaksa Keysa berdiri dengan menarik rambut Keysa. Lalu dia mendorong tubuh Keysa ke arah teman-temannya yang menyimpan rasa sakit hati juga pada Keysa.


"Hentikan, brengsek, bajingan!" Kevin yang tadinya mendapat kesulitan untuk menemukan lokasi adiknya berada, muncul dengan kepala yang berasap dan mata yang berkilat-kilat karena amarah yang amat sangat melihat kondisi adiknya yang sudah sangat memprihatinkan, dimana pakaiannya sudah robek dimana-mana hingga b*a yang dia pakai sudah terlihat.


Kevin yang sudah tersulut emosinya, berlari dan menerjang ke lima orang itu dengan membabi buta. Kevin yang kalah jumlah kewalahan menghadapi ke lima orang yang balik menyerangnya. Tubuhnya berkali-kali kena pukulan dan tendangan dari ke lima orang itu hingga dia terjatuh. Akan tetapi, dia masih berusaha untuk bangkit kembali, dan melayangkan pukulan yang dengan mudah dapat ditangkis oleh para pemuda itu.


"Kevinnnn! teriak seseorang yang langsung berlari mendekatinya. Siapa lagi dia kalau bukan Gendis yang juga berhasil menyusul Kevin. Dengan penuh amarah yang amat sangat melihat kekasihnya yang babak belur, wanita yang pernah menjuarai kejuaraan taekwondo itu, memasang kuda-kuda dan dengan lincah memberikan pukulan-pukulan telak serta tendangan-tendangan mengenai ulu hati ke lima pemuda itu, hingga tidak butuh waktu lama, kelima pemuda itu sudah terkapar di tanah.


Disaat bersamaan Rendra muncul dan langsung membuka jas yang dia pakai, lalu membalutkannya di tubuh Keysa.


Gendis membantu memapah Kevin untuk berdiri. "Kamu jangan banyak bicara dulu! kita harus pergi dari sini dan mengobati lukamu." Ucap Gendis tiba-tiba, karena dia melihat Kevin hendak berbicara. Tanpa mereka sadari, Dika yang sepenuhnya belum benar-benar berhasil dilumpuhkan, bangkit berdiri dengan pisau ditangannya. Dia berlari ke arah Kevin dan dengan sekali ayunan tangan menusukkan pisau di tangannya ke arah Kevin.


"Aaaaaa!"

__ADS_1


Tbc


__ADS_2