Dosenku Kekasihku

Dosenku Kekasihku
Kena PHP


__ADS_3

Shakila mendengus mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Dewa.


"Kaka, eh salah bapak! anda belum sepenuhnya mengenal perempuan yang anda bela ini, tapi anda sudah berani nge judge orang lain tidak punya etika.Tidak apa-apa, anda nge judge saya begitu, karena bukan anda yang memberikan saya makan.Tapi yang ingin aku katakan adalah, cobalah untuk mencari tahu dulu kebenaranya sebelum anda ngejudge seseorang, karena apa yang anda lihat belum tentu benar. permisi!" Shakila kembali memutar badannya, beranjak meninggalkan Dewa yang tercenung.


"Ada apa Shakila?" tanya Lea ketika mereka berpapasan di saat Lea dan Shakira hendak menyusul Shakila ke kantin.


"Biasalah! mak lampir dan dayang-dayangnya ngebuli gue, tapi merasa menjadi korban dengan ngefitnah gue di depan Pak Dewa." sahut Shakila santai, seperti tidak terjadi sesuatu.


"Apa?! kayanya mereka belum pernah lihat tangan Shakira melayang, ayo kita kesana!" Shakira nyaris mengayunkan kakinya untuk menghampiri Lisa yang sekarang tengah berpura-pura kesakitan.Tapi keburu ditahan oleh Lea.


"Udahlah, gak usah diladenin! kalau kamu ngeladenin mereka, apa bedanya kamu dengan mereka? Ayo kita ke perpustakaan aja! lebih bermanfaat daripada ngeladenin orang yang gak jelas." Lea mengandeng tangan Shakira dan Shakila,melangkah menuju perpustakaan.


Sementara itu, Lisa masih dalam mode akting berpura-pura kesakitan di depan Dewa.


"Aduh, badan gue sakit banget. Kayanya ada yang memar deh!" Lisa merintih kesakitan, berharap mandapat perhatian dari Dewa.


"Kalau kamu merasa sakit, kamu ke ruang UKS saja! di sana mungkin ada obat memar." ucap Dewa acuh.


"Aku sepertinya susah untuk berjalan ke sana Kak, eh Pak! apa bapak boleh mengantarkan saya ke sana?" pinta Lisa dengan wajah yang memelas.


"Kamu kan punya teman-teman.Mereka pasti mau menolongmu. ___Kalian semua tolong bawa dia ke ruang UKS!" Dewa beranjak meninggalkan Lisa and the geng, untuk memesan makanan.


Lisa menggeram melihat sikap cuek, Dewa. Pria yang menjadi targetnya sekarang, setelah Rendra yang juga cuek padanya. Sekarang dia sudah mengizinkan temannya untuk mengejar Rendra setelah melihat Dewa untuk pertama kalinya.


Ya begitulah Lisa, setiap laki-laki tampan yang ingin dia dekati, teman-temannya tidak boleh ikut-ikutan untuk menyukai, sampai dia sendiri yang mengizinkan.Egois? ya ... dia memang sangat egois.


*******


Dewa mengaduk-aduk mie ayam yang ada di depannya. Dia sangat lapar tapi tidak berselera untuk makan. Entah kenapa, ada perasaan bersalah yang dia rasakan ketika dia membentak Shakila tadi.


Sebenarnya, dia merasa ragu atas ucapan Lisa yang menuduh kalau Shakila bertindak kasar padanya,karena dia bisa membaca dari raut wajah Lisa yang terlihat tidak natural merasakan sakit.

__ADS_1


Dewa menghela nafasnya dengan kasar, lalu beranjak meninggalkan makanannya begitu saja.


Dari jauh dia melihat Lisa yang berjalan seperti tidak merasakan sakit, dan justru sedang tertawa bahagia bersama gengnya.Sehingga Dewa semakin merasa yakin dengan dugaannya,kalau Shakila sama sekali tidak bersalah.


"Hmm, sepertinya aku harus minta maaf pada gadis itu. Tapi, dimana dia sekarang?" batin Dewa sembari mengedarkan pandanganya, berharap menemukan keberadaan Shakila.


Dewa nyaris mengayunkan langkahnya, untuk mencari Shakila di dalam ruangannya. Tapi, tiba-tiba dia mengurungkannya karena tiba-tiba egonya muncul.


"Masa bodo ah! Nanti dia merasa besar kepala lagi, kalau aku minta maaf!" batin Dewa sembari memutar badannya kembali, lalu mengayunkan langkahnya menuju ruangan yang disediakan kampus untuk dirinya sendiri sebelum jadwal mengajarnya di kelas lain mulai setengah jam lagi.


*********


Matahari kini sudah semakin tinggi bahkan sudah melewati kepala, yang berarti tengah hari sudah lewat. Kaki Dewa, membawanya melangkah menuju area parkiran. Dia melangkahkan kakinya dengan wajah dingin tanpa senyuman. Tapi tidak ada yang tahu, kalau ternyata dibalik wajah dinginnya, hatinya sedang berbahagia dan lega, karena dia baru saja membaca balasan pesannya, dari Galang yang mengatakan kalau dia sudah memaafkan perbuatannya pada Vina sepupunya.


Dewa nyaris saja melajukan mobilnya, tapi dia mengurungkannya karena melihat Lisa yang tiba-tiba terjatuh di depan mobilnya.


Dengan setengah hati, Dewa terpaksa keluar dari dalam mobil, untuk menolong Lisa berdiri.


"Kepalaku sepertinya sangat pusing Pak! mungkin karena Shakila tadi terlalu kuat mendorongku!" Lisa mendesis, dengan tangan yang dari tadi tidak berhenti memijat kepalanya.


"Oh! Dimana teman-teman kamu? kenapa mereka tidak menemanimu?" Dewa masih berusaha bersikap ramah dengan berbasa-basi.


"Mereka sudah pulang Pak! aku sebenarnya mau pulang, tapi aku sepertinya tidak bisa mengemudi,karena kepalaku pusing banget!" Lisa masih tetap dengan kepura-puraannya.


"Oh, kalau begitu, kamu naik aja ke dalam mobilku!" tukas Dewa.


"Yes, akhirnya rencanaku mulai berhasil." sorak Lisa gembira.Senyum tipis terbit di sudut bibirnya tanpa ada seorangpun yang tahu.


Dewa masuk kedalam mobilnya, dan duduk di depan kemudi. Sedangkan Lisa menyusul masuk dengan bibir yang mengerucut karena Dewa tidak membukakan pintu untuknya


Dewa mengemudikan mobilnya, setelah Lisa benar-benar sudah duduk dengan sempurna dengan Seatbealt on.

__ADS_1


Setelah keluar dari area kampus, Dewa tiba-tiba menepikan mobilnya dan keluar dari dalam mobil. Dewa terlihat melambaikan tangannya untuk mencegat sebuat taksi yang kebetulan sedang melintas.


Dewa membukakan pintu mobil dimana Lisa sedang duduk dengan raut wajah yang terlihat bingung.


"Lisa, kamu turun, aku sudah mencegat taksi untukmu! taksi itu akan mengantarkan kamu pulang ke rumah kamu." ucap Dewa.


"Lho, bukannya bapak yang__"


"Bukan! aku hanya berniat menolong kamu keluar dari area kampus saja, supaya kamu lebih gampang mendapatkan taksi. Sekarang kamu lebih baik cepat keluar, supaya taksi itu tidak terlalu lama menunggu!" pungkas Dewa tegas.


"Sialan, gue di PHP in." Lisa berbisik pada dirinya sendiri sembari keluar dari dalam mobil Dewa dengan wajah yang ditekuk.


Dewa kembali melajukan mobilnya meninggalkan Lisa yang kini menghentak-hentakkan kakinya, kesal.


"Bagaimanapun caranya, aku harus mendapatkanmu Pak Dewa. Aku akan membuatmu bertekuk lutut padaku." tekad Lisa dalam hati.


"Mba, jadi gak taksinya?" teriak supir taksi dari dalam taksi, karena Lisa dari tadi tidak bergerak dari tempatnya berdiri.


"Gak jadi Pak! Bapak pergi saja sana!" Lisa balas berteriak.


" bilang dong dari tadi! dasar cewek sombong!" umpat sang supir taksi sambil melajukan taksinya.


"Cie, cie, kasihann. Diturunin ya?" ejek Shakila dari atas motor maticnya, disambut dengan tawa dari Shakira dan Lea, dari motor masing-masing. Ya, karena ini lah banyak mahasiswa dan mahasiswi yang mengira kalau mereka anak orang biasa saja, karena mereka ke kampus dengan motor dan pakaian yang biasa saja. Padahal bukan karena tidak punya mobil, mereka hanya menganggap menggunakan motor bisa lebih cepat daripada menggunakan mobil.


"Sialan lo!" umpat Lisa dongkol.


" Bye, bye Ka Lisa! selamat berpanas ria ya!" ejek Shakila kembali,sembari melajukan motornya.Ya, Lisa memang diturunkan oleh Dewa ditempat yang sangat panas, dan tidak ada pohon untuk berlindung.


Tbc


Jangan lupa untuk tetap like, vote dan komen.

__ADS_1


Kalau berkenan, voucher vote rekomendasinya yang otomatis di kasih oleh sistem setiap hari Senin, boleh lah ya di bagi ke novel ini. Terima kasih😁🙏🥰🤔🤗


__ADS_2