
Tidak terasa, sudah seminggu Shakira menjadi istri Rendi. Hari ini keduanya, sudah kembali ke rutinitas seperti biasa. Rendi jadi dosen, Shakira jadi mahasiswi.
Mereka berdua memutuskan menunda bulan madu,karena mengingat cuti dan izin yang diberikan pihak kampus pada mereka, cuma seminggu.
"Cie ... cie aura pengantin baru kayanya beda banget ya? jalannya juga kayanya beda, kaya ada ngangkang-ngangkangnya gitu." ledek Shakila menggoda Shakira, ketika kakaknya itu, baru saja mau mendaratkan tubuhnya di kursi dekatnya dan Lea.
"Mulut loe bisa direm dikit gak Kil? kalau gak bisa, sekalian pakai toa sana! Shakira memajukan bibirnya.
"Cie, cemberut dia, kurang setoran ya tadi malam?" Lea ikut-ikutan meledek Shakira.
"Loe juga sama aja!" ucap Shakira seraya mendengus kesal. Yang ditanggapi dengan derai tawa dari Shakila dan Lea.
"Gais, hari ini gue mau pindah ke apartemen Ka Rendi. Ka rendi gak mau tinggal bareng sama orangtuanya.Gue kok khawatir banget ya?" Shakira menggigit bibirnya. Tampak kepanikan yang tercetak jelas di raut wajah itu.
"Kenapa loe harus khawatir? Ka Rendi perlakukan loe baik kan?" Lea menatap Shakira dengan manik mata yang mengandung keingintahuan.
"Iya, Ka Rendi baik, baik banget malah!" rona merah di wajah Shakira langsung muncul dan dia tersenyum-senyum membayangkan perlakuan Rendi padanya.
"Hei, mikirin apa loe? lagi mikir mesum ya?" Shakila menyentil kening Shakira.
"Hehehe! kalau udah menikah, mikir mesum sama suami sendiri kan gak salah! Kalau loe berdua baru salah."
"Sialan loe! seru Shakila dan Lea bersamaan.
"Hei, kemarin-kemarin bukannya loe, udah manggil aku kamu ya? kok sekarang berubah lagi?" Shakira menoleh ke arah Shakila.
"Ternyata, rasanya aneh banget,Ka. mending seperti biasa, bukannya loe juga menginginkan gue kembali seperti biasa?"
"iya sih." Shakira menganggukkan kepala.
"Oh ya Kir, loe belum jelasin ke kita, kenapa lo khawatir tinggal sendiri dengan Rendi?" tanya Lea yang masih penasaran dengan ucapan Shakira di awal.
"Mmm, gue ... gue gak bisa masak. Nanti Ka Rendi bakal ilfeel gak ya sama gue, karena masalah itu?" Shakira kembali menggigit bibirnya dan meremas tangannya karena rasa gugupnya di awal kembali muncul.
__ADS_1
"Hmm, caranya gampang! Lo ......" Shakila membisikkan sesuatu di telinga Shakira. " Hmm, bagaimana bagus gak ide gue?" Shakira menganggukkan kepalanya dan tersenyum ke arah Shakila.
"Hmm, terimakasih Kil! ntar gue coba deh!" raut wajah Shakira kembali ceria.
Disaat yang bersamaan, Dewa terlihat masuk ke ruangan dan titik fokus yang pertama dia lihat tentu saja Shakila, yang sudah memasang senyum manisnya yang ditujukan pada dirinya. Ingin sekali dia membalas senyum itu, tapi berusaha dia tahan, supaya image coolnya tetap menempel pada dirinya.
Senyum Shakila tiba-tiba surut ketika terdengar gelegar suara Dewa. "Kumpulkan semua tugas ke depan!"
"Mati gue, tugas gue belum selesai!" gumam Shakila yang dapat didengar Lea dan Shakira.
"Lho kok bisa?biasanya kalau kelas Ka Dewa, kamu gak pernah gak selesai Kil." bisik Lea.
"Ini semua gara-gara Kira!"
"Kok loe nyalahin gue?" Shakira tidak terima disalahkan karena dia merasa tidak melakukan apapun.
"Tadi malam loe VC gue. Gak sengaja gue ngelihat tanda-tanda merah di leher loe, jadinya gue gak bisa fokus, pikiran gue traveling kemana-mana," papar Shakila.
"Itu mah derita lo!" Shakira dan Lea, mendengus dan maju ke depan untuk mengantar tugas mereka.
"Shakila mana tugasmu? kenapa kamu gak ikut mengumpulkan ke depan?" Dewa menatap tajam ke arah Shakila. Dewa memang pacaran dengan Shakila.Akan tetapi, dia tidak pernah mencampur adukkan masalah pribadi dengan pekerjaan. Dia selalu profesional dalam pekerjaannya. Jadi, walaupun Shakila pacarnya, dia tetap akan memberikan hukuman.
"Mm, itu Pak, Sebenarnya udah selesai, tapi bukunya tertinggal di rumah Pak!" Shakila memberikan alasan, berharap Dewa mau memberikannya kesempatan.
"Kenapa kamu bisa melupakannya? bukannya kamu tahu, kalau aku tidak akan mentolerir orang yang mengabaikan tanggung jawabnya?" tatapan Dewa masih tetap tajam,seperti siap mengujam jantung Shakila.
Glek ...
Shakila menelan ludahnya sendiri dan menundukkan kepalanya, tidak berani menatap manik mata Dewa.
"Gak usah natap aku kaya gitu napa Ka?" ucap Shakila yang tentunya hanya berani dia ucapkan dalam hatinya saja.
"Jawab Shakila? kenapa kamu diam saja?" suara Dewa mulai meninggi, sehingga membuat Shakila terjengkit kaget.
__ADS_1
"Awas kamu nanti Ka! aku akan mendiamkanmu sampai seminggu." umpat Shakila kesal.
"Masih belum mau jawab Shakila?"
"Eh, anu Pak.Pacar saya penyebabnya. Dia selalu ngajak Video callnya lama banget, kadang sampai hampir dini hari. Jadi, tadi pagi aku telat bangun, dan lupa memasukkan bukunya ke dalam tas." Shakila menyindir Dewa sambil menatap sinis ke arahnya.
"Bagaimana mungkin kamu menyalahkan pacarmu? itu murni kesalahan kamu sendiri." Dewa mulai terpancing.
"Ya jelas dong Pak! coba dia gak ngajak VC sampai___"
"Udah, cukup! pokoknya ini salah kamu!" ucap Dewa dengan wajah yang sedikit berubah merah, merasa malu sendiri karena seperti orang yang sudah tertangkap basah, sebagai pria bucin oleh mahasiswa/ mahasiswinya.Padahal tidak ada yang tahu kalau yang dimaksud pacar oleh Shakila itu adalah Dewa.
"Makanya, jangan pacaran mulu kerjaan kamu!" ucap Dewa supaya tidak ada yang curiga padanya.
"Sepertinya sih iya Pak! kalau begitu aku nanti akan minta putus deh sama dia!" ucap Shakila, merasa kesal dengan Dewa.
"Cih, enak aja ngomong begitu, pacar gue siapa coba? kan dia pacar gue." bisik Shakila pada dirinya sendiri.
"Lho, kok putus? gak harus putus juga Kila!"raut wajah Dewa terlihat panik. Jangan lupakan Lea dan Shakira yang berusaha menahan tawa dari tadi.
"Jalan satu-satunya ya itu Pak. Putus dengannya, sehingga aku bisa fokus dalam belajar." raut wajah Shakira, pura-pura menampakkan wajah sedih.
"Tapi aku gak mau putus Killa!" pekik Dewa tanpa sadar. "Ups." Dewa refleks menutup mulutnya, disertai dengan wajah yang memerah, menahan malu. Sedangkan Shakila menyunggingkan senyumnya sembari mengedipkan sebelah matanya ke arah Dewa.
Grrrrr ....
Suara riuh tawa mulai terdengar di ruangan itu, menertawakan kebucinan Dewa.
"DIAM!" Dewa menggebrak meja. Keheningan langsung tercipta dan tidak ada yang berani menatap ke arah Dewa.
"Sial,gue dikadalin sama Kila." umpat Dewa dalam hati.
"Killa, walaupun kamu itu ada hubungan denganku, kamu akan tetap aku beri hukuman. Kamu aku beri tugas tambahan.Nanti kamu datang ke ruanganku untuk mengambil tugas tambahan kamu. Kalau kamu tidak bisa menyelesaikannya besok, kamu aku kasih nilai E." ucap Dewa tegas,tak terbantahkan.
__ADS_1
"Haish, trik gue gak mempan." desis Shakila dengan wajah yang merengut.
Tbc