Dosenku Kekasihku

Dosenku Kekasihku
Akhirnya..


__ADS_3

Keheningan terjadi di dalam mobil yang membawa Kevin dan orang terkasihnya, sepanjang perjalanan pulang. Tidak ada yang berani memulai untuk buka suara, semuanya larut dalam lamunan masing-masing.


Jauh di lubuh hati Kevin yang terdalam, terbesit rasa kasihan pada Satria yang ternyata papah kandungnya itu. Dian mengingat jelas bagaimana dia membantu laki-laki itu, mencari kontrakan yang sangat sederhana, dan melihat betapa mirisnya sekarang hidup sendiri karena dicampakan oleh istri dan anaknya.


"Tunggu! berarti aku masih punya adik perempuan satu lagi. Bagaimana keadaanya sekarang? apa dia baik-baik saja?" bisik Kevin pada dirinya sendiri.


"Buat apa aku memikirkannya? dia kan masih punya seorang ibu? dia bersama ibunya, jadi dia pasti baik-baik saja," lagi-lagi Kevin berbicara pada dirinya sendiri.


Tanpa terasa, kini mereka sudah tiba di rumah mereka. Mereka bertiga pun turun dari dalam mobil dengan keadaan yang masih tetap diam saja.


Kevin melangkah melewati mamahnya dan Keysa begitu saja dan Mutia hanya bisa menghela nafasnya melihat Kevin mendiamkannya


"Vin, apa kamu marah sama Mamah nak?" tanya Mutia sebelum Kevin melangkah lebih jauh.


Kevin menyurutkan langkah, mendengar suara mamahnya yang berbicara. Dia memutar badannya dan menatap ke arah mamahnya.


"Aku tidak marah Mah. Aku hanya sedikit merasa kecewa saja. Kenapa mamah merahasiakan hal ini sampai bertahun-tahun?"


"Mamah tidak bermaksud untuk merahasiakannya dari kalian nak. Mamah hanya tidak ingin mengingat hal itu lagi.Karena itu hal yang paling menyakitkan buat mamah," sahut Mutia dengan raut wajah yang sendu.


"Tapi, bagaimanapun kami pantas tahu Mah. Bagaimana seandainya aku jatuh cinta pada putrinya?karena setahuku, Pak Satria memiliki satu orang putri." tutur Kevin.


"Iya, Mah! kami pantas tahu." celetuk Keysa dengan mata yang sudah sembab.


"Maafin Mamah, nak! sebenarnya mau mau cerita pada kalian berdua, tapi mamah tidak tahu mau memulainya dari mana. Selama ini kenapa mamah bilang kalau papah kalian sudah meninggal dan tidak cerita yang sebenarnya, itu supaya kalian berdua tetap berpikir kalau papah kalian itu adalah orang yang baik dan tidak pernah mengganggap kalau kalian berdua ini anak-anak yang broken home." terang Mutia dengan air mata yang kembi lolos keluar dari sudut matanya.

__ADS_1


"Maafin kami,Mah! kami selama ini tidak tahu betapa berat beban Mamah menanggung masalah ini semua sendiri." Kevin memeluk Mutia dan disusul oleh Keysa.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


POV Satria.


Betapa kagetnya aku, ketika melihat sosok wanita yang pernah singgah di hatiku,sosok wanita yang kunikahi, tapi aku khianati karena tergoda dengan wanita yang akhirnya meninggalkan aku juga, di saat karirku terpuruk.


Masih teringat jelas, dimana Mutia yang selalu mendukungku, saat aku masih menjadi karyawan biasa, di perusahaan cabang Wijaya group. Dia bahkan membantuku untuk mencari biaya dengan berjualan kue keliling, jadi buruh cuci agar aku bisa menyelesaikan kuliahku. Tapi aku yang tidak tahu terima kasih ini, malah menghianatinya dengan menjalin hubungan dengan Rina di belakangnya. Wanita yang aku anggap bisa membuat aku bangga saat aku berjalan di tempat umum, karena memang Rina terlihay lebih modis dan tahu berdandan cantik dibandingkan Mutia istriku.


Ketika aku dipromosikan menjadi manager keuangan dan dipindahkan ke pusat, aku justru memberikan kabar ini pada Rina terlebih dulu dan atas saran Rina, aku tidak memberikan kabar gembira ini buat Mutia, karena menurutnya, kalau aku memberitahu Mutia, istriku itu akan meminta uang gajiku semuanya. Dengan bodohnya aku mengikuti saran Rina itu dan tiap bulan aku hanya memberikannya jumlah gajiku yang seperti biasa, dan itupun aku pangkas dengan alasan untuk kebutuhanku. Kejam kan?


Puncaknya,ketika karena hubungan terlarangku dengan Rina mengakibatkan dia hamil, aku memutuskan untuk meninggalkan Mutia, yang saat itu juga sedang mengandung anakku yang kedua dan lebih memilih untuk menikahi Rina. Bukan tanpa alasan, saat itu Rina mengancam akan membuat karirku hancur dengan membeberkan kehamilannya ke kantor tempat aku bekerja.Saat itu aku tidak mau karir yang sudah aki bangun hancur begitu saja karena scandal yang sudah ku buat.


Ingin sekali aku memeluk mereka dan meminta maaf yang sebesar-besarnya. Namun, sepertinya hanya bisa terjadi di angan-anganku saja, karena yang aku lihat dari manik kedua mata anak-anakku, hanyalah kebencian.


Aku memang memaklumi,kenapa mereka bisa sangat membenciku. Itu karena perbuatanku di masa lalu sangat sukar untuk dimaafkan. Aku tidak berharap mereka bisa menerimaku kembali berkumpul dengan mereka. Aku cuma mau mendapat maaf dari mereka, dan itu sudah lebih cukup bagiku. Untuk sekarang aku hanya berharap ada keajaiban yang membuat mereka bisa memaafkanku dan aku akan berusaha untuk mendapat maaf dari mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di dalam sebuah kamar hotel, yang sudah di dekorasi dengan indahnya, tampak sepasang pengantin baru yang baru saja selesai membersihkan tubuh masing-masing. Siapa lagi mereka kalau bukan Dewa dan Shakila.


"Yang, apa datang bulanmu sudah selesai?" tanya Dewa sambil mengendus-endus caruk leher istrinya itu, yang membuat Shakira meremang.


"Hmm, su-sudah Ka! apa kakak mau melakukannya sekarang?" tanya Shakila dengan gugup.

__ADS_1


"Hmm, iya lah! Apa kamu sudah siap?" tanya Dewa lagi.


"Hmm, apa kalau aku mengatakan belum siap, kakak masih mau menundanya?"


"Tidak! sudah cukup kamu menyiksaku seminggu ini. Malam ini aku gak menundanya lagi."tegas Dewa denga mata yang menyimpan hasrat yang menggebu-gebu.


"Jadi, buat apa lagi Kakak menanyakan kesiapanku atau tidak,kalau memang kakak tidak menundanya lagi?" Shakila menatap Dewa denga jengah.


Dewa terkekeh mendengar ucapan istrinya itu.Kemudian dia menangkup pipi Shakila dan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Shakila untuk meraih bibir pink milik istrinya itu. Sementara itu, Shakila sudah memejamkan matanya dengan jantung yang berdetak kencang, menanti bibir suaminya mendarat di bibirnya.


Detik berikutnya dua bibir kini sudah saling memagut dengan lidah yang saling membelit satu sama lain. Ini bukan pengalaman pertama buat Shakila, karena selama seminggu sebelumnya dia dan Dewa sudah sering melakukannya.


Tangan Dewa kini sudah bergelirya meraba semua daerah-daerah sensitif di tubuh Shakila.Ciumannya kini sudah semakin menjalar ke bawah, ke leher dan meninggalkan beberapa tanda kepemilikan di sana. Dengan sekalo hentakan kini Dewa sudah berhasil membuka pakaiannya Shakila dan tampaklah pemandangan indah di depan matanya. Dewa juga dengan cekatan membuka semua pakaian yang membalut tubuhnya, dan kini dia sudah polos sama dengan Shakila.


Dewa kembali memagut bibir Shakira dan menjalar ke bawah. Kini dia sudah tiba di tempat dimana ada dua gundukan yang di atasnya ada menempel dua kelereng yang berwarna pink kecoklatan. Dewa memainkan kelereng kecil itu dengan tangannya lalu disusul dengan mulutnya. Suara desahan Shakila seakan menjadi yel-yel penyemangat, untuk Dewa semakin gencar melakukan aksinya.


"Sayang aku mau masuk, kamu tahan sedikit ya! karena awalnya pasti sedikit sakit," bisik Dewa dengan nafas yang memburu,karena kabut gairah yang sudah mencapai ke puncaknya.


Shakila menganggukkan kepalanya sambil mengggit bibirnya. Detik berikutnya, terdengar teriakan kesakitan dari Shakila, ketika tongkat sakti milik Dewa berhasil menerobos masuk. Akan tetapi, itu hanya berlangsung sesaat, setelah itu rasa sakit itu, kini melebur bersama rasa nikmat yang dia dapat.


Tbc


Doakan author ya, biar terhindar dari wabah virus Covid 19 ini. Karena mulai dari tadi malam, aku tiba-tiba merasakan sesak yang amat sangat hingga sampai saat ini dan badanku juga sangat lemas. Untuk itu, aku minta maaf kalau bab ini garing.


Seperti biasa aku tidak pernah lupa untuk meminta dukungan dari kalian semua. Kalau berkenan voucher vote rekomendasinya dikasih ke karya ini dong, biar aku tetap semangat.Thank you😁😍🤗

__ADS_1


__ADS_2