
Rendi mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang.Dia berkali-kali mendapat telepon dari Ronald papinya,menyuruh untuk pulang dengan alasan tidak baik calon pengantin keluyuran.
Rendi mengrenyitkan keningnya, ketika melihat seorang gadis yang berjalalan di trotoar dengan tangan yang menarik koper.
"Eh, sepertinya aku mengenal gadis itu. Tapi gak mungkinlah dia keluyuran malam-malam begini. Sambil bawa-bawa koper lagi." gumam Rendi sembari menggeleng-gelengkan kapalanya.
"Tapi, sepertinya itu dia deh!__ ah gak mungkin! mungkin karena aku dari tadi ngebayangin wajahnya,makanya aku mengira itu dia." terjadi perang batin di dalam hati Rendi, antara mempercayai penglihatannya atau merasa itu hanya halusinasinya saja.
Rendi hampir melewati begitu saja gadis denvan koper itu, tapi karena rasa kemanusiaan dia memutuskan untuk mundur kembali,ketika dia melihat ada beberapa preman di depannya, dan dia yakin mereka nantinya pasti akan mengganggu gadis itu.
"Hei, kamu kenapa ada di jalanan malam-malam begini?" sapa Rendi, begitu dia turun dari dalam mobilnya.
Gadis itu mendongkak dan menatap ke arah Rendi, dan netra mereka berdua sontak membesar melihat siapa sosok di hadapan masing-masing.
"Shakira, (Ka Rendi?!)" mereka berseru bersamaan.
"Malam-malam begini kamu ngapain di jalanan? apa kamu tidak tahu kalau malam begini bahaya buat seorang gadis sepertimu ada di jalanan? Kamu tidak tahukan kalau di depan ada preman, yang bisa saja akan mencelakaimu?" cecar Rendi dengan suara yang terdengar meninggi, membentak Shakira yang tergugu melihat ekspresi Rendi yang menurutnya berlebihan.
"Ka Rendi kok marah-marah sama Kira? Kira lagi sedih, tapi kakak malah marah-marah sama Kira. Apa kakak tidak tahu,kalau ini pertama kalinya Kira di jalanan? Kira juga takut Kak!" Shakira tiba-tiba menangis antara sedih dan lega bisa ketemu dengan Rendi.
Rendi yang menyadari kesalahannya telah membentak Shakira sontak langsung mendekap Shakira dengan erat.
"Sekarang kamu masuk ke mobil kakak dulu! tidak enak dilihat orang kalau kamu menangis di jalanan seperti ini." Rendi meraih koper Shakira dan memasukkannya ke dalam bagasi mobilnya. Setelah itu dia membukakan pintu mobil untuk Shakira,dan menutupnya kembali setelah Shakira sudah ada di dalam mobil.
Sebelum masuk kedalam mobil, Rendi menghembuskan nafasnya dengan keras ke udara. Dia merasa kesal karena membayangkan bagaimana seandainya bukan dia yang menemukan Shakira tadi.
"Pasang sabuk pengaman kamu!" ujar Rendi dingin, karena masih diliputi perasaan kesal. Lalu dia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang,ketika Shakira benar-benar sudah memasang sabuk pengamannya.
"Ka, kita mau kemana?" tanya Shakira, dengan pelan,karena takut melihat Rendi yang tiba-tiba bersikap dingin.
__ADS_1
"Mengantarkanmu pulang." Rendi masih tetap dengan aura dinginnya. Dia bahkan tidak menoleh sedikitpun saat menjawab pertanyaan Shakira.
"Ka, jangan bawa Kira pulang, please! kalau Ka Rendi bawa Kira pulang,Kira akan lompat keluar!" Shakira mengancam dengan berpura-pura akan membuka Sabuk pengamannya.
"Kenapa kamu tidak mau pulang? kamu kabur dari rumah ya?" tanya Rendi, yang kali ini berangsur-angsur mulai bersikap seperti biasa.
Rendi menghela nafasnya ketika melihat Shakira menganggukkan kepalanya.
"Kenapa kamu bisa kabur? apa kamu dimarahin sama Om Seno dan Tante Amira? atau jangan-jangan kamu berantem dengan Shakila?" cecar Rendi dengan keryitan di keningnya ketika Shakira menggelengkan kepalanya.
"Kalau kamu tidak dimarahi atau tidak berantem,jadi kenapa kamu harus kabur?" Rendi mulai sedikit tidak sabaran.
Shakira diam tidak mau menjawab sama sekali. Dia malah mengalihkan tatapannya fokus melihat jalanan.
"Shakira, apa kamu tidak mau memberitahu alasan kamu kabur dari rumah? kalau begitu,aku akan tetap mengantarkanmu pulang." tegas Rendi.
"Aku, mau di suruh kuliah ke luar negri Kak, aku tidak mau makanya aku kabur." ujar Shakila berbohong,karena dia tidak mau kalau dia memberitahukan alasan sebenarnya, Rendi justru akan benar-benar mengantarkannya pulang,karena kasihan dengan Papinya.
"Nah,karena itu Ka.Jadi aku mau kabur untuk sementara. Dua hari saja Ka.Tolong jangan antarkan aku pulang ya!" Shakira menguncang-guncang pelan lengan Rendi, memohon.
Rendi, diam sejenak seperti sedang berpikir.Dia lalu menghembuskan nafasnya dengan panjang, dan menoleh ke arah Shakira.
"Baiklah, dua hari ini kamu tinggal di apartemenku dulu,tapi, kamu harus tepati janji kamu, kalau kamu akan pulang kerumah setelah itu." ucap Rendi yang langsung diiyakan oleh Shakira.
"Maafkan aku Ka Rendi, aku sudah bohong.Ya Tuhan mudah-mudahan keputusanku ini sudah benar." batin Shakira sembari menyeka setitik cairan bening yang berhasil lolos keluar dari sudut matanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rendi menekan pin pasword apartemennya, dan mempersilahkan Shakira untuk masuk.
__ADS_1
"Itu kamar kamu! kamu hati-hati di sini, karena aku mau langsung pulang!" Rendi memutar badannya hendak melangkah pergi.
"Ka, Kakak mau pulang kemana? apa aku akan sendirian di sini? aku takut ka." Shakira menundukkan kepalanya,menggigit bibirnya sambil meremas-remas tangannya.
"Hah, takut? kamu sudah sebesar ini masih takut sendiri? tapi apa kabar dengan yang tadi? bukannya kamu sendirian tadi di jalanan?" sindir Rendi, tapi dia tetap melangkah masuk dan menutup kembali pintu apartemennya.
"Ya udah, malam ini aku akan menginap di sini, kamu masuk aja ke kamar itu,dan aku mau masuk ke kamarku!" Rendi mengayunkan langkahnya hendak masuk ke dalam kamarnya, tanpa dia sadari Shakira mengekorinya dari belakang.
"Kenapa kamu ikut masuk ke sini? jangan bilang kalau kamu takut di kamar itu sendiri?" Rendi, menautkan kedua alisnya, menduga-duga tebakannya benar atau tidak. Rendi langsung menghela nafasnya ketika melihat Shakira menganggukkan kepalanya.
"Di rumahmu,kamu tidak tidur sendiri ya?"
"Tidur sendiri Ka! tapi mungkin karena kamar sendiri, aku tidak takut karena sudah terbiasa.Kalau di sini kan beda Ka. Aku baru pertama kali di sini jadi aku merasa takut.Aku boleh tidur di kamar ini ya Ka?" manik mata Shakira, benar-benar terlihat memohon.
"Shakira, yang seharusnya kamu takutin itu aku, bukan setan.Karena sebenarnya yang lebih berbahaya itu aku, bukan setan." ujar Rendi ambigu.
"Maksudnya Ka?" kening Shakira berkerut, gagal mencerna ucapan Rendi.
"Huft, sudahlah! aku mau angkat telepon sebentar. Kalau kamu mau tidur, tidurlah!" Rendi berlalu keluar,ke balkon untuk menjawab panggilan dari maminya.
Rendi cukup lama berada di balkon apartemennya, karena setelah menjawab telepon dari Maminya, dia langsung mendapat panggilan dari Galang yang menginformasikan kalau Dewa sedang patah hati, dan keadaannya sekarang sangat memprihatinkan.
Ingin rasanya Rendi, pergi lagi untuk melihat keadaan Dewa. Akan tetapi, Galang dan Dion meyakinkannya kalau mereka berdua pasti akan bisa menangani Dewa.
"Ada apa sebenarnya ini? Shakira kabur, Shakila meminta putus dari Dewa.Kenapa bisa bersamaan seperti ini? atau jangan-jangan, Shakira menyukai Dewa, dan meminta Shakila untuk memutuskannya, kalau tidak dia mengancam akan kabur dari rumah.Karena Shakila tidak mau,makanya dia memutuskan untuk benar-benar kabur. Karena Shakira kabur, Shakila jadi merasa bersalah,dan benar-benar memutuskan Dewa. Tidak salah lagi, pasti itu yang terjadi." Rendi kembali masuk dengan keyakinan akan spekulasi yang dia buat sendiri. Dia memutuskan untuk menanyakannya kembali pada Shakira. Akan tetapi, sesampainya di dalam, dia melihat Shakira sudah terlelap di atas sofa.
Untuk sejenak Rendi menatap dalam-dalam wajah Shakira yang terlelap. Sejurus kemudian dia mengangkat tubuh Shakira dan memindahkannya ke atas kasur, dan menutup tubuh Shakira dengan selimut. Lalu dia mengayunkan langkahnya, dan membaringkan tubuhnya di atas sofa. Dia mencoba untuk tidur, Tapi dia sangat sulit karena banyak pertanyaan yang berkecamuk dalam pikirannya.
Tbc
__ADS_1
Jangan lupa jejaknya gais.Like,vote,rate dan komen.Kasih hadiah juga boleh!😁