
Dari ufuk timur, Mentari udah mulai muncul menyapa alam semesta. Setelah pertengkaran kemarin, Satria sama sekali tidak bertegur sapa dengan Rina istrinya. Satria yang biasanya berangkat ke kantor pukul 8, sekarang pukul 7 dia sudah siap untuk berangkat kerja.
Setelah suaminya sudah benar-benar pergi, Rina,mulai melancarkan aksinya, yang sudah dia rencanakan tadi malam.Dia membuka brankas tempat menyimpan semua surat-surat berharga, serifikat rumah, Villa, apartemen, surat mobil, pokoknya yang namanya surat berharga, dia ambil semua.Setelah itu, dia memasukkan pakaiannya ke dalam Koper, demikian juga dengan semua koleksi perhiasan dan tas-tas berharganya.
"Mamah mau kemana?" Lisa tiba-tiba sudah muncul di depan pintu kamar.
"Mamah tidak mau miskin Lisa. Mamah mau jual semuanya, sebelum papahmu yang jual.Setelah itu mamah akan mengirimkan surat cerai buat papahmu dan pergi jauh dari sini.
Sekarang kamu juga bersiap-siap sana! kamu ikut mamah." titah Rina, dengan tetap sibuk memaksukan semua barangnya ke dalam koper.
"Tapi,bagaimana dengan Papah Mah? dia nanti akan hidup sendiri." Lisa masih terlihat ragu untuk mengikuti rencana mamahnya.
"Persetan dengan Papahmu! yang jelas mamah tidak mau hidup miskin. Sekarang terserah kamu, mau ikut mamah atau tidak! kalau kamu mau ikut mamah, kamu bersiap-siap sekarang! kalau tidak, berarti kamu harus siap hidup miskin dengan papahmu."
Lisa tampak tidak bergeming. Dilain pihak dia sangat menyayangi papahnya, akan tetapi dia tidak mau hidup miskin, yang sudah jelas di depan mata,kalau dia lebih memilih hidup dengan papahnya.
"Mah, kemana kita akan pergi? bagaimana dengan kuliahku nanti?" tanya Lisa akhirnya.
"Kita akan ke Bali, disana pasti banyak pengusaha-pengusaha kaya yang pasti akan tertarik padamu. Kamu itu sangat cantik Lisa, kamu harus pintar memanfaatkan kecantikanmu,buat bisa menggaet pengusaha-pengusaha muda."
"Tapi, bagaimana mamah bisa menjual rumah dan aset yang lainnya dengan cepat?" tanya Lisa lagi.
"Kamu tenang saja, mamah sudah menemukan pembelinya. Dia sepupu teman mamah yang kebetulan lagi cari rumah. Mama bilang saja kita mau membeli rumah yang lebih besar,makanya kita jual rumah ini. Dan untuk Villa, kebetulan ada teman mamah yang dulu sangat menyukainya, waktu liburan ke sana dan dia mau membelinya.Jadi kamu tenang saja, semuanya sudah mamah tangani dengan baik. Sekarang kamu bereskan saja pakaianmu, karena mungkin sebentar lagi teman-teman mamah itu akan datang, untuk mengambil surat-suratnya.Nanti kita bawa mobil masing-masing ke Showroom ya Lis! kita jual dulu mobilnya, baru kita ke Bandara menggunakan taksi." Rina berbicara panjang lebar tanpa mengambil jeda sama sekali.
Lisa melangkah masuk ke dalam kamarnya untuk melakukan semua yang diperintahkan oleh Mamahnya.
__ADS_1
"Maafkan Lisa Pah! Lisa belum siap untuk hidup miskin." gumam Lisa dengan air mata yang sudah menetes membasahi pipinya.
...----------------...
Sementara itu, di kantor Satria sedang dikenalkan dengan seorang pemuda yang akan menggantikan posisinya. Pemuda magang yang selama ini selalu dipandang sebelah mata oleh Satria.
Sebenarnya Satria sangat malu karena sekarang mereka berdua berganti posisi. Tapi dia bingung, walaupun sekarang posisi mereka sudah bertukar, pemuda bernama Kevin itu,tidak membalas semua perbuatannya yang selalu bersikap semena-mena. Kevin tetap saja bersikap sopan dan menghormatinya.
Matahari semakin bergeser ke arah barat, dan Jam di dinding sudah menunjukkan pukul 5 sore.Semua Karyawan sudah banyak yang meninggalkan kantor, untuk pulang ke rumah masing-masing.
Satria tampak masih berdiri untuk menunggu taksi lewat. Akan tetapi dari tadi, keadaan sepertinya tidak memihak kepadanya.Dari tadi tidak ada taksi yang lewat sama sekali, bahkan para karyawan tidak ada yang mau menawarkan tumpangan buatnya. Tapi, Satria cukup memakluminya, karena ini buah dari perbuatannya yang sangat sombong dan suka merendahkan orang ketika dia masih menjabat manger keuangan.
"Pak, mau ikut tidak?" Kevin tiba-tiba muncul dengan motor maticnya, menawarkan tumpangan.
"Tidak usah, nak Kevin! aku tunggu taksi saja. takut merepotkanmu." tolak Satria, tidak enak.
"Baiklah kalau begitu! terima kasih ya Nak Kevin!" Satria menerima helm dari tangan Kevin dan naik ke boncengan motor Kevin.
"Nak Kevin, bisa bantu Bapak sekali lagi, untuk mencari pembeli rumah bapak dan aset-aset bapak yang lain?" tanya Satria, ketika dia baru saja turun dari atas motor Kevin.
"Boleh Pak! "Kevin menyanggupi dengan senyuman tulus di bibirnya.
"Baiklah, terima kasih ya Nak Kevin!"
Disaat Satria ingin masuk kedalam rumahnya, sebuah mobil mewah, tiba-tiba datang dan hendak masuk ke dalam. Dia menekan klaksonnya untuk menyuruh Satria memberikan jalan agar mobilnya bisa masuk.
__ADS_1
"Anda siapa ya?" tanya Satria ketika pemilik mobil melongokkan kepalanya dari dalam mobil.
"Saya pemilik baru rumah ini Pak! Saya tadi pagi sudah membelinya dari ibu Rina." Pak Satria tersungkur jatuh ke tanah,begitu mendengar jawaban dari pria itu.
"Tapi aku sama sekali tidak tahu Pak,kalau istri saya menjualnya."
"Kalau untuk itu, bukan urusan saya lagi Pak! yang jelas saya udah bayar lunas rumah ini beserta isinya.Oh ya, barang-barang Bapak, ada di koper di depan rumah saya. Kata ibu Rina, bapak akan mengambilnya sendiri. Tolong sekarang diambil ya Pak!" si pemilik baru rumah itu malajukan mobilnya masuk ke dalam, meninggalkan Satria yang terdiam seperti orang bodoh.
"Pak, mari saya bantu buat ngangkat koper Bapak! sekarang kita ke rumah saya dulu ya Pak?" tawar Kevin.
"Tidak usah Nak Kevin! kamu tolong bantu bapak untuk mencari rumah kontrakan saja.!" tolak Satria.
"Baiklah kalau begitu Pak! ayo saya bantu!" Kevin turun dari atas motornya dan masuk bersama Satria untuk mengambil koper yang berisi pakaian-pakaiannya.
"Yang sabar ya Pak! mamah saya selalu bilang, kalau kesabaran kita suatu saat akan berbuah manis." ucap Kevin,menghibur.
"Terima kasih Nak Kevin! kamu pemuda yang baik, Bapak minta maaf,karena selama ini suka merendahkanmu!"
"Tidak apa-apa Pak! Aku sudah terbiasa dari kecil, dipandang rendah oleh orang lain.Tapi Kata mamah, aku harus belajar yang benar biar bisa sukses ,agar tidak dipandang rendah oleh orang lain lagi. Dan tujuan hidupku sekarang, aku bisa membahagiakan Mamah dan menguliahkan adik perempuanku."
"Beruntung sekali orangtuamu, memiliki anak yang berbakti sepertimu. Tapi, kalau boleh tahu, kemana papahmu?"
"Kata mamah, papah sudah meninggal, waktu kami masih sangat kecil, karena sakit." Wajah Kevin sontak berubah sedih.
"Maaf,nak Kevin kalau aku sudah membuatmu sedih," Satria merasa sangat tidak enak hati melihat perubahan wajah Kevin.
__ADS_1
Tbc
Jangan lupa buat ninggalin jejak ya gais Thank you🥰🙏🤗