Dosenku Kekasihku

Dosenku Kekasihku
Dikejar anjing


__ADS_3

"Dari tadi kita sudah cari dimana-mana, tapi gak ketemu-ketemu tuh buah mangga. Adanya yang udah matang. Kita mau cari dimana lagi nih?"Rendi mengutip batu kecil dari tanah dan melemparkannya ke sembarang arah. Sedangkan Galang berjongkok dengan tangan yang sibuk menggambar di tanah dengan sebatang ranting pohon.Dewa dan Dion mendaratkan tubuhnya duduk di atas trotoar. Kalau dilihat dengan jelas, kondisi mereka sangat kacau. Tapi, karena mereka memiliki wajah tampan, kekacauan itupun bisa tertutupi.


"Ini semua salah bini loe, Yon!" cetus Galang, kesal.


"Lho kok bini gue?" protes Dion tidak terima.


"Iyalah, Kirana nelpon Lea, cerita kalau dia ingin makan mangga muda dan dengan santainya bilang, kalau loe dengan senang hati mau nyariinnya.Lea kan jadi gak mau ketinggalan, pengen ngebuktiin kalau dia juga punya suami yang mau nurutin kemauan dia,"


"Kirana justru juga ikut-ikutan karena Shakila, yang bilang kalau Dewa lagi nyariin mangga muda untuknya." sanggah Dion.


"Shakira jadi kepengen makan mangga muda, juga gara-gara Dewa telpon gue,minta temanin nyari mangga muda," Rendi menimpali perdebatan Dion dan Galang.


"Jadi ini semua gara-gara ...." mereka bertiga langsung menatap Dewa bersamaan dengan tatapan yang tajam.


"Hei, kalian semua kok melotot ke gue?" protes Dewa tidak senang.


"Lo gak sadar ya, semua yang terjadi pada kita sekarang ini, puncanya dari Lo dan Shakila." Rendi menjawab dengan ketus.


"Mungkin ini akibat dari cara kami bisa menjadi suami istri, yang penuh dengan liku-liku, yang tidak lepas dari kalian. Dulu, loe hampir mau menikah dengan Shakila, hingga membuat aku hampir putus asa. Eh, gara-gara permasalahan Dion, gue hampir mau menikah dengan Kirana, dan Shakila dengan Kevin. Sekarang mungkin anak gue mau balas dendam sama loe berdua, yang membuat mamah dan papahnya sempat hampir gila," papar Dewa yang membuat Dion dan Rendi tidak mampu untuk mendebat lagi.


Rendi mendengkus sambil mengusap wajahnya dengan kasar.


"Anak loe belum keluar aja udah buat kita tersiksa, apalagi kalau udah keluar nanti, pasti dia akan selalu buat masalah buat kita nanti," desis Rendi lirih.


"Jadi, gue gimana? yang nyelamatin pernikahan Rendi dan Shakila kan bini gue, kenapa anak loe,ikut-ikutan nyiksa gue?" celetuk Galang yang wajahnya masih terlihat frustasi.


"Oh,itu mungkin cara anak gue, ngucapin terima kasih buat loe," kilah Dewa asal, yang membuat ketiga sahabatnya berdecih kesal.


"Anak loe gak kreatif, cara balas dendam dan cara berterima kasih nya disamain." ledek Dion yang akhirnya membuat tawa mereka pecah.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Itu kayanya ada pohon mangga!" seru Dewa saat mobil yang dikemudikan oleh Dion itu melintas di sebuah perumahan warga.

__ADS_1


"Eh iya! kayanya cocok tuh," Dion menepikan mobilnya.


"Kenapa kalian berhenti?" tanya Galang yang juga keluar dari dalam mobilnya bersama Rendi.


"Tuh, ada pohon mangga, Sob!" Dion menunjuk pohon mangga yang berbuah lebat.


"Oh iya!" seru Galang bersorak kegirangan seperti baru mendapatkan harta Karun. "Mari kita ambil!" imbuhnya lagi.


Bugh ... tangan Dewa melayang meninju pundak Galang.


"Enak aja main ambil, minta dulu sama yang punya,"


"Eh, loe yang mintalah, kan bini loe dalang dari semuanya." celetuk Rendi.


"Itu lagi, itu lagi! , ya aku yang minta." Dewa berdiri di pintu gerbang sambil berteriak permisi. Akan tetapi, tidak ada satupun yang muncul dari dalam. Sepertinya yang punya rumah sedang piknik di pulau kapuk alias tidur.


" Gini aja deh, kita masuk aja, ke dalam. Kita ambil buah mangganya, kita letakkan uangnya di depan pintu dengan ucapan maaf di kertas, bagaimana?" usul Rendi, yang akhirnya disetujui oleh yang lain.


Dion meletakkan uang pecahan 100 sebanyak 10 lembar, beserta kertas ucapan maaf di depan pintu.


"Sekarang loe yang manjat Wa!" titah Galang.


"Kok gue?" protes Dewa.


"Kan ini semua __"


"Karena bini gue," sela Dewa jengah.


"Nah, itu loe tahu," Ketiga orang itu terkekeh.


Dewa, dengan susah payah mulai memanjat pohon mangga yang sangat besar itu sambil menggerutu, kesal karena ketiga sahabatnya selalu membawa-bawa nama Shakila dalam hal ini.


Tiba-tiba dari arah belakang rumah, ada sesuatu yang tiba-tiba muncul.

__ADS_1


Grrrrrr


"Woi, ada an*jing!" teriak Rendi yang melihat kemunculan an*jing besar berwarna hitam.


Mendengar kata an*jing Dewa yang tadinya kesusahan untuk memanjat, entah dapat kekuatan dari mana, dengan cepat dia sudah berhasil memanjat pohon mangga itu. Sedangkan ketiga orang orang yang dibawah berebutan ingin memanjat juga.


"Gue duluan bangsat!" Galang mulai memanjat, menyingkirkan Dion.


"Buruan setan!" Dion mendorong Galang ke atas.


"Woi, buruan, an*jingnya sudah semakin dekat!" Rendi yang sudah tidak sabar akhirnya, sedikit berlari ke balik pohon bersebrangan dengan Dion yang memanjat.Karena Rendi, yang berlari membuat an*jing itu juga ikutan berlari untuk mengejar Rendi. Bagai punya kekuatan sakti, Rendi bisa dengan cepat naik ke atas bersamaan dengan Dion.


Anjing besar itu menggonggong terus menerus, sehingga tanpa sadar Dewa melempar buah mangga ke arah anjing itu. Bukannya diam, si anjing malah semakin menyalak sambil mengelilingi pohon mangga.


"Aduh, apakah kita akan semalaman ada di sini?" keluh Rendi sambil mengusap kasar wajahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Nih mangga muda kamu," Dewa menyerahkan satu renteng mangga muda besar ke tangan Shakila, yang langsung berbinar menatap mangga-mangga itu.


"Makasih Sayang! tapi kok lama banget sih?" cetus Shakila dengan bibir yang mencebbik.


Dewa menghela nafasnya dengan sekali hentakan. Ingin rasanya dia mendebat istrinya, tapi dia sudah terlalu lelah untuk berdebat. Jadi dia lebih memilih untuk diam saja. Ya, karena keributan yang mereka buat, akhirnya sang pemilik rumah,keluar. Untungnya sang pemilik rumah baik dan memaklumi keempat pria itu setelah dijelaskan. Apalagi setelah melihat sejumlah uang di depan pintu.


Dewa tersenyum melihat Shakila yang sangat menikmati saat makan mangga mudanya. Rasa lelahnya sepertinya terbayar melihat pemandangan di hadapannya.


"Apakah rasanya enak Sayang?" tanya Dewa yang merasa ngilu saat melihat Shakila memasukkan potongan-potongan mangga muda itu ke mulutnya. Shakila menganggukkan kepalanya, sebagai jawaban karena mulutnya yang penuh.


"Kamu mau?" Shakila menyodorkan potongan buah mangga itu ke arah Dewa, yang langsung disambut dengan gelengan kepala oleh Dewa.


Lain Dewa, lain pula Rendi, Dion dan Galang. Ketiga calon ayah itu tampak, tersiksa sekarang karena yang memakan buah mangga muda itu bukan istri masing-masing, tapi mereka. Karena sebenarnya, istri mereka tidak benar-benar menginginkan mangga, mereka hanya ikut-ikutan Shakila saja, dan sebagai pembuktian kalau mereka juga punya suami siaga. Ketiga pria ini benar-benar mendapat karmanya yang dari tadi asik menyalahkan Dewa.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2