
"Aku belum mau menikah,Pi!" tolak Rendi tegas.
"Ren, umur kamu sudah sesuai untuk menikah, dan kamu tidak memiliki seorang kekasih. Jadi kamu tidak ada alasan untuk menolak perjodohan ini."Ronald tidak kalah tegasnya.
"Walaupun Rendi tidak punya kekasih, tapi aku punya gadis yang aku sukai Pi, Jadi aku akan tetap menolak perjodohan ini." Rendi tetap bersikukuh untuk menolak.
"Kamu menyukainya, apa gadis itu juga menyukaimu?" kali ini Naura ,maminya yang buka suara.
Rendi terdiam, tidak tahu mau menjawab apa, karena sebenarnya dia juga tidak tahu, kalau gadis yang dia sukai itu menyukainya atau tidak.
"Kenapa kamu diam Ren? kamu juga tidak yakin kan kalau gadis itu menyukaimu?" Naura kembali mencecar Rendi.
"Aku memang belum tahu pasti, Mi! tapi sebenarnya aku belum ada tindakan sama sekali untuk mengetahuinya. Biarkan aku mencoba untuk mengungkapkan isi hatiku dulu Mi,kalau dia menolak, aku akan menyetujui menikah dengan gadis pilihan Mami dan Papi!" pinta Rendi,berharap orangtuanya memberikan dia kesempatan.
"Tidak bisa Ren! Papi sudah memutuskan.Kebetulan Papi baru mendapat pesan, dari calon papa mertuamu kalau putrinya sudah menerima perjodohan ini."ujar Ronald.
"Cih, bisa-bisanya dia menerima perjodohan ini,padahal belum mengenalku sama sekali.Pasti itu karena nama besar Rahardian." Rendi berdecih, dan mengumpat dalam hati serta bibirnya sedikit tertarik ke atas menyeringai sinis
"Walaupun gadis itu sudah menerimanya, tapi Rendi tetap tidak mau, Pi!" Rendi berdiri dari sofa dan hendak beranjak meninggalkan kedua orangtuanya.
"Nak, ini bukan permintaan mami dan papi. Tapi, ini permintaan kakekmu,yang berniat menjodohkan cucunya dengan cucu sahabatnya. Kalau kamu tidak mau mematuhi papi dan mami, setidaknya pertimbangkan perasaan kakekmu." Naura akhirnya mengeluarkan jurus terakhirnya, yaitu mengatasnamakan papah mertuanya itu, karena dia tahu,kalau Rendi sangat menyayangi kakeknya.
"Arghhhhh! kenapa sih harus dijodoh-jodohkan segala? zaman sekarang masih saja main jodoh-jodohan! terserah deh! Rendi ngikut saja." putus Rendi sambil berlalu tanpa menoleh lagi ke arah orangtuanya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Empat hari sudah berlalu semenjak perjodohan itu disetujui oleh Shakira dan Rendi.Dua-duanya merasa enggan dan tidak mau untuk bertemu. Bahkan untuk fitting baju pengantinpun mereka sendiri-sendiri.
Hubungan Shakira dan Shakila, kali ini benar-benar merenggang. Shakira masih belum bisa terima akan nasibnya yang dia rasa sangat malang dibandingkan dengan nasib Shakila.
Shakila sudah berusaha untuk mendekati dan mengambil hati Shakira kembali. Akan tetapi, Shakira sangat sulit untuk didekati. Untuk kali ini Lea juga benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa untuk memperbaiki hubungan Kakak adik itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
"Hah? loe mau nikah? sama siapa?" Dewa, Galang dan Dion terkesiap kaget mendengar ucapan Rendi.
"Gue gak tahu dia siapa? soalny gue malas nanyainnya. Loe bertiga pokoknya datang saja, du hari lagi!"Rendi berucap dengan tetap fokus meaminkan game di ponselnya.
"Gimana bisa lo nikah,tapi nama calon istri sendiri,lo gak tahu. Emangnya loe berdua gak cetak undangan, atau gak fitting baju pengantin?" kening Galang berkerut tidak habis pikir.
"Semuanya sudah diurus sama nyokap gue! mulai dari undangan, baju pengantin sampai acara resepsi, semuanya nyokap yang ngatur. Dan jujur gue gak pernah lihat gimana bentuk surat undangan itu.Gue malas banget soalnya." Rendi masih saja fokus pada permainannya, hingga membuat sahabat-sahabatnya mengeleng-gelengkan kepalanya.
"Sekarang aja lo malas, ntar giliran udah malam pertama, ujung-ujungnya lo pasti bucin sendiri." celetuk Dewa,yang membuat tawa mereka semua pecah memenuhi ruangan apartemen Galang.
Rendi, menghentikan permainan gamenya, dan meletakkan ponselnya di atas meja, sembari menatap jengah ketiga sahabatnya itu.
"Kalau kalian bertiga, masih terus nertawain gue, mending gue pergi dari sini!" Rendi berdiri dan melangkahkan kakinya hendak pergi.
"Jangan marah dong Ren,kita bercanda saja kok! Cuma kami merasa lucu saja, yang pacaran siapa, eh malah yang jomblo yang menikah duluan. Dion saja sudah setahun lebih pacaran gak nikah-nikah, Hahahahhaha!" ledek Galang.
"Loe nyindir gue?" Dion mendelik ke arah Galang, merasa tersindir.
"Loh,gue gak nyindir, kan memang kenyataannya begitu sob! sangkal Galang, berusaha menahan tawa.
"Tunggu! Shakila? emang loe punya hubungan sama Shakila, Wa?" Rendi terkesiap kaget.
"Loh, bukannya lo udah tahu ya? hari itu gue kan ada ngomong sama kalian semua."keryitan muncul di kening Dewa.
"Kapan? kok gue gak tahu?" cecar Rendi kembali.
"Sekitar 5 bulan yang lalu! sehari setelah kami jadian kan aku udah ngomong sama kalian, dan meminta untuk merahasiakannya, karena Shakila tidak mau si Rendra tahu." jelas Dewa.
"Hari itu si Rendi,lagi gak ada Wa. Jadi lo cuma ngasih tahu gue dan Dion." Galang mengingatkan.
"Oh, kalau begitu gue yang lupa Ren! sorry!" cengir Dewa.
"Ya,udah gak pa-pa!" ucap Rendi sembari menghela nafasnya. " Oh ya, kalau begitu aku mau pamit dulu! ada hal yang mau gue urus!" Rendi membawa kakinya melangkah keluar meninggalkan apartemen Galang, karena dia mendapat pesan dari Ronald papinya yang menyuruhnya untuk segera pulang.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sementara itu,di kediaman Seno terjadi kericuhan karena Shakira tiba-tiba menghilang,kabur dari rumah. Dia meninggalkan sepucuk surat,yang berisi permintaan maaf, kalau dia tidak bisa melanjutkan pernikahan ini.
Amira dari tadi sudah menangis memanggil-manggil nama Shakira, karena merasa khawatir dengan keadaan putrinya itu.
"Gimana ini, Pi? dimana Shakira sekarang?"
"Tenang,Mi! aku dan Rendra akan mencarinya sekarang.Papi yakin kalau dia akan baik-baik saja!" Seno merangkul pundak Amira istrinya, untuk menenangkannya.
"Kalian mau cari kemana? ini sudah malam,Pi!" Amira masih tetap terisak-isak.
"Kemana saja, Mi! dia pasti masih ada di kawasan Jakarta,dan tidak akan berani untuk pergi jauh!" Seno meyakinkan Amira.
"Gimana Ren, apa jawaban Lea? apa Shakira sekarang ada bersamanya?" Seno bertanya dengan tidak sabar, walaupun dia terlihat tenang, tapi tidak bisa dipungkiri kalau kini dia juga sangat khawatir dengan keadaan putrinya itu.
"Shakira tidak ada bersama dengan Lea,Pi. Seharian ini,kata Lea mereka bahkan tidak bertemu." sahut Rendra.
"Pi, bagaimana kalau kita, batalkan saja perjodohan ini! Shakira mungkin belum bisa menerima semua ini Pi! dia masih sangat muda, usianya bahkan baru mau 20 tahun." ucap Amira.
"Aku juga maunya begitu Mi! seandainya dia tidak menerima perjodohan ini di hari itu, aku juga tidak akan memaksanya dan akan mencari cara untuk mengatakan baik-baik pada Ronald dan kakek Rahardian.Tapi ini semua sudah diurus Mi.Pernikahannya tinggal dua hari lagi. Bagaimana caranya aku mengatakan, kalau Shakira kabur dan tidak mau menikah dengan putranya? Mami pasti tahu apa akibatnya, mereka pasti merasa akan dipermalukan Mi!" Seno menyenderkan bahunya, dan mengusap kasar wajahnya. Dia tidak tahu lagi bagaimana caranya menyelesaikan masalah ini.
"Biar aku yang menggantikan Ka Shakira menikah dengan orang itu, Pi." Celetuk Shakila tiba-tiba dengan mata yang berkaca-kaca
"Shakila, kami serius sayang? tapi___,"
"Papi dan mami tidak perlu khawatir, aku pasti bisa. Keputusanku sudah bulat." tegas Shakila.
"Terima kasih sayang! Seno memeluk Shakila yang disusul oleh Amira.Sedangkan Rendra hanya bisa menatapa haru adiknya sembari menepuk-nepuk pundak Shakila.
"Maafkan aku Ka Dewa, mungkin kita tidak berjodoh." bisik Shakila pada dirinya sendiri dengan air mata yang sudah jatuh membasahi pipinya.
Tbc
__ADS_1
Jangan lupa untuk tetap meninggalkan jejak ya gais.Thank you