Dosenku Kekasihku

Dosenku Kekasihku
Nasehat Lea


__ADS_3

Semenjak Shakira tahu kalu Rendi menyukai Shakila, membuat Shakira benar-benar menghindari Shakila, baik itu di rumah maupun di kampus. Dia hanya berbicara seperlunya saja. Sehingga itu menimbulkan kebingungan dan rasa penasaran di hati Shakila.


"Loe kenapa sih akhir-akhir ini berubah sama gue? Gue ada salah ya sama Loe?" tanya Shakila,ketika dia melihat Shakira sedang duduk menyendiri di bawah pohon,taman kampus dengan buku di tangannya.


" Gak kok! gue cuma mau fokus belajar dulu. Gue kan tidak seperti lo sama Lea yang sudah punya pacar." cetus Shakira, tanpa mengalihkan tatapannya dari buku di tangannya.


"Itu gak jadi alasan Kira! aku merasa ada alasan lain yang membuat lo seperti ini! Lo terus terang aja sama gue,kenapa loe selalu ngehindarin gue? Kamar lo,selalu lo kunci. Di kampus loe juga tidak pernah mau ke kantin bareng gue dan Lea. Anehnya,kalau aku bersama Lea,loe ngehindarin kita berdua, tapi kalau aku gak ada,lo bersikap seperti biasa pada Lea.Dari situ gue tahu,kalau loe itu, cuma ngehindarin gue doang. Gue ada salah ya sama Loe?" tanya Shakila dengan wajah yang seperti ingin menangis.


"Gue kan udah bilang,kalau gue itu lagi fokus mau belajar,itu doang! Jadi jangan mengira kalau gue itu iri sama Loe!" Shakira tetap saja ketus.


"Gue tidak pernah bilang, kalau loe iri ama gue. Loe sendiri yang menimbulkan asumsi seperti itu." Shakila makin bingung dengan arah pembicaraan Shakira.


"Udahlah! gak usah dibahas! Gue mau ke perpustakaan dulu, kalau lo masih mau di sini silahkan!" Shakira berdiri dan langsung melangkah meninggalkan Shakila yang masih termagu di tempatnya.


Shakila terjengkit kaget,ketika seseorang menepuk pundaknya dari belakang.


"Hei anak gadis gak boleh melamun lama-lama, ntar kamu kesambet."


"Eh, Pak Rendi! siapa yang lagi melamun Pak? aku cuma___" Shakira terdiam, tidak jadi melanjutkan ucapannya.


"Cuma apa?" Rendi mengrenyitkan keningnya, penasaran karena Shakila diam tiba-tiba.


"Hmm, gak ada Pak! Pak Rendi mau kemana?" Shakila mengalihkan percakapan.


"Mau pulang sih! Kelas mengajarku sudah tidak ada lagi soalnya. Kamu mau ikut?"

__ADS_1


"Gak usah Pak! aku bawa motor kok! ya udah ya Pak, aku mau ke motorku dulu!" pamit Shakila.


"Lho, kita jalan bareng saja, tujuan kita kan sama? sama-sama ke tempat parkiran."


"Oh, iya ya!" cengir Shakila.


Tanpa mereka sadari, Shakira semakin terbakar api cemburu melihat Shakila dan Rendi yang berjalan beriringan menuju parkiran.


"Hei, loe lagi liatin apa sih?" Shakira terjengkit kaget karena tiba-tiba pundaknya dipukul oleh seseorang.


"Aduh, Lea! loe ngagetin gue aja. Gue, gak lagi liatin apa-apa kok." ucap Shakira tersenyum. Tapi dari senyumannya, Lea tahu kalau Shakira sedang berbohong.


Lea lalu mengalihkan tatapannya ke arah yang sempat ditatap oleh Shakira tadi. Lalu dia menganggukkan kepalanya,mengerti apa yang terjadi.


"Loe lagi liatin Ka Rendi dan Shakila ya? Lo suka sama Ka Rendi kan?" tanya Lea straight to the point.


Lea, menangkup pipi Shakira dan mengarahkan padanya. "Loe lihat gue, kalau lagi bicara! Kira gue tahu kalau loe lagi berbohong,karena kita sudah kenal dan dekat sejak kita lahir.Jadi, loe jangan bohong sama gue. Lo kenapa ngejahuin Shakila?" Lea menatap manik mata Shakira, menuntut penjelasan.


"Gue tidak___"


"Bukannya gue sudah bilang, kalau loe gak bisa ngebohongin gue?" sela Lea, sebelum Shakira kembali menyangkal.


Shakira menghela nafasnya, dia berpirkir,memang tidak ada gunanya lagi berbohong pada Lea.


"Ya, gue suka sama Ka Rendi! tapi Ka Rendi suka sama Shakila. Gue cuma iri Lea, kenapa semuanya suka pada Shakila?apa kurangnya gue? apa yang Shakila punya, dan yang gak gue punya? padahal kami ini kan kembar?" dari sudut mata Shakira, setitik cairan bening berhasil lolos keluar, dan dia buru-buru menyekanya.

__ADS_1


"Jadi, hanya gara-gara itu loe menjauhi Shakila? loe menjauhi saudara loe sendiri karena rasa iri? Shakira ...Shakira." Lea berdecak sembari geleng-geleng kepala.


"Kenapa sih lo jadi kekanak-kanakan begini? Shakila itu gak tahu apa-apa. Loe tidak pantas ngejahuin dia, karena dia gak salah sama sekali Kira. Loe itu bisa suka sama seseorang, tapi lo gak bisa paksakan,orang yang loe suka itu juga suka sama lo__"


"Tapi___"


"Lo,jangan memotong omongan gue dulu! gue belum selesai bicara." ucap Lea,menghentikan Shakira untuk berbicara.


"Kira, boleh jadi Rendi suka sama Shakila,tapi loe tahu sendirikan,kalau Shakila sukanya sama siapa? Shakila sukanya sama Ka Dewa,bukan Ka Rendi.


"Iya gue tahu, tapi kenapa Shakila selalu mendapat perhatian lebih dari cowok yang gue suka? kenapa Lea?"


"Pernah gak lo berpikir, kalau Shakila juga tidak pernah berharap hal itu akan terjadi? Shakila tidak pernah berniat untuk sengaja menarik perhatian Ka Rendi kan? jadi bukan salah Shakila, kalau Rendi suka sama dia,karena dia tidak punya hak untuk melarang seseorang itu, untuk suka sama siapa.Yang dia punya hak itu,menolak perasaan orang yang tidak dia suka. Dan satu hal lagi,loe berdua itu bersaudara,jangan hanya karena masalah cinta,membuat persaudaraan kalian hancur." tegas Lea.


"Sebenarnya gue tidak membenci Shakila, Lea. Gue cuma mau menjaga jarak dari dia saja, agar orang lain bisa melihat gue, tanpa adanya bayang-bayang Kila. Dengan gue tidak selalu bersama Shakila, gue berharap ada yang benar-benar suka sama gue." ucap Shakira lirih.


Lea terkekeh sambil geleng-geleng kepala mendengar apa yang baru saja diutarakan oleh Shakira. "Gue bingung dari mana loe dapat pemikiran seperti itu? justru menurut gue, loe itu harus tetap dekat dengan Shakila, karena dengan begitu, lo dapat melihat siapa sebenarnya yang tulus suka sama lo,tanpa melihat Shakila." Jelas Lea.


"Maksud loe?" kening Shakira berkerut,bingung dengan ucapan Lea yang terasa ambigu buatnya.


" Begini Kir! kalau Lo menjauhi Killa, dan okelah, ada yang tiba-tiba suka sama lo, tapi setelah lo bawa ke rumah, dan dia langsung berpaling ketika melihat Shakila bagaimana? karena bagaimanapun kalian itu tinggal satu rumah.Tapi, ... kalau loe terus dekat sama Shakila, dan ada yang suka sama loe tanpa melihat adanya Shakila, bukannya dari situ loe bisa tahu siapa yang benar-benar suka sama loe? jadi intinya, loe itu justru harus terus dekat dengan Shakila biar loe tahu siapa yang benar-benar tulus sama loe." ujar Lea panjang lebar, berharap Shakira mengerti apa yang dia maksud.


Shakira tampak terdiam berusaha mencerna maksud dari perkataan Lea.


"Iya, loe benar! selain itu gue tidak mau,hanya karena masalah cinta, kedekatan kami sebagai saudara jadi hancur. Dan gue yakin, Tuhan sudah menyiapkan seseorang yang terbaik buat gue nantinya.Bukannya manusia itu diciptakan berpasang-pasangan? kecuali,yang menyalahi takdir tentunya, dan orang-orang yang memang memilih untuk tidak menikah, betul kan gue?" Senyum Shakira mengembang kembali seperti biasa.

__ADS_1


"Yups! Nah gitu dong! nanti sampai di rumah loe harus berbaikan dengan Shakila.Kasian dia,nangis mulu gara-gara loe nyuekin dia,tanpa dia tahu apa kesahalan dia." ujar Lea yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Shakira.


Tbc


__ADS_2