
"Para tamu yang kami hormati mari kita sambut pasangan pengantin baru kita" suara Mc dari dalam terdengar bergema. Semua tamu undangan berdiri sambil bertepuk tangan dan menoleh ke arah pintu masuk untuk menyambut kehadiran pasangan pengantin yang tadi siang sudah sah menjadi suami istri itu.
Shakira langsung tercengang begitu melihat dekorasi ballroom yang disulap denga begitu indahnya, sesuai dengan impiannya.Dia melihat dekorasi yang bernuansa ungu sesuai dengan warna favoritenya, dengan bermacam-macam bunga yang indah.
Lain Shakira,lain pula dengan Rendi. Dia memaknai lain dekorasi resepsi pernikahannya ini.
"Kok warna ungu sih? yang buat ini, mengharap kamu cepat jadi janda ya?" bisik Rendi kesal.
"Kok gitu Ka? warna ungu kan bagus! aku justru sangat menyukainya?" Shakira masih mengedarkan tatapannya dengan tatapan kagum.
"Hah? kamu menyukainya? bukannya kata orang,kalau ungu itu identik dengan janda ya?" lagi-lagi Rendi berbisik sembari tetap berjalan.
"Itu gak benar,Ka! itu hanya mitos,karena tradisi di wanitaThailand yang memakai warna ungu disaat berduka kehilangan suami, dan luka memar akibat KDRT yang selalu keunguan. Di Rusia juga tradisinya hampir sama, di sana , wanita Rusia akan memakai pakaian hitam selama berbulan-bulan, pas suaminya wafat, dan berangsur-angsur memakai warna ungu." papar Shakira menjelaskan, sehingga menimbulkan kerutan di kening Rendi.
"Darimana kamu tahu semua itu?"
"Cari informasi dari om google lah Ka! aku cari tahu, karena aku ingin mengetahui apa benar itu warna Janda atau nggak. Awalnya aku percaya,tapi setelah aku baca kalau itu merupakan lambang sebagai pertanda jabatan, kekuasaan, dan sebuah kekayaan di Jepang dan bahkan juga memiliki arti keadilan dan kesetiaan, sebagai hasil kombinasi makna dari warna merah dan biru, aku malah semakin suka pada warna ungu." jelas Shakira lagi, dengan senyuman yang tidak pernah memudar dari bibirnya.
Tanpa mereka sadari,keduanya kini sudah sampai di pelaminan, dan bahkan mereka berdua tidak mengetahui lagu apa yang dinyanyikan saat mengiringi mereka berdua ke pelaminan.
Di barisan tamu, wajah Galang dan Dewa benar-benar tidak ada senyum sekali.Apalagi permasalahannya karena mereka berdua tidak suka dan tidak nyaman dengan gaun yang dipakai oleh pacar masing-masing, yang mengekspos kulit mulus mereka.
Beda dengan Dion yang tampak santai karena gadis pujaannya Kinara,memakai gaun yang sesuai dengan keinginannya, dan bahkan senada dengannya.
"Kenapa sih cemberut dari tadi Ka?" cebik Shakira.
"Kamu kenapa pakai gaun seperti itu? semua orang bisa melihat punggung kamu tahu gak?" ketus Dewa dengan pandangan yang menggelap karena kesal.
"Jadi aku harus pakai apa? pakai daster? sahut Shakila tidak kalah kesalnya. " Kak Dewa juga tampan,lihat tuh banyak perempuan yang liatin Kakak." Shakila memajukan bibirnya. Dewapun mengalihkan tatapannya ke arah yang ditunjuk oleh Shakila.
Lea menghela nafasnya, kesal karena dia merasa diacuhkan oleh Galang dari tadi. Dia pun berdiri dan menarik tangan Shakila agar ikut dengannya.
"Shakila ikut gue! gue malas ada di sini. Kaya patung gak ada gunanya.__ Ka Kinara, kami pamit ke depan ya!"
"Kalian mau kemana?" Galang sontak berdiri,melihat Lea dan Shakila yang nyaris melangkah.
"Kami mau ke depan, malas lihat muka es balok kalian berdua. Weee!" Lea berkacak pinggang dan memajukan bibirnya.
__ADS_1
Melihat hal itu,Galang yang tadinya kesal, jadi tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Acara resepsi berjalan dengan lancar, sesuai dengan rundown yang sudah disusun rapi oleh yang mengatur acara.
Dewa, Galang dan Dion sengaja naik ke pelaminan di akhir acara, sedangkan Kirana sudah pulang lebih dulu bersama kedua orang tuanya. Di bibir ketiga orang itu, terulas senyuman licik seperti ada yang akan mereka rencanakan.
"Hai, Sob selamat ya. kami akui lo pemenangnya di antara kita. Semoga pernikahan loe langgeng dan bahagia selalu." ucap Galang seperti ucapan pada umumnya yang tidak ada kreatif-kreatifnya sama sekali. Tapi walaupun begitu, Rendi tetap mengamininya.
"Kir, kamu duluan saja ke kamar ya! aku sebentar lagi menyusul." Ucap Rendi yang merasa kasihan melihat wajah Shakira yang terlihat sangat lelah. "Tapi kamu jangan tidur dulu, ada hal yang mau aku katakan padamu." bisik Rendi.
Shakira mengiyakan, dan mengayunkan kakinya dengan pikiran yang bertanya-tanya hal apa yang akan Rendi katakan nanti. Sampai sekarang, Shakira masih gagal paham perhatian dan perlakuan Rendi padanya. Dia merasa kalau perlakuan Rendi padanya, karena dia masih menganggap dirinya itu Shakila.
"Ren, kami tahu kalau pesta bujang itu biasanya dilakukan dimalam sebelum menikah, tapi karena sesuatu hal kami tidak bisa melakukannya pada loe. Jadi,tadi kami memutuskan untuk melakukannya hari ini. loe mau kan? sebentar saja." ucap Galang yang diangguki oleh Dewa dan Dion.
"Hmm boleh deh! emang kalian buat acara apa sih?" tanya Rendi yang tidak curiga sama sekali.
"Acara sederhana aja sih, kita minum-minum saja.Kamu tenang saja, kita gak nyiapin minuman alkohol kok. Sekalian lo ngasih waktu buat Shakira lah buat bersih-bersih dan malam panjang loe." Dewa menyahut, yang di iyakan oleh Galang dan Dion.
Mereka bertigapun beranjak meninggalkan pelaminan menuju satu kamar yang sudah diboking oleh Galang sebelumnya.
"Ren,ini minuman loe!" Dion menyodorkan orange juice kesukaan Rendi.
"Hmm, katanya mau pesta bujang.Tapi, mana pestanya?" tanya Rendi dengan kening yang berkerut.
Dewa terlihat menghitung mundur sambil menjentikkan jarinya. "Tiga, dua, satu ...."
" Aduh, gue kok ngantuk banget ya?" Rendi memijat keningnya dan langsung jatuh tertidur di atas ranjang.
"Yes, Berhasil!" seru ketiganya sambil bertos ria, merasa puas dengan keberhasilan rencana mereka untuk menggagalkan malam pertama Rendi dan Shakira.
Flashback on
Dewa, Galang dan Dion berjalan keluar dari kamar Rendi dengan wajah yang ditekuk,merasa kesal dengan ledekan Rendi.
"Hmmm, Sob, sepertinya kita harus kasih sedikit pelajaran buat Rendi." usul Dion.
"Ya, gue setuju! selain karena ledekan dia,gue juga masih kesal,kenapa dia merahasiakan, kalau dia pewaris Rahardian Company. Gue merasa dikibulin tahu gak?" ujar Galang, dengan kesal.
"Hmm, kalau gue, masih kesal karena Shakila hampir menikah dengannya dan membuat gue hampir frustasi." Dewa menimpali ucapan Galang.
"Kalau gue, kesal banget karena hubungan gue sama Kirana diledekin mulu sama dia." ujar Dion.
"Hmm, tapi gimana caranya ya?" mereka bertiga, terdiam untuk beberapa saat, memikirkan ide untuk mengerjai Rendi.
__ADS_1
"Hmm, aku ada ide!" celetuk Galang, dengan seriangaian licik yang terbit di bibirnya.
"Apa?!" seru Dewa dan Dion bersamaan.
Galang terlihat mengedarkan pandangannya, untuk memastikan tidak ada yang mendengar rencana mereka. Setelah memastikan tidak ada yang mendengar, Galang pun mengutarakan rencana gilanya dan langsung disambut antusias oleh Dewa dan Dion yang kini juga tersenyum licik.
"Ya,udah kalian berdua langsung masuk ke dalam ballroom saja, aku mau keluar dulu,buat beli obat tidurnya." ujar Galang,yang diangguki oleh Dion dan Dewa.
Flashback off
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Shakira kini sudah selesai membersihkan tubuhnya dan sudah memakai piyama tidur. Entah kenapa, dia merasa ragu untuk memakai lingeri yang dihadiahkan oleh Lea dan Shakila,karena dia masih merasa kalau hati Rendi bukan untuknya tapi untuk Shakila . Dia duduk di sofa sambil menunggu kedatangan Rendi, dengan jantung yang berdetak dengan sangat kencang. Dia bahkan belum berani untuk sekedar duduk di atas ranjang pengantin yang sudah dihias begitu indahnya.
Kalau boleh jujur, perasaan Shakira masih abu-abu dengan pernikahannya,antara bahagia dan sedih bercampur menjadi satu.
"Ka Rendi kemana sih? kok lama banget datangnya? aku udah ngantuk banget nih." entah sudah keberapa kali netra Shakira menatap ke arah pintu.
Disaat Shakira hampir terlelap di atas sofa, tiba-tiba suara ketukan dari arah pintu terdengar cukup keras,hingga membuat Shakira terjengkit kaget.
"Lho,kenapa Ka Rendi gak langsung masuk saja? " batin Shakira dengan alis yang bertaut. Akan tetapi, Shakira tetap saja berjalan ke arah pintu untuk membukakan pintu yang dia yakini pasti Rendi suaminya.
Shakira kaget ketika membuka pintu melihat, Galang, Dion dan dewa memapah tubuh Rendi.
"K-kenapa dengan Ka Rendi? kenapa dia bisa pingsan?" wajah Shakira sontak panik, karena mengira suaminya itu pingsan.
"Oh, dia tidak apa-apa! cuma tadi dia tertidur, mungkin karena kecapean.Jadi, kami memutuskan untuk memapahnya ke sini,takut kamu menunggu." Setidaknya ketiga pemuda gesrek ini masih punya hati, membuat Shakira tidak merasa diabaikan di malam pertama.Untungnya Shakira tidak lagi memakai Lingeri, kalau iya, bisa berabe jadinya.
"Oh, kalau begitu bawa masuk saja Ka!" Shakira memberikan ruang untuk ketiga pemuda itu,membawa Rendi masuk ke dalam.
Ketika mereka melihat ranjang yang sudah didekorasi dengan indahnya, mereka saling silang pandang, dengan tersenyum kecut. Ada perasaan bersalah yang datang menyelinap ke dalam hati pemuda gesrek itu, yang membuat Rendi tertidur di malam pertamanya.
"Kalau begitu kami keluar dulu ya!" pamit ketiganya sambil beranjak jalan keluar setelah diiyakan oleh Shakira.
Shakira mulai melepaskan jas yang masih dipakai oleh Rendi, lalu beralih mencopot sepatu dan kaos kaki yang masih terpakai di kaki Rendi.
Walaupun ada perasaan kecewa di dalam hatinya melihat Rendi yang tertidur, tapi dia tidak bisa memungkiri, kalau ada perasaan lega di hatinya,karena setidaknya dia masih merasa aman malam ini.
Sementara itu, setelah Galang, Dion dan Dewa keluar dari kamar pengantin Rendi dan Shakira, di depan kamar ada lima pasang mata yang menatap mereka dengan tajam, sampai untuk menelan ludah sendiripun mereka kesusahan.
"Kalian apakan menantuku?" ucap Pria,yang ternyata Seno lengkap bersama, Bimo, Aarash, Aariz dan Rendra.
Tbc.
Jangan lupa, like, vote dan komennya dong gais.
__ADS_1
part ini sudah cukup panjang 1,5 K lebih. Kasih hadiah buat pernikahan Rendi dan Shakira bolehlah ya. Sekalian buat obat kekecewaan Shakira.😁🙏🤗