Dosenku Kekasihku

Dosenku Kekasihku
Epilog (End)


__ADS_3

Lima tahun kemudian


POV Author


Waktu berlalu dengan begitu cepat. Tidak terasa sudah 5 tahun berlalu. Anak kembar Rendi dan Shakira, Rhiana dan Randhi kini bahkan sudah memiliki adik perempuan yang berusia 2 tahun dan diberi nama 'Renatta Librivia Rahardian' yang berarti perempuan yang dilahirkan dari keluarga yang baik-baik dan selalu hidup dalam kemasyuran.


Bagaimana dengan Dewa dan Shakila? mereka berdua juga memiliki anak laki-laki kembar, yang usianya berbeda 2 bulan lebih muda dari Rhiana dan Randhi. Dewa memberikan mereka nama Dalfa Alexis dan Dalfi Alden. Dalfa dan Dalfi memiliki arti yang sama yaitu anak laki-laki yang kuat, berani dan bijaksana dalam mengambil keputusan.Sedangkan Alexis berarti 'laki-laki penolong 'dan Alden laki-laki 'pelindung'. Dewa memutuskan tidak ingin memiliki anak lagi, karena tidak tega dan tidak kuat melihat Shakila istrinya kesakitan. Dia merasa memiliki dua anak kembarnya sudah lebih dari cukup.


Jangan lupakan Dion dan Galang. Kedua orang itu juga sudah memiliki anak-anak yang tampan dan cantik tentunya. Dion dengan dua anak, tapi bukan kembar ya. Anak pertamanya yang tanggal lahirnya sama dengan Dalfa dan Dalfi itu,seorang bocah laki-laki yang diberi nama Kenjo Dhanajaya Hartono yang berarti Anak laki-laki yang pintar dan kreatif dan memiliki jiwa ksatria, Hartono sendiri adalah nama keluarga. Selain Kenjo, Dion juga memiliki seorang putri yang berusia 3 tahun dan langsung dilamar oleh Dewa, untuk jadi menantunya kelak dengan catatan tidak 'dipaksa' ya. 'Kalau tidak berjodoh ya tidak apa-apa, cuma tidak salah kan berharap kata Pahmud, Dewa'. Putri kecil Dion diberi nama Daisha Arabella Hartono, yang berarti anak perempuan yang memiliki jalan kehidupan yang indah dan berparas cantik. Entah pada siapa nanti Daisha berjodoh, pada Dalfa atau Dalfi, tidak ada yang tahu, bahkan Author sendiri pun belum tahu, "hehehe!'. Atau jangan-jangan Daisha tidak berjodoh pada dua-duanya, justru pada Randhi putra satu-satunya Rendi atau tidak pada ketiganya, siapa yang tahu Kan? Yang jelas persahabatan orangtuanya akan diwariskan pada anak-anak mereka kelak.


Bagaimana dengan Galang? Ya, Galang yang menikah dengan Azalea atau yang kerap dipanggil Lea, putri dari Bimo Putra Arya guna ini, juga sudah memiliki 3 anak. Tapi, tidak ada yang kembar ya! Tapi kok cepat sekali ada 3? Bagaimana tidak, setelah Lea melahirkan putra pertamanya yang diberi nama Gavyn Prasaja Mahendra yang berarti Garuda putih yang bersahaja itu, 1 tahun kemudian Lea hamil lagi, dan melahirkan seorang putri yang cantik dan diberi nama Adena Gantari Mahendra. Adena sekarang berusia 3 tahun tentunya. Tadi katanya ada tiga, yang satu lagi bagaimana? Yang paling kecil atau yang bungsu, sekarang berusia 1 tahun diberi nama Gibran Evano Mahendra yang berarti anak laki-laki anugrah dari Tuhan dan yang paling pandai. Dari namanya dapat dipastikan kalau anak ketiga Galang dan Lea adalah laki-laki. Yang jadi pertanyaannya, 'apakah Galang ada niat untuk menambah lagi?' jawabannya absolutely 'no'. Kenapa, karena ketika Lea melahirkan putranya Gibran, Lea mengalami pendarahan hebat, jadi Galang memutuskan tiga saja cukup.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Halaman belakang rumah Rendi sore ini sangat ramai, dimana ada 4 papah muda dengan istri masing-masing beserta dengan anak-anak mereka tengah berkumpul mengadakan acara berbecue, yang rutin mereka lakukan minuman sekali dalam dua minggu, di waktu weekend dan tentu saja tempatnya bergiliran.


Suara riuh anak-anak yang berlari ke sana kemari terdengar memenuhi taman belakang itu. Dalfa, Dalfi dan Randhi, terlihat berebut perhatian dari seorang Daisha putri dari Dion dan tidak ada yang mau mengalah di antara mereka.


"Isha, kamu mau ice cream tidak?" tawar Randhi dengan senyum lebar, hingga menampakkan gigi depannya yang ompong.


"Jangan mau Sha! Isha main sama Kak Dalfa aja ya! kita main kejar-kejaran, mau kan? Isha lari nanti Kak Dalfa kejar." Dalfa mencoba mempengaruhi Daisha.


"Tidak mau! aku mau main sama kakak Gavyn aja. Kalian beltiga rese, suka cubit-cubit pipi Isha." ucap Daisha yang masih kesusahan buat ngomong R itu dengan bibir yang mengerucut ke depan. Kemudian berlari menuju ke arah Gavyn putra pertama Galang, yang sedang fokus dengan permainan game di ponselnya bersama dengan Kenjo putranya Dion. Sedangkan ketika bocah laki-laki, Dalfa, Dalfi dan Randhy asik saling menyalahkan.


"Kak Gavyn, main sama Isha yuk!" Daisha menarik ponsel dari tangan Gavyn dengan senyum lebar, yang menampilkan lesung pipi yang menambah kesan imut pada gadis kecil itu.

__ADS_1


Bukannya menjawab, Gavyn malah menatap tajam ke arah Daisha, anak perempuan yang menurutnya selalu menyebalkan di matanya.


"Isha, kembalikan handphone kakak dan jangan ganggu aku.Kamu jauh-jauh mainnya!" ketus Gavyn sambil merampas balik ponselnya dari tangan Daisha.


Isha sontak menangis histeris, karena perlakuan Gavyn. Melihat adiknya yang menangis, Kenjo tidak tinggal diam. Dia mendorong tubuh Gavyn dengan kencang, sehingga Gavyn tersungkur jatuh ke tanah.


"Aku tidak mau main game lagi sama kamu! kamu jahat sama adikku. Lihat, kamu sudah buat dia menangis!" bentak Kenjo dengan sorot mata yang tajam.


"Aku kan tidak memukul adikmu. Dia duluan yang merampas handphoneku, jadi aku ambil balik lah!" sergah Gavyn tidak mau disalahkan.


"Tuh kan, makanya Isha main sama aku aja! Gavynnya pasti tidak mau main sama Isha." celetuk Randhy yang membuat dia kena pelototan Gavyn dan Kenjo. ( Teringat sama Rendi dulu, yang suka, asal ngomong tanpa mikir dan selalu kena pelototan Dewa, Dion dan Galang. Kali ini momen itu terulang lagi pada Randhy putranya.)


"Ada apa ini? kenapa kalian berantem dan Isha menangis?" tiba-tiba Kirana muncul dan langsung berjongkok mendiamkan putri kecilnya.


"Maaf, Tante! tapi, tadi Isha menarik handphoneku begitu saja. Aku hanya ambil balik, lalu dia langsung menangis. Aku sama sekali tidak ada memukulnya," terang Gavyn, yang walaupun usianya masih 5 tahun, tapi bisa bersikap dewasa untuk meminta maaf.


"Sudah tidak apa-apa! Isha lain kali tidak boleh begitu ya sayang. Kalau Kak Gavynnya tidak mau main, gak boleh dipaksa. Kan Isha bisa main sama Kak Rhiana dan Adena di sana." Kirana mengusap lembut kepala Daisha.


"Main sama ku juga boleh, Sha," Dalfi langsung menyerobot sebelum Dalfa dan Randhy membuka suara.


"Isha nggak mau! Isha mau main sama Kak Rhiana dan Dena saja," Isha beranjak pergi, dan bergabung dengan Rhiana dan Dena yang sedang main masak-masakan.


"Ya udah kalian baik-baik ya! gak boleh berantem! mamah tinggal dulu!" Kirana beranjak pergi setelah Kenjo, Gavyn dan ketiga bocah laki-laki lainnya, menganggukkan kepala.


"Maaf ya,Ken!" Gavyn mengulurkan tangannya meminta maaf pada Kenjo.

__ADS_1


"Aku juga minta maaf Vyn." Kenjo menyambut uluran tangan Gavyn.


"Ken, apa kami perlu juga minta maaf?" celetuk Randhy dengan muka polosnya.Percayalah bagi siapa yang melihat dan mendengar pertanyaan Randhy pasti gak bisa menahan tawa dan ingin mencubit pipi bocah itu dengan gemas.


"Tidak usah!" sahut Kenjo.


Tidak lama kemudian ke lima bocah laki-laki itu, terlihat sudah berkutat dengan permainan game di ponsel masing-masing.


Tidak lama kemudian, kediaman Rendi semakin ramai dengan kehadiran Kevin dan Gendis bersama dengan anak-anak mereka. Kevin dan Gendis memiliki dua anak. Yang pertama Kanaya, perempuan berusia 4 tahun dan yang kedua Kaivan, bocah laki-laki berusia 1 tahun.


Kemana perginya, Rendra dan Keysa? mereka berdua membawa anak-anak mereka liburan ke Bali sekaligus mengunjungi Iqbal dan Lisa yang memutuskan untuk menetap di sana sejak 1 tahun yang lalu. Rendra mengulangi sejarah Seno yang memiliki anak kembar 3. Sedangkan Iqbal dan Lisa memiliki 1 putra berusia 3 tahun.


Demikianlah, akhirnya semuanya mendapat kebahagiaan masing-masing. Walaupun sudah memiliki keluarga masing-masing, persahabatan mereka tetap berlanjut dan tetap berusaha untuk menyempatkan waktu untuk saling bertemu. Mudah-mudahan anak-anak merekapun nanti bisa demikian.


Tamat


Akhirnya Dosenku kekasihku tamat juga. Terima kasih buat yang sudah berkenan mendukungku selama ini. Baik yang sudah memberikan vote,like, hadiah serta komentar.Tanpa kalian semua, novel ini tidak ada apa-apanya. Kalianlah yang memberikan semangat buatku selama ini. Send hug virtual dan love-love di udara buat kalian semua.🤗🤗🤗🥰🥰🥰🥰😘


Kenapa tamat?


Ya, karena mereka sudah menemukan kebahagiaan mereka masing-masing. Kalau dilanjutpun paling cuma akan menceritakan kehidupan mereka sehari-hari dan pastinya akan membosankan. Kalau aku buat konflik baru pun, pasti akan dinilai bertele-tele dan pembaca akan bosan.


Aku tahu kalau novel ini masih jauh dari kata bagus. Tapi aku akan berusaha untuk terus belajar dan belajar,agar makin bagus kedepannya.


See you in the next story

__ADS_1


__ADS_2